Tim DVI Polri Telah Dapat Data Ante Mortem 2 WNA Korban Kebakaran Lapas Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (MP/ Rizky)

MerahPutih.com - Tim DVI Polri telah mengantongi data ante mortem dari dua warga negara asing (WNA) yang menjadi korban kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang, Rabu (8/9) kemarin. Data tersebut didapatkan dari pihak Lapas Klas 1, Tangerang, Banten.

"Untuk data ante mortem sudah dimiliki, diambil dari data Lapas Tangerang sendiri untuk datanya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, Kamis (9/9).

Baca Juga:

Pakar Nilai Pidana Aternatif Bisa Jadi Solusi Masalah Over Kapasitas Lapas

Rusdi menegaskan, Kementerian terkait akan terus berkoordinasi untuk mengurus dua warga negara asing (WNA) yang menjadi korban kebakaran tersebut.

"Kementerian terkait telah berkoordinasi, intinya untuk masalah tersebut (pengurusan WNA) akan melibatkan beberapa instansi," jelasnya.

Sampai Kamis (9/9) sore, baru satu jenazah yang berhasil diidentifikasi melalui sampel DNA yang dikirimkan atas nama Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue.

Rusdi Hartono menjelaskan proses identifikasi ini tidak memiliki tenggat waktu. Tim DVI akan terus melakukan identifikasi hingga seluruh jenazah diketahui identitasnya secara benar.

"Tim DVI akan bekerja sampai tuntas, sampai terperiksa semua 41 jenazah itu. Jadi tidak ada tenggat waktu, semuanya dilakukan sampai tuntas," kata Rusdi.

Jenajah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/ Rizky)
Jenajah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/ Rizky)

Untuk pengambilan jenazah, Rusdi menyebut pihaknya melalui tim DVI akan menyerahkan langsung ke pihak Lapas, Banten untuk kemudian diambil pihak keluarga.

"Kalau memang sudah benar teridentifikasi, nanti kita serahkan ke lapas dan dari lapas baru jenazah diserahkan ke pihak keluarga korban," tutupnya.

Lembaga Permasyarakat (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9) dini hari pukul 01.50 WIB. Korban meninggal akibat kebakaran ini mencapai 44 orang. Hingga kini, terdapat 22 orang saksi yang telah diperiksa guna mengetahui lebih lanjut sebab kebakaran tersebut. (Knu)

Baca Juga:

Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Sita Catatan Keuangan Tersangka Kasus Suap Walkot Tanjungbalai
Indonesia
KPK Sita Catatan Keuangan Tersangka Kasus Suap Walkot Tanjungbalai

"Yang disita penyidik itu rekening saya, HP istri saya," kata Maskur.

Semester Genap, Pemprov DKI Putuskan Siswa Tetap Belajar dari Rumah
Indonesia
Semester Genap, Pemprov DKI Putuskan Siswa Tetap Belajar dari Rumah

Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pembelajaran dari rumah bagi seluruh pelajar di tahun ajaran semester genap 202/2021.

Mantan Kepala BPPBJ Gugat Anies ke PTUN
Indonesia
Mantan Kepala BPPBJ Gugat Anies ke PTUN

Blessmiyanda alias Bless menggugat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena tidak terima dicopot dari jabatannya setelah diduga melakukan tindakan asusila.

Hasto Buka Suara Soal Jagoan PDIP di Pilpres 2024
Indonesia
Hasto Buka Suara Soal Jagoan PDIP di Pilpres 2024

Kongres V PDIP telah memberikan hak prerogatif pada Ketum Megawati Soekarnoputri untuk menetapkan capres dan cawapres pada Pemilu 2024.

Lakukan 'Preventive Strike' Tiga Hari Berturut-turut, Densus 88 Tangkap Sejumlah Terduga Teroris
Indonesia
Lakukan 'Preventive Strike' Tiga Hari Berturut-turut, Densus 88 Tangkap Sejumlah Terduga Teroris

Keempat wilayah tersebut yakni Lampung, Sumatera Barat, Batam (Kepulauan Riau) dan Banten

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Masih Rendah
Indonesia
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Masih Rendah

"Kunjungan wisman kita masih rendah. Memang kunjungan wisman sangat berpengaruh terhadap perekonomian, terutama bagi daerah yang mengandalkan pariwisata sebagai penggeraknya," ucap Kepala BPS Margo Yuwono

Datangi Polda Metro Jaya, Jerinx Bantah Mangkir
Indonesia
Datangi Polda Metro Jaya, Jerinx Bantah Mangkir

Pria asli Bali ini tiba di Mapolda Metro Jaya pada pukul 19.00 WIB dengan oleh istrinya, Nora Alexandra dan kuasa hukumnya.

Alumni Akabri 96 Salurkan 3.300 Paket Sembako dan Vaksin 10.000 Orang
Indonesia
Alumni Akabri 96 Salurkan 3.300 Paket Sembako dan Vaksin 10.000 Orang

"Paket sembako yang kami bagikan ini berisi kebutuhan konsumsi sehari-hari, dengan harapan warga terdampak bebannya lebih ringan," kata Ade.

Sejumlah Pimpinan Perusahaan Jadi Tersangka karena Paksa Karyawan Ngantor
Indonesia
Sejumlah Pimpinan Perusahaan Jadi Tersangka karena Paksa Karyawan Ngantor

Polda Metro Jaya menindak dua perusahaan di luar sektor esensial dan kritikal yang melanggar PPKM Darurat.