Tingkat Konsumsi Buah Masyarakat Indonesia Rendah Beragam jenis buah segar yang dipamerkan di Taman Buah Mekarsari, Bogor. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Merahputih Keuangan - Tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Melihat rekomendasi dari Food and Agriculture Organization (FAO), konsumsi buah per kapita masih di bawah 50 persen.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, ada dua kategori buah yaitu lokal dan impor. Keduanya cukup banyak beredar di pasar.

"Ini terlihat dari tingkat produksi buah di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 18,49 ton sehingga ketersediaan buah di pasar mencapai 75,91 kg per kapita per tahun. Sedangkan impor buah angkanya mencapai 300 ribu ton," kata Tulus saat memberikan paparan di acara talkshow "Menyoal Tingkat Keamanan pada Buah" di Bakoel Kopi, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/12).

Tulus menjelaskan, kesadaran masyarakat atas konsumsi buah masih terbilang rendah. "Dari data Kementan diketahui bahwa tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia hanya 34,55 kg per kapita per tahun. Sedangkan rekomendasi FAO sebesar 73 kg per kapita per tahun. Artinya, ada keterasediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan buah segar di masyarakat," tuturnya.

Menurut Tulus, pemerintah mampu menjamin buah yang beredar aman untuk dikonsumsi masyarakat. "Dari hasil kajian, YLKI mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan rantai distribusi buah segar, khususnya buah lokal. Selain untuk menjamin kualitas buah yang dikonsumsi masyarakat tetap segar, juga memangkas biaya distribusi," terangnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Hasil Pengujian YLKI Buah Adanya Kandungan Formalin
  2. YLKI Temukan 3 Indikator Buah Beredar Tidak Layak Konsumsi
  3. Buah Berenuk, Si Penyubur di Taman Buah Mekarsari
  4. Taman Buah Mekarsari, Pusat Pelestarian Buah-buahan Tropika Terbesar Dunia
  5. Ingin Makan Buah Gratis? Datanglah ke Acara Fruit Indonesia 2016 di Senayan

Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH