Timsus Ungkap Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J Banyak yang Hilang dan Rusak Ilustrasi - Suasana persidangan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer (Bharada E), Senin (28/11/2022). ANTARA/Putu Indah Savitri

MerahPutih.com - Salah satu anggota tim khusus (timsus) Polri yakni Agus Sariful Hidayat, hadir sebagai saksi dalam persidangan perkara perintangan penyidikan dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

Duduk sebagai terdakwa, mantan Karopaminal Polri Hendra Kurniawan dan bekas Kaden A Biro Paminal Polri Agus Nurpatria.

Dalam persidangan, Agus menyebutkan bahwa terdapat kejanggalan dalam kasus tersebut yang menjadi skenario pembunuhan yang diotaki Ferdy Sambo itu.

Baca Juga:

Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Tembak Brigadir J saat Mengerang Kesakitan

Agus awalnya menceritakan kronologi kejanggalan dalam kasus tersebut yang bermula sejak tanggal 8 Juli hingga 12 Juli 2022 saat olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan.

“Pertama tanggal 8 Juli tidak mengetahui bahwa ada kejadian, baru tahu (tanggal) 11 Juli malam kami melakukan peninjauan. (Tanggal) 12 Juli baru turun perintah timsus dan irsus untuk melakukan kegiatan,” ujar Agus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

Selain itu, Agus juga mengungkap banyaknya barang bukti yang kurang saat olah TKP di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga.

Tanggal 12 Juli ia dan tim secara bersama-sama datang ke TKP saat malam hari.

Di sana ditemukan beberapa barang bukti yang kurang seperti proyektil peluru hingga arah tembakan.

Kemudian, timsus menerima laporan adanya CCTV di rumah Ferdy Sambo yang rusak.

Agus mengatakan, saat itu timsus lalu bergerak mengecek CCTV di Pos Satpam Kompleks Polri Duren Tiga. Akan tetapi, CCTV itu juga rusak.

Berangkat dari kejanggalan itu, timsus melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang saat itu berada di TKP.

Tak hanya itu, timsus juga memeriksa siapa yang seharusnya tidak ada di tempat kejadian.

"Makanya kami melakukan pemeriksaan terhadap orang orang yang berada di TKP tanpa atau tidak semestinya ada di TKP, apa fungsinya saat itu, di mana, apa yang dikerjakan," kata Agus.

Baca Juga:

Alasan Ferdy Sambo Gunakan Tangan Richard Eliezer Tembak Brigadir J

Sementara itu, Mantan Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan mengakui memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan CCTV Kompleks Polri Duren Tiga, TKP pembunuhan Brigadir J.

Hendra menyebutkan hal itu atas perintah mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Kombes Agus Nurpatria dan Hendra Kurniawan didakwa merusak CCTV yang membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J.

Perbuatan itu dilakukan Agus dan Hendra bersama dengan empat orang lainnya.

Empat terdakwa lain yang dimaksud adalah Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, AKP Irfan Widyanto, dan AKBP Arif Rachman Arifin.

Mereka didakwa dengan berkas terpisah.

Agus dan Hendra didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP serta Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Knu)

Baca Juga:

Richard Eliezer Tak Kuasa Tolak Perintah Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
3 Perusahaan Korea Siap Investasi di IKN Nusantara
Indonesia
3 Perusahaan Korea Siap Investasi di IKN Nusantara

Minat investasi yang tinggi dari Korsel menandakan investasi asing langsung di Indonesia tidak didominasi oleh satu negara tertentu saja.

BNPT Cegah Penyebaran Terorisme Jelang Pemilu 2024
Indonesia
BNPT Cegah Penyebaran Terorisme Jelang Pemilu 2024

Sejumlah langkah mencegah penyebaran paham radikalisme saat Pemilu 2024 terus dilakukan.

Mabes Polri Belajar dari Kejadian Ferdy Sambo hingga Teddy Minahasa
Indonesia
Mabes Polri Belajar dari Kejadian Ferdy Sambo hingga Teddy Minahasa

Tahun 2022 boleh dibilang sebagai sorotan bagi institusi Polri terhadap kasus yang dilakukan anggotanya.

DJP Banten Dirikan Tax Center di Universitas Praditha
Indonesia
DJP Banten Dirikan Tax Center di Universitas Praditha

Kerja sama dalam mendukung Universitas Praditha dalam mengembangkan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Tim Siber Kemenkominfo Siaga Hadapi Konten Negatif Jelang Pemilu 2024
Indonesia
Tim Siber Kemenkominfo Siaga Hadapi Konten Negatif Jelang Pemilu 2024

Kemenkominfo telah menyiapkan dukungan teknologi informasi, tim keamanan siber, dan penangkal konten negatif.

Jelang Lebaran, BIN Suntik 230 Tahanan Lapas Tarakan Vaksin Booster
Indonesia
Jelang Lebaran, BIN Suntik 230 Tahanan Lapas Tarakan Vaksin Booster

Secara nasional per 11 April 2022, persentase capaian vaksinasi dosis 1 adalah 94,81 persen dan dosis 2 mencapai 77,55 persen, sedangkan dosis 3 baru mencapai 13,26 persen.

DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Anggota KPU-Bawaslu 14-17 Februari
Indonesia
DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Anggota KPU-Bawaslu 14-17 Februari

Komisi II DPR RI segera menggelar uji kelayakan atau fit and proper test calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027.

Harga Gas Nonsubsidi Hampir Rp 200 Ribu Per 12 Kg
Indonesia
Harga Gas Nonsubsidi Hampir Rp 200 Ribu Per 12 Kg

Di tingkat agen gas Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, harga gas ini menembus Rp 199.000 dari semula Rp 175 ribu.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Bertemu Kaisar Jepang Naruhito
Indonesia
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Bertemu Kaisar Jepang Naruhito

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana melakukan kunjungan kehormatan ke kediaman Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako.

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Lumajang
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Lumajang

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan operasi penangkapan terduga teroris di sebuah rumah yang berada di Lumajang.