Timses Jokowi Sindir Sekjen Gerindra, Capres Kesatria Anak Buah 'Baperan' Sekretaris Jenderal DPP PKB Abdul Kadir Karding. Foto: MPR

MerahPutih.Com - Tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf mengomentari keluhan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang menyebut Pilpres 2019 merupakan yang terberat karena mayoritas lembaga survei berpihak kepada kubu petahana. Tak hanya itu, oposisi juga mempertanyakan banyak kepala daerah yang berpihak kepada Jokowi-Ma'ruf.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja TKN-KIK, Abdul Kadir Karding menilai, keluhan kubu oposisi adalah strategi membuat publik melihat mereka sebagai kubu yang dizalimi.

"Satu upaya framing bahwa mereka lagi dizalimi, mereka dilemahkan seakan-akan secara struktur dan masif," kata Karding kepada awak media, Kamis (11/10).

Padahal, kata Karding, sesungguhnya yang terjadi bagian dari menutupi keburukan dari tim kampanye kubu Prabowo yang secara faktual ditemukan membangun narasi kebohongan-kebohongan terus menerus. "Kebohongan ini ternyata memicu turunnya elektabilitas dari Pak Prabowo," ujar politikus PKB itu.

Ahmad Muzani
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (Foto: Twitter/Gerindra)

Karding pun menyindir barisan kubu oposisi mengeluh yang kerap mengeluh, padahal capres mereka sendiri Prabowo Subianto kerap menggaungkan cara bertarung yang adil dan kesatria dalam pemilu 2019 mendatang.

"Saya kira tidak patut bermanja-manja, baper seperti itu, apalagi sering beliau (Prabowo) katakan, kita kesatria dan bertarung secara fair," kata Karding.

Sebelumnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Pilpres 2019 merupakan pertarungan yang terberat bagi pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga. Alasannya, karena banyak kepala daerah yang mendeklarasikan diri mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dari tiga kali maju Pak Prabowo sebagai presiden, yang kebetulan saya tetap jadi Sekjen Partai yang mengusung Beliau, kami merasakan terus terang ini adalah bobot terberat," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Ahmad Muzani mengatakan banyak kepala daerah yang dimobilisasi untuk mendukung petahana. "Dulu 2009 tidak ada pengerahan bupati, wali kota, gubernur semasif seperti sekarang ini. Sekarang ini gubernur, bupati, wali kota seperti dikerahkan untuk memberikan deklarasi dukungan ke Jokowi-Ma'ruf," keluh dia. (Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Wong Cilik Alasan Utama Jokowi Batalkan Kenaikan Harga Premium

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH