Timsus Evaluasi Laporan Istri Ferdy Sambo dan Bharada E Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Tim Khusus Polri bakal mengevaluasi penanganan laporan polisi (LP) yang dilayangkan oleh istri Ferdy Sambo berinisial PC dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E di Polda Metro Jaya.

"Kami juga dari Timsus mendapatkan surat dari penyidik untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan LP limpahan dari Polres ke Polda Metro," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabreskrim) Polri, Komjen Pol. Agus Andrianto, dikutip dari Antara, Kamis (4/8).

Baca Juga:

Dua Jenderal Anak Buah Ferdy Sambo juga Dimutasi

Ia menyebutkan penyidikan yang dilakukan oleh jajaran Bareskrim Polri terhadap laporan polisi yang dilakukan oleh keluarga Brigadir Yosua, dan laporan polisi limpahan dari Polda Metro Jaya berisi laporan dari Putri Chandrawathi Ferdy Sambo tentang pelecehan dan laporan ancaman pembunuhan dari Bharada E.

Sebagaimana diketahui, dua laporan polisi yang ditangani oleh Polda Metro Jaya yakni laporan dari Putri Chandrawathi Ferdy Sambo dan Bharada E.

Laporan tersebut sebelumnya ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan pada tahap penyelidikan awal. Kemudian ditarik ke Polda Metro Jaya, belakangan diambil alih oleh Bareskrim Polri.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Khusus (Irsus) Timsus Polri didapati ada 25 personel Polri yang tidak profesional dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP), seperti merusak barang bukti dan menghilangkan barang bukti. Untuk itu Bareskrim Polri melakukan evaluasi terhadap laporan polisi tersebut.

"Akan dilakukan evaluasi oleh Timsus secara bersama-sama untuk mengkaji apakah tahapan-tahapan proses yang mereka lakukan sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak. Hal ini adalah untuk melaksanakan perintah Bapak Kapolri untuk membuat terang kasus ini sehingga siapapun yang turut serta atau menyuruh melakukan itu akan terbuka," ujarnya.

25 personel Polri itu berasal dari satuan Bareskrim, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan oleh Timsus Polri.

Sebagian dari 25 personel tersebut bakal ditempatkan di tempat khusus untuk menjalani pemeriksaan. Nantinya apabila dalam proses ditemukan pelanggaran pidana dari pada perbuatan-perbuatan yang dilakukan, baik itu menghalangi proses penyidikan, menghilangkan barang bukti dan menyembunyikan barang bukti sehingga menghambat proses penyidikan akan diproses secara etik.

Baca Juga:

Ferdy Sambo Dicopot dari Jabatan Kadiv Propam

Menurut Agus, penyidik menunggu rekomendasi dari Irwasum yang akan menjadi dasar apakah perlu dilakukan peningkatan status terhadap 25 personel itu menjadi bagian daripada pelaku di dalam Pasal 55 dan Pasal 56, adalah ada yang melakukan, menyuruh melakukan perbuatan pidana atau karena kuasanya memberikan perintah untuk melakukan kejahatan termasuk memberikan kesempatan dan bantuan sehingga kejahatan itu bisa terjadi.

"Ini akan menjadi landasan kami dalam melakukan proses penyidikan yang kami lakukan," kata Agus.

Dalam kasus ini Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP. Dalam sangkaan ini terindikasi Bharada E tidak seorang diri, ada kemungkinan tersangka lain terlibat.

Agung menyebutkan, pihaknya belum menerapkan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana sebagaimana yang dilaporkan oleh pihak keluarga Brigadir J karena proses penyidikan masih dalam pendalaman.

"Artinya bahwa kenapa tidak diterapkan Pasal 340 karena ini masih rangkaian proses pendalaman dari temuan-temuan selama pemeriksaan tim yang dilakukan," ujarnya.

Agus menambahkan, ketidakprofesionalan personel Polri dalam penanganan awal kasus tewasnya Brigadir Yosua, mengakibatkan penuntasan kasus jadi terkendala.

"Tentunya memang kendala daripada upaya pembuktian adalah adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan sehingga membutuhkan waktu untuk mengungkap tuntas kasus ini," kata Agus. (*)

Baca Juga:

Ferdy Sambo Diperiksa Bareskrim Selama Tujuh Jam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Masuk, Solo Zoo Sepi Pengunjung
Indonesia
Anak di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Masuk, Solo Zoo Sepi Pengunjung

"Hanya ada puluhan pengunjung per harinya yang datang ke Solo Zoo. Pelonggaran aturan belum mampu mendongkrak wisatawan," kata Bimo, Minggu (3/10).

200 UMKM di Solo Ikuti Pasar Takjil Ramadan
Indonesia
200 UMKM di Solo Ikuti Pasar Takjil Ramadan

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo, Wahyu Kristina mengatakan, terdapat 200 UMKM yang mendaftar Pasar Takjil Ramdan. Dari jumlah tersebut perinciannya sebanyak 130 merupakan UKM.

Kapolri Mutasi 200 Pati dan Pamen
Indonesia
Kapolri Mutasi 200 Pati dan Pamen

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mutasi dan merotasi sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Korps Bhayangkara di awal 2022.

Sidang Etik Kombes Agus Nurpatria Dilanjutkan Hari Ini
Indonesia
Sidang Etik Kombes Agus Nurpatria Dilanjutkan Hari Ini

Lanjutan sidang etik beragendakan pembacaan tuntutan.

Wakil Ketua Komisi I Buka Peluang Uji Kelayakan Jenderal Andika Digelar Jumat Besok
Indonesia
Wakil Ketua Komisi I Buka Peluang Uji Kelayakan Jenderal Andika Digelar Jumat Besok

Pimpinan DPR menyebut Komisi I akan menggelar uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, pada Jumat (5/11) besok.

Junimart Gisang: PDIP Tidak Perlu Umumkan Koalisi
Indonesia
Junimart Gisang: PDIP Tidak Perlu Umumkan Koalisi

PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi santai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bentukan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang Pemilu 2024.

Angka Kriminalitas di Jakarta Meningkat, Polda Metro Gencarkan Patroli
Indonesia
Angka Kriminalitas di Jakarta Meningkat, Polda Metro Gencarkan Patroli

Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu menyebut tim tersebut bakal berpatroli di lokasi-lokasi yang dianggap rawan kejahatan seperti begal.

Klaster Sekolah Terus Bertambah, Gibran: Semua Tanggung Jawab Saya
Indonesia
Klaster Sekolah Terus Bertambah, Gibran: Semua Tanggung Jawab Saya

"Semua tanggung jawab saya. Tahapan surveilans atau pengamatan tetap dilakukan hingga saat ini," kata dia.

PKS DKI Akui Program Rumah DP 0 Rupiah Anies Gagal
Indonesia
PKS DKI Akui Program Rumah DP 0 Rupiah Anies Gagal

"Rumah DP 0 Rupiah memang bisa dikatakan belum berhasil atau katakanlah gagal," ucap MTZ di Jakarta, Senin (27/6).

Terbukti Selingkuh, Oknum Pegawai KPK Dikembalikan ke Kejaksaan Agung
Indonesia
Terbukti Selingkuh, Oknum Pegawai KPK Dikembalikan ke Kejaksaan Agung

"Jaksa tersebut saat ini sedang dalam proses penarikan oleh instansi asalnya, Kejaksaan Agung," ujarnya.