Tim Advokasi Rakyat Duga Pemerintah Australia Sengaja Tutupi Kasus Montara Selama 11 Tahun Tumpahan minyak Montara per 17 September 2019 di posisi sekitar 50 km dari Pulau Roti, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Tim Advokasi Rakyat Peduli Montara

MerahPutih.com - Pemerintah Australia dan perusahaan PTTEP Australasia diduga sengaja menutupi kasus tumpahan minyak Montara di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur, selama 11 tahun.

"Pada tanggal 21 Agustus 2020 tepat 11 tahun petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor terjadi. Pemerintah Australia dan PTTEP Australasia yang bertanggung jawab sengaja menutup-nutupinya," ucap Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi Tanoni di Kupang, Sabtu (22/8)

Baca Juga

Abaikan Kasus Pencemaran Laut Timor, Pemerintah Australia Dituding Munafik

Kasus ini telah muncul dari kesaksian dan kiriman untuk penyelidikan resmi pada tahun 2009 untuk tumpahan minyak dan gas di lapangan Montara, lepas pantai utara Australia Barat, yang lokasinya lebih dekat ke Pulau Rote Indonesia.

Ladang minyak Montara bocor dan berlangsung selama 10 minggu sebelum akhirnya ditutup. Namun, kata dia, telah memberikan dampak kerugian besar bagi lingkungan laut dan rakyat Indonesia di NTT.

"Perusahaan PTTEP Australasia dan pemerintah Australia yang terlibat berusaha menyembunyikan skala dan penyebab bencana ini dari pandangan publik," ujarnya dilansir Antara

Senator Rachel Siewert (kiri) dari Parliement House of Canberra, Australia, bersama Ketua Yayasan Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni (kanan) mendengar keluhan petani rumput laut dan nelayan di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Turunnya produktivitas hasil rumput laut setelah wilayah perairan Laut Timor tercemar akibat meledaknya kilang minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada tanggal 21 Agustus 2009. ANTARA/Laurensius Molan
Senator Rachel Siewert (kiri) dari Parliement House of Canberra, Australia, bersama Ketua Yayasan Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni (kanan) mendengar keluhan petani rumput laut dan nelayan di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Turunnya produktivitas hasil rumput laut setelah wilayah perairan Laut Timor tercemar akibat meledaknya kilang minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada tanggal 21 Agustus 2009. ANTARA/Laurensius Molan

Selama ledakan di lokasi pengeboran minyak terjadi, kata Ferdi, Menteri Sumber Daya dan Energi Martis Ferguson dan Menteri Lingkungan Peter Garrett di Australia meremehkan ukuran tumpahan dan dampak lingkungan.

Mereka mengutip perkiraan yang tidak berdasar dari pemilik lapangan, yakni konglomerat Thailand PTTEP (PTT Exploration and Production Public Company Limited) bahwa sekitar 300 hingga 400 barel minyak bocor setiap hari.

Namun, bukti yang diajukan atas penyelidikan pemerintah yang dipimpin oleh mantan pegawai negeri senior David Borthwick disebutkan bahwa tumpahan minyak mencapai 3.000—4.000 barel per hari. Tumpahan minyak ini diperkirakan telah meluas hingga 90.000 kilometer persegi.

Pengajuan oleh Yayasan Konservasi Australia dan kelompok lingkungan lainnya juga telah menunjukkan kerusakan pada ekosistem lepas pantai dan pesisir yang merupakan rumah bagi beragam spesies ular laut, burung, ikan, penyu, paus, lumba-lumba, dan duyung.

Kerusakan jangka panjang terhadap habitat tropis yang sebelumnya masih alami, menurut dia, masih belum diketahui. Demikian pula dampaknya pada industri perikanan, mutiara, dan pariwisata.

"Meskipun tidak ada minyak yang hanyut ke pantai Australia, seperti yang pernah ditakutkan, sebagian minyak mencapai pantai selatan Timor Barat, Indonesia," tegasnya

Ferdi menyebutkan terdapat bukti yang terdokumentasi dalam pengajuan Yayasan Peduli Timor Barat, sebuah LSM Indonesia, tentang bahaya terhadap mata pencaharian dan kesehatan hingga 300.000 orang di pesisir, termasuk di Pulau Roti dan Sabu .

Pengajuan tersebut menunjuk pada minyak bersumber dari Montara dan polusi timbal di air laut lokal dan di antara tanaman rumput laut, katanya.

Baca Juga

Selain Freeport, Pemerintah Juga Harus Tegas ke PTTEP Australasia

Untuk itu, pihaknya menuntut agar pemerintah Australia segera membayarkan kompensasi kepada lebih dari 100.000 jiwa rakyat yang telah menderita, bahkan sudah banyak yang meninggal.

"Kepada pemerintah Indonesia kami mendesak agar surat yang direncanakan oleh Presiden Joko Widodo yang ditujukan kepada Perdana Menteri Australia segera diterbitkan," pungkasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pertanyakan Kasus Rizieq Shihab, Pelapor Datangi Polda Metro Jaya
Indonesia
Pertanyakan Kasus Rizieq Shihab, Pelapor Datangi Polda Metro Jaya

Pengacara dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestius menuturkan, pihaknya bakal mendatangi Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan kasus yang dilaporkan.

Rizieq Shihab Janji Pagi Ini Datangi Polda Metro Jaya
Indonesia
Rizieq Shihab Janji Pagi Ini Datangi Polda Metro Jaya

Rizieq tidak menyangka karena belum pernah diperiksa sebagai saksi

[HOAKS atau FAKTA]: Tidak Pakai Masker di Singapura Ditangkap
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tidak Pakai Masker di Singapura Ditangkap

“Gak pakai masker di Singapura, ditangkap”

Antisipasi Banjir, Wakil Wali Kota Jakpus Minta Warga Bersihkan Saluran Air Setiap Hari
Indonesia
Pemprov DKI Siap Beri Sanksi PNS yang Nekat Mudik
Indonesia
Pemprov DKI Siap Beri Sanksi PNS yang Nekat Mudik

Pemprov DKI sangat mudah melacak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang nekat pulang kampung

Punya Niat Mulia, MUI Dukung Larangan Mudik 2021
Indonesia
Punya Niat Mulia, MUI Dukung Larangan Mudik 2021

Langkah tersebut harus didukung dengan menahan diri untuk tidak bepergian karena dapat menimbulkan kerumunan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan klaster baru.

BI Cetak Uang Khusus Edisi Kemerdekaan RI Ke-75
Indonesia
BI Cetak Uang Khusus Edisi Kemerdekaan RI Ke-75

Uang edisi khusus yaitu uang yang dikeluarkan BI dalam rangka peringatan hari-hari tertentu.

Sejumlah Tahanan Bareskrim Positif Corona, Termasuk Petinggi KAMI dan Gus Nur
Indonesia
Sejumlah Tahanan Bareskrim Positif Corona, Termasuk Petinggi KAMI dan Gus Nur

Polri mmengungkap sebanyak tujuh tahanan Bareskrim dibantarkan ke RS Bhayangkara Kramatjati usai dinyatakan positif corona.

Popularitas dan Elektabilitas Kalahkan Purnomo, Gibran: Matur Nuwun Warga Solo
Indonesia
Popularitas dan Elektabilitas Kalahkan Purnomo, Gibran: Matur Nuwun Warga Solo

Gibran menegaskan hasil survei ini akan ia jadikan pemompa semangat untuk lebih giat lagi, khususnya dalam membantu warga Solo yang terdampak pandemi COVID-19.

Pendaftaran SNMPTN UGM Dibuka Hari Ini, Kuota 2.000 Calon Mahasiswa
Indonesia
Pendaftaran SNMPTN UGM Dibuka Hari Ini, Kuota 2.000 Calon Mahasiswa

Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dibuka mulai Senin (15/2). Kuota penerimaan mahasiswa UGM tahun 2021 sebesar 2.000 orang.