Timsus Sebut Arif Rachman Berperan Rekayasa BAP Kematian Brigadir J Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo memberikan keterangan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (29-11-2022). ANTARA/Putu Indah Savitri

MerahPutih.com - Persidangan kasus perintangan penyidikan kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali bergulir.

Kali ini, mantan Wakaden B Biropaminal Propam Polri Arif Rachman Arifin yang menjalani sidang.

Saksi dari tim khusus (timsus) Polri, Agus Saripul Hidayat hadir dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Jumat (2/12).

Baca Juga:

Timsus Ungkap Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J Banyak yang Hilang dan Rusak

Dalam persidangan, Agus mengungkap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh terdakwa Arif Rachman dalam penanganan kasus Brigadir J.

“Memang ada pelanggaran kode etik apa?” tanya jaksa.

“Ada, saya mohon izin untuk melihat hasil pemeriksaan timsus kami,” jawab Agus.

Agus kemudian membacakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh timsus terkait pelanggaran kode etik oleh terdakwa Arif Rachman. Antara lain mengikuti proses autopsi bergantian dengan mantan Provost Polri Kombes Susanto. Lalu memasuki kamar autopsi Brigadir J di RS Polri.

"Kemudian memerintahkan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan agar dalam membuat BAP tiga saksi (tersangka: Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Richard Eliezer) dimaksud hanya mengganti BAP dari Biro Paminal yang telah dibuat,” papar Agus.

“Artinya pemeriksaan?” ucap hakim.

“Hanya copy paste saja waktu itu,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, hal tersebut didukung dengan keterangan bukti pendukung yang didaftarkan timsus di antaranya yakni dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan AKP Rifaizal Samual, Bharada Richard, Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, AKP Idham Fadilah serta Iptu Januar Arifin.

“Sehingga menegaskan untuk ditindaklanjuti terhadap pelanggaran kode etiknya ke Propam,” tambah Agus.

Baca Juga:

Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Tembak Brigadir J saat Mengerang Kesakitan

“Jabatan dari Arif Rachman ini apa?” tanya jaksa.

“Jabatannya adalah Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri,” jawab Agus.

“Apakah Wakaden atau polisi yang berada di Biro Paminal itu bisa melakukan interogasi atau melakukan pemeriksaan terhadap suatu saksi dari tindak pidana?” tanya jaksa.

“Kembali kepada tupoksinya, sesuai Perkap (Peraturan Kapolri), Divpropam juga, bahwa nomenklatur Paminal itu kepada pengamanan internal. Pengamanan internal bagaimana kegiatan, orang, maupun keterangan supaya tidak sampai keluar yang dapat membahayakan institusi,” jelas Agus.

Arif Rachman didakwa jaksa telah melakukan perintangan proses penyidikan pengusutan kematian Brigadir J bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Irfan Widyanto.

Tujuh terdakwa dalam kasus ini dijerat Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Keenam anggota polisi tersebut dikatakan jaksa menuruti perintah Ferdy Sambo yang kala itu menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri untuk menghapus CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) lokasi Brigadir J tewas. (Knu)

Baca Juga:

Alasan Ferdy Sambo Gunakan Tangan Richard Eliezer Tembak Brigadir J

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Demokrat DKI Gelar Muscab Ke-IV, DPD: Bukan Pertarungan Jadi Ketua DPC
Indonesia
Demokrat DKI Gelar Muscab Ke-IV, DPD: Bukan Pertarungan Jadi Ketua DPC

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-IV secara serentak seluruh wilayah kota/kabupaten di Jakarta, pada Senin (28/3).

Di Hadapan Kader Demokrat, Anies Sebut Politik itu Tidak Ada Musuh yang Ada Lawan
Indonesia
Di Hadapan Kader Demokrat, Anies Sebut Politik itu Tidak Ada Musuh yang Ada Lawan

Dalam pidatonya di hadapan kader Demokrat, Anies menyebut jika dalam pertarungan kontestasi politik itu prinsipnya tidak ada musuh, tapi yang ada hanya lawan.

TransJakarta Beroperasi 24 Jam saat Malam Tahun Baru
Indonesia
TransJakarta Beroperasi 24 Jam saat Malam Tahun Baru

Bus TransJakarta memastikan tetap beroperasi selama saat malam Tahun Baru. Yakni selama 24 jam penuh.

Survei SMRC: Pilpres 2024 Diprediksi Diikuti Tiga Calon, Duet Anies-AHY Menang
Indonesia
Survei SMRC: Pilpres 2024 Diprediksi Diikuti Tiga Calon, Duet Anies-AHY Menang

Dari survei tersebut didapati pasangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki peluang untuk menang Pemilu 2024.

Kebijakan Tarik Biaya Akses NIK Bakal Diawasi DPR
Indonesia
Kebijakan Tarik Biaya Akses NIK Bakal Diawasi DPR

Kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menarik biaya untuk mengakses Nomor Induk Kependudukan atau NIK sebesar Rp 1.000 mendapatkan sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Hary Tanoe Bicara soal Target Perindo di Pemilu 2024
Indonesia
Hary Tanoe Bicara soal Target Perindo di Pemilu 2024

Usai mendaftarkan Perindo, Hary Tanoe menyatakan pihaknya menargetkan minimal 60 kursi di parlemen pada Pemilu 2024.

Menkominfo dan Dubes AS Bahas Dukungan Kandidat Sekjen ITU
Indonesia
Menkominfo dan Dubes AS Bahas Dukungan Kandidat Sekjen ITU

Menurut Johnny, sebentar lagi ada pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) ITU. Amerika Serikat, lanjut dia, mengajukan seorang calon bernama Doreen Bogdan-Martin.

Kemendag Perkuat Aturan Izin Aset Kripto untuk Lindungi Konsumen
Indonesia
Kemendag Perkuat Aturan Izin Aset Kripto untuk Lindungi Konsumen

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memperkuat peraturan perizinan aset kripto untuk perlindungan konsumen.

Transformasi Digital Solusi Cepat Wujudkan Kedaulatan dan Kemandirian Digital
Indonesia
Transformasi Digital Solusi Cepat Wujudkan Kedaulatan dan Kemandirian Digital

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang menyatakan, lima arahan tersebut merupakan solusi cepat dan strategis bagi Indonesia.

Fraksi Demokrat Minta Kejagung Usut Pihak Lindungi Surya Darmadi
Indonesia
Fraksi Demokrat Minta Kejagung Usut Pihak Lindungi Surya Darmadi

Kejagung menangkap tersangka Surya Darmadi alias Apeng atas kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan kelapa sawit yang merugikan keuangan negara Rp 78 triliun.