Tim Hukum Buzzer Jokowi Korban Penganiayaan Sampaikan Tuntutan ke Polda Buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng. Foto: Net

Merahputih.com - Polda Metro Jaya diminta mengungkap kasus penganiayaan dan penyaderaan Relawan Joko Widodo, Ninoy Karundaeng sampai tuntas.

"Pengembangannya diungkap sampai tuntas. Sampai P21 agar terang semuanya bukti dan fakta di persidangan sampai vonis tetap majelis hakim," kata Tim kuasa Hukum buzzer Jokowi, Ninoy Karunden, Jack Lapian kepada wartawan, Rabu (9/10).

Baca Juga

Munarman Diperiksa Polisi Terkait Kasus Penganiayaan Buzzer Jokowi

Sehingga, masyarakat bisa melihat kalau polisi bekerja secara profesional dalam menangani kasus kekerasan yang dialami oleh penggiat sosial media. Hal ini juga sebagai bentuk memberikan efek jera kepada pelanggar hukum.

"Karena kita kita negara hukum. Kita berpegang pada hukum saja," sambung Jack.

Ninoy diketahui menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar. Foto: Facebook/@Bernard Abdul Jabbar
Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar. Foto: Facebook/@Bernard Abdul Jabbar

Dia dianiaya lantaran merekam aksi unjuk rasa dan demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata di kawasan tersebut.

Mereka juga mengambil hingga menyalin data yang tersimpan dalam ponsel dan laptop Ninoy.

Tak sampai di situ, Ninoy juga sempat diintrogasi dan diancam dibunuh hingga mayatnya akan dibuang di tengah kerumunan massa aksi unjuk rasa. Penganiayaan itu berakhir setelah mereka memesan jasa GoBox untuk memulangkan Ninoy beserta sepeda motor yang telah dirusak pada Selasa (1/10).

Baca Juga

Sekjen PA 212 Resmi Tersangka Penganiyaaan Buzzer Jokowi

Polisi menetapkan 13 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan Ninoy. Masing-masing tersangka yaitu AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar, dan Fery.

Sepuluh tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sementara itu, satu tersangka lainnya yakni tersangka TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH