Tim Tabur Ciduk Pejabat Kemenkes Terkait Kegiatan Fiktif Terpidana kasus korupsi kegiatan fiktif di Kantor Kementerian Kesehatan, Nurdiana, diamankan Tim Tabur Kejaksaan RI di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/1/2021) (ANTARA/HO-Kasi Penkum Kejati DKI Jaka

Merahputih.com - Tim Tangkap Buronan (Tabur) yang terdiri dari Intelijen Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, menangkap terpidana kasus korupsi di Kementerian Kesehatan bernama Nurdiana di daerah Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi.

"Nurdiana adalah terpidana yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Jakarta Selatan," ujar Kasi Penkum Kejati DKI, Ashari Syam, Jumat (22/1).

Nurdiana merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Perencanaan SDM Kesehatan (PPSDM) di Kementerian Kesehatan.

Baca Juga:

Ini yang Harus Dilakukan Bareskrim Jika Ada Fakta Hukum Baru Kebakaran Kejagung

Nurdiana dianggap telah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan Devi Sarah (terpidana lainnya) memperkaya diri sendiri, menyalahgunakan wewenang, melakukan kegiatan fiktif di Kantor Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan (Pusrengun) Badan PPSDM Kemenkes RI, sehingga menyebabkan negara dirugikan sekitar Rp245,6 juta.

Nurdiana ditangkap Kamis (21/1) malam pukul 22.00 WIB. Saat ditangkap terpidana kooperatif dan difasilitasi oleh pihak Ketua RT setempat dan disaksikan pula oleh tetangganya.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/lechenie-narkomanii)

Pada tahun 2016, Mahkama Agung (MA) memvonis Nurdiana dengan hukuman pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Selain itu, MA juga menjatuhkan pidana tambahan, yaitu membayar uang pengganti sebesar Rp200 juta dikompensasi dengan uang yang telah dikembalikan sebesar Rp100 juta dalam waktu satu bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Kalau masih ada sisa uang pengganti yang belum dibayar maka terpidana wajib membayar sisanya dengan sukarela atau menyita harta bendanya atau menjalani pidana penjara sesuai yang disebutkan dalam vonis pengadilan," kata Ashari.

Baca Juga:

Rawan Korupsi, KPK Monitor Pilkada di NTB

Nurdiana telah ditetapkan sebagai DPO sejak tahun 2015. Hingga akhirnya ditangkap Kamis (21/1) di Komplek Departemen Kesehatan, Kelurahan Jatiwarna, Kota Bekasi.

Pada pukul 22.21 WIB malam, sebagaimana dikutip Antara, Nurdiana telah dibawa ke Kantor Kejari Jakarta Selatan untuk proses eksekusi. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Klaim Penanganan Kali Sunter Kurangi Banjir di Cipinang Melayu
Indonesia
Anies Klaim Penanganan Kali Sunter Kurangi Banjir di Cipinang Melayu

Tahun ini warga dapat lebih tenang menghadapi musim hujan dan kawasan RW 04 Cipinang Melayu, akhirnya warga bisa merasakan musim penghujan tanpa kebanjiran.

Berkas Perkara Lengkap, Edhy Prabowo Segera Diadili
Indonesia
Berkas Perkara Lengkap, Edhy Prabowo Segera Diadili

KPK telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Polisi Masih 'Tertutup' soal Penangkapan Reza Artamevia
Indonesia
Polisi Masih 'Tertutup' soal Penangkapan Reza Artamevia

"Sampai saat ini masih diperiksa secara intensif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara
Indonesia
Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara

Abu Rara menusuk Wiranto dengan senjata kunai.

Kemenag Tiadakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional
Indonesia
Kemenag Tiadakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional

"Meski tidak ada UAMBN, kelulusan siswa tetap mengacu atau bersyarat pada tiga kriteria," ujar Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali.

SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah Dinilai Tidak Mencerminkan Pendidikan
Indonesia
SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah Dinilai Tidak Mencerminkan Pendidikan

Direktur Eksekutif IHM KH. M Muhammad Yusron Ash-Shidqi meminta agar Surat keputusan bersama (SKB) 3 Menteri dicabut karena dinilai tidak mencerminkan pendidikan.

Ahli Beberkan Alasan Bara Rokok Bisa Hanguskan Gedung Kejaksaan Agung
Indonesia
Ahli Beberkan Alasan Bara Rokok Bisa Hanguskan Gedung Kejaksaan Agung

Penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) karena bara rokok dari perkerja bangunan di lantai 6.

6 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia
Indonesia
6 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Dalam satu bulan ke depan, Menkes memperkirakan Indonesia memiliki tambahan 20 juta dosis lagi atas kedatangan 6 juta bulk vaksin pada Minggu ini.

Omongan Ketua DPC Gerindra Dinilai Enggak Jelas
Indonesia
Omongan Ketua DPC Gerindra Dinilai Enggak Jelas

Ali Lubis itu kan kader Gerinda

Dugaan Korupsi Proyek Dinas PUPR, KPK Konfirmasi Wali Kota Banjar
Indonesia