Tiga Wisata Curug Ekstrem di Bogor Menurut Merahputih.com Curug Kondang di Bogor, Jawa Barat. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

SELAIN memberikan udara sejuk dan panorama alam nan memesona, Kota Bogor ternyata juga menyimpan destinasi wisata air yang dapat membuat diri terpukau.

Wisata tersebut berupa curug atau air terjun yang tersebar di sejumlah titik Kota Bogor sampai perbatasan dengan Sukabumi.

Meski wisata air cukup banyak di wilayah tersebut, namun ada beberapa yang merahputih.com nilai cukup ekstrem. Baik dari jalur, cerita rakyat, maupun maujud dari curug itu sendiri.

Mau tahu curug apa saja itu? Silakan simak ulasan berikut:

1. Curug Goa Segitiga

Berbeda dengan curug-curug yang ada di daerah Bogor lainnya, rute perjalanan menuju Curug Goa Segitiga terbilang sangat ekstrem dan berbahaya. Sehingga dibutuhkan kesiapan keberanian serta fisik yang superekstra.

Salah seorang pemandu curug wisata, Sopian Hadi mengatakan bahwa untuk mencapai lokasi tersebut dibutuhkan nyali yang cukup besar. Untuk bisa sampai ke lokasi itu juga hanya bisa ditepuh pada saat-saat tertentu, yaitu ketika aliran sungai yang mengarah ke curug tersebut sedang surut.

Sebab, kata Pian, jalur sungai itu merupakan satu-satunya akses menuju Curug Goa Segitiga. "Curug ini, berada di tempat yang sangat sulit. Kita baru bisa mencapai tempat itu kalau saja air sungai tidak terlalu deras," kata Sopian kepada Merahputih.com di Desa Tenjolaya, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Jalur menuju Curug Goa Segitiga. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

Selain harus melintasi sungai, Anda juga mesti memerhatikan setiap bebatuan yang licin dan tajam di sepanjang sungai. Belum lagi batu-batu kecil yang terkadang jatuh dari lembah-lembah curam yang mengapit sepanjang aliran sungai.

Sepanjang perjalanan, Anda juga akan disambut dengan kicau berbagai jenis burung serta kera hutan, yang bergelantungan di atas pohon sepanjang bibir sungai.

"Hati-hati, Kang. Kalau monyet turun, kita diamkan saja. Biasanya mereka mencium bau makanan yang kita bawa. Lalu, mengambil paksa. Bahkan, tidak jarang monyet-monyet itu marah sambil memanggil kawanan lainnya," kata Pian.

Pemandangan seperti itu, Anda bakal terus jumpai selama kurang lebih 3 kilometer hingga tiba di pertigaan sungai, yang merupakan gerbang ke lokasi curug. "Nah, pertigaan ini merupakan gerbang, sebentar lagi akan sampai," katanya.

Medan yang ekstrem tidak hanya berhenti di situ, jarak 100 meter sebelum sampai lokasi, pengunjung terpaksa harus jalan merunduk dengan keadaan basah karena genangan air sungai yang cukup dalam. "Jangan sampai salah masuk lubang, ya. Kedalaman di sini bisa mencapai dua meter," kata Sopian.

Namun, perjalanan yang menantang dan penuh ekstrem tersebut, akan terbayar ketika pengunjung melihat lebih dekat curug yang jarang diketahui masyarakat luas tersebut.

Kejernihan air Curug Goa Segitiga. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

Air yang jernih dan segar di Curug Goa Segitiga, menggoda para penunjung untuk berlama-lama bermain di air terjun tersebut. "Airnya masih sangat sehat, dan bisa langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu," katanya.

2. Curug Seribu

Untuk curug ekstrem selanjutnya adalah Curug Seribu. Curug Seribu merupakan air terjun terbesar yang berada di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH), Gunung Salak, Bogor.

Kendati demikian, sebelum menikmati pemandangan itu, Anda tentunya mesti melewati jalur-jalur ekstrem yang ada di sana. Tentunya, persiapan fisik juga diperlukan untuk mencapai curug tersebut.

Sejauh mata memandang, kiri-kanan jalan setapak berjejar pepohonan besar dengan rimbun dedaunan, sungguh alami dan sangat indah.

Semakin masuk ke dalam, Anda akan berjalan melalui lintasan yang menurun dan berbatu. Mungkin waktu yang tepat sambil sesekali mengambil napas.

Curug Seribu. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

Berbatang pohon besar tumbang akan Anda jumpai di jalan, yang memaksa diri sedikit membungkuk untuk melewatinya. Semakin jauh melangkah turun, bebatuan besar pun tampak berserakan di jalur.

Kurang lebih, perjalanan yang dibutuhkan memakan waktu satu jam lebih dengan trek yang sangat memacu adrenaline. Sesampainya di pinggir tebing yang cukup tinggi, pandangan mata langsung dapat menikmati Curug Seribu.

Seperti menatap kolam yang dalam dan juga lebar. Dari ketinggian itu, debit air terjun juga dapat terasa besarnya dan membuat badan sedikit basah akibat cipratan air curug.

3. Curug Cigamea

Selain terkenal akan pemandangannya nan memesona, Curug Cigamea juga menyimpan sebuah kekeramatan yang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.

Konon, barangsiapa yang susah mendapatkan jodoh, dengan mandi di air terjun tersebut akan segera menemukan tambatan hati.

"Di sini banyak yang percaya untuk jodoh. Jadi, bagi orang yang belum atau susah mendapatkan jodoh, kemudian mandi di sini, Insyaallah akan segera menemukan jodohnya," kata warga setempat, Ujang, saat ditemui di lokasi curug, kepada Merahputih.com, beberapa waktu lalu.

Curug Cigamea. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)

Ihwal demikian, tambah Ujang, pun sudah dilakukan pembuktian oleh warga setempat yang tunaasmara sejak lama. "Banyak warga yang telah melakukan pembuktian. Alhamdulillah, setelah mandi tidak lama kemudian mendapatkan jodoh," katanya.

Adapun ritual yang dilakukan di sana, Ujang menjelaskan hanya melakukan mandi saja tanpa membawa kembang atau sesajen lainnya.

"Mandi biasa saja, tidak perlu pakai kembang setaman atau lainnya. Kami masih memercayai kalau mandi di Curug Cigamea, insya Allah akan segera mendapatkan jodoh. Warga sekitar juga pernah membuktikan. Kalau mau dapat jodoh, ke sini saja," katanya.

Bagaimana menurut Anda? Mau mencoba? (*)

Baca juga: Misteri Keraton di Curug Kondang



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH