Tinta Tato Ini Bisa Identifikasi Kondisi Kesehatan Tubuh Bagaimana jika tato yang dianggap buruk dapat berguna untuk kesehatan? (Foto: Pixabay/ilovetattoos)

TATO seringkali dihubungkan dengan berbagai stigma negatif. Orang yang memiliki tato seringkali dianggap suka memberontak, tidak berpendidikan, suka berbuat seenaknya dan berbagai pandangan negatif lainnya.

Padahal tato sendiri sebenarnya hanya salah satu bentuk karya seni. Alasan orang membuat tato pun tidak selalu buruk. Ada yang membuat tato untuk mengekspresikan diri mereka dan ada juga yang membuat tato untuk mengabadikan momen tertentu di tubuh mereka.

Baca juga:

5 Stereotip 'Nakal' Tentang Tato yang Kini Sudah Tidak Relevan

Untungnya saat pemikiran orang semakin terbuka, stigma-stigma tersebut mulai pudar dan orang-orang mulai menganggap tato sebagai sesuatu yang keren. Kemungkinan besar, stigma tersebut akan semakin pudar jika orang-orang mengetahui tentang teknologi baru seputar tato ini.

Tinta Tato Ini Bisa Identifikasi Kondisi Kesehatan Tubuh
Stigma negatif seputar tato mulai berkurang saat ini (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Dilansir dari laman HealthLine, tim dari Universitas Munich German telah berhasil menemukan tinta yang dapat menjadi sensor untuk mengukur kesehatan penggunannya.

Tinta pertama berubah warna menjadi hijau jika mendeteksi albumin di dalam tubuh. Perubahan warna dari tinta tersebut dapat menunjukkan tingkat protein tersebut dalam tubuh. Berkurangnya albumin dalam tubuh merupakan indikasi bahwa ginjal kita mengalami kegagalan.

Tinta kedua berubah warna dari kuning ke hijau gelap jika kadar gula pengguna tato ini naik. Hal ini menandakan bahwa pengguna tato rentan terkena penyakit diabetes.

Tinta ketiga berubah warna dari kuning ke biru sesuai dengan tingkat pH tubuh. Menurut studi yang dipublikasikan MDAnderson.org, badan dengan pH rendah (semakin asam) lebih rentan terkena kanker dibanding orang dengan pH tinggi (semakin basa).

Baca juga:

Perempuan-Perempuan yang Piawai Mentato

Tato ini sementara baru diuji coba ke kulit babi dan membutuhkan berbagai tes lanjutan sebelum dapat dinyatakan aman untuk digunakan manusia. Tapi tak hanya Universitas Munich German saja yang bereksperimen dengan tato, tapi juga Universitas Colorado Boulder.

Tinta Tato Ini Bisa Identifikasi Kondisi Kesehatan Tubuh
Tinta tato khusus dapat jadi sensor yang mengukur seberapa sehat kamu (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Universitas Colorado Boulder melakukan percobaan untuk mencari tinta yang dapat mendeteksi sinar UV. Tato ini dapat mengingatkan penggunanya bahwa kulit mereka terkena sinar UV yang dapat membahayakan dan mereka secepatnya disarankan krim matahari.

Tato kedua yang Universitas Colorado Boulder buat adalah tato yang berubah sesuai suhu pengguna layaknya sebuah termometer. Tato ketiga yang mereka buat adalah tato yang dapat menghantarkan listrik dan diharapkan dapat digunakan untuk mengisi daya alat-alat implan yang tertanam di dalam tubuh pengguna.

Meski tato-tato tersebut masih belum dapat digunakan manusia, namun konsep yang kedua universitas tersebut buat menarik. Konsep mereka dapat menjadi kemajuan di bidang medis dan juga seni. Apakah sahabat Merah Putih tertarik menggunakan tato-tato ini di masa depan? (sep)

Baca juga:

Hal yang membedakan Tato Permanen dan Semi Permanen



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH