Tim Advokasi Novel Minta TGPF Bongkar Keterlibatan Petinggi Polri Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: merahputih.com/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Tim advokasi untuk penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan buka suara soal pemeriksaan kliennya selaku korban penyiraman air keras yang terjadi pada 11 April 2017 silam.

Anggota Tim Advokasi Novel, Yati Andriyani meminta Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Presiden Joko Widodo untuk membongkar peran oknum perwira tinggi Polri yang diduga terlibat dalam teror penyiraman air keras terhadap Novel.

Anggota Tim Advokasi Novel, Yati Andriyani
Anggota Tim Advokasi Novel, Yati Andriyani

"Kami berharap tim gabungan pencari fakta bisa sampaikan secara spesifik siapa aktor yang terkait dalam peristiwa ini, jika ada dugaan terkait dengan oknum atau pihak institusi kepolisian, Polri harusnya bisa ditindaklanjuti dengan cepat," kata Yati di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis(20/6).

BACA JUGA: KPK Kantongi Bukti Petinggi PT Humpuss Ikut Menyuap Bowo Sidik

BACA JUGA: Mahfud MD: Perkara di MK Selesai, Riaknya Juga Selesai

Untuk itu, Yati berharap, dalam pemeriksaan yang dilakukan TGPF kepada Novel kali ini membuahkan hasil. Sebab, selama ini pemeriksaan terhadap Novel hanya sekadar formalitas belaka.

Apalagi, Novel sudah pernah memberi keterangan pasca peristiwa teror terjadi, bahkan saat posisi Novel masih menjalani pengobatan di Singapura.

Penyidik KPK Novel Baswedan esok akan diperiksa sebagai saksi
Penyidik KPK Novel Baswedan berbicara dalam acara peringatan dua tahun kasus teror yang menimpanya di Gedung KPK, Jakarta (MP/Ponco Sulaksono)

"Jangan sampai pertemuan (pemeriksaan) ini hanya formalitas yang kedua bukan mengulangi materi-materi yang sudah disampaikan sejak proses pemeriksaan di Singapura," tandas Yati. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH