Tim Korsupgah KPK Temui Khofifah dan Emil Dardak di Jawa Timur, Ada Apa? Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa-Emil Dardak (MP/Ponco)

MerahPutih.com - Tim Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Jawa Timur menemui Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Tim yang dipimpin Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata tersebut datang ke Jawa Timur untuk rapat koordinasi dan evaluasi, serta penandatanganan komitmen bersama pemberantasan korupsi terintegrasi bersama sejumlah pejabat daerah setempat.

‎"KPK berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah penting upaya pencegahan korupsi yang lebih substansial, tidak hanya bersifat seremonial sesuai dengan pembicaraan yang dilakukan sebelumnya saat Pimpinan KPK menerima sejumlah Kepala Daerah yang baru dilantik di Gedung KPK beberapa waktu yang lalu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (28/2).

Dari unsur DPRD Jawa Timur, rencananya hadir para pimpinan DPRD yakni, Abdul Halim Iskanda‎r, Kusnadi, dan Jujuk Sunaryo. Selain itu, hadir juga 35 kepala daerah dan jajaran pejabat daerah di Jawa Timur.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa-Emil Dardak (MP/Ponco)

"Dari 38 kepala daerah di Jawa Timur, hadir 35 kepala daerah. Dua orang sedang umroh dan satu orang lainnya sakit. Selain itu, hadir juga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jawa Timur, inspektur dan Sekda tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur, BPK Perwakilan Jawa Timur, BPKP Perwakilan Jawa Timur, dan DJP Kanwil Jawa Timur. Jadi Rakor ini akan dihadiri oleh sekitar 200 peserta," beber Febri.

Menurut Febri, Jawa Timur merupakan salah satu daerah penting yang menjadi perhatian KPK. Apalagi terdapat cukup banyak kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota di Jawa Timur yang dijerat KPK sebelumnya.

"Kami harap dengan upaya pencegahan yang diinisiasi bersama ini, ke depan tingkat korupsi di Jawa Timur jadi lebih rendah hingga masyarakat dapat lebih menikmati anggaran dan keuangan negara atau daerah yang dialokasikan di Jawa Timur," pungkas Febri. (Pon)

Kredit : ponco


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH