Tiga Unsur Bangsa Ini Jadi Benteng Terakhir Menjaga Pertahanan Negara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Ancaman terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai ideologi bangsa disinyalir masih bergulir hingga kini. Oleh karena itu, tiga unsur bangsa yaitu kaum nasionalis, Islam dan TNI, sebagai pihak yang turut melahirkan Indonesia harus mengawal ideologi bangsa tersebut sampai kapan pun.

Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah mengatakan, Kaum nasionalis, Islam dan TNI punya peran strategis dalam memerdekakan serta menyusun konstitusi sebagai dasar negara. Karena itu, Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan, tiga unsur tersebut pulalah yang menjadi garda terdepan bangsa melawan pihak-pihak yang ingin mengganti konsep kebangsaan yang sudah baku saat ini.

Baca Juga: Ancaman Ideologi, Menhan Ryamizard: Kalau Tidak Mau Pancasila, Pindah ke Negara Lain Aja

"Kami ketahui bahwa akhir-akhir ini ada pihak-pihak yang sengaja untuk mengganti fundamental bernegara kita. Pemilu kemarin sarana mengkapitalisasi hal-hal yang mempersoalkan sejarah Indonesia yang sudah final, terlihat. Muncul pertentangan relasi antara agama dan negara," kata Basarah dalam dialog Peradaban Bangsa Nasionalis, Islam dan TNI bertajuk Siapa Yang Melahirkan Republik Harus Harus Berani Mengawalnya di Kantor GMNI, Jakarta Pusat, Senin (22/7).

Ahmad Basarah. Foto: MP/Kanu
Sekjen PBNU Faishal Zaini. Foto: MP/Kanu

Basarah melihat ada pihak yang ingin mengubah konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bentuk negara lain. Karena itu, diskusi ini mengundang Jenderal TNI (purn) Moeldoko, Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto untuk melihat kondisi pertahanan, agama dan ideologi bangsa hari ini.

Untuk pertahanan negara, Moeldoko menekankan bahwa TNI memiliki doktrin untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Namun, dia menyadari selama ini kaum nasionalis dan agama tetap menjadi faktor penentu yang membuat negara bertahan dengan ideologi dan kebhinekaannya.

"Tidak perlu diragukan kalau bicara Islam, jelas perjuangan bagian dari iman. Kalau kami lihat kelompok nasionalis, kalau tidak ada nasionalis, ambruk negara ini. Posisi nasionalis ini bisa bertahan dari tarikan kanan dan kiri. Kalau kolaborasi dengan TNI, siapa pun yang mengganggu, kami gulung saja," kata Moeldoko.

Moeldoko juga mengisahkan bagaimana Indonesia secara politik dan sosial bisa bertransformasi dari pemerintahan totaliter menuju demokrasi. Menurut dia, banyak negara tidak mampu meniru Indonesia sehingga negara seperti Libia, Mesir dan Suriah, jatuh. Ada juga yang transformasi itu gagal seperti Myanmar karena kekuatan militernya begitu kuat sehingga melahirkan konflik sampai hari ini. "Indonesia berhasil menjaga alam demokrasi. Karena itu kalau ada yang tanya demokrasi kita gagal, di mananya gagal?" tanya Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan ini juga kerap bertukar pikiran dengan Panglima Myanmar bagaimana Indonesia bisa menggeser kekuatan dwifungsi secara baik. Moeldoko sendiri mengaku tidak mudah untuk menjaga dua kutub antara nasionalis dan agama untuk mempertahankan stabilitas negara.

Baca Juga: Menhan: Paling Penting Tanamkan Ideologi Pancasila

"Antara demokrasi dan anarkis ini sebenarnya beda-beda tipis. Tapi di sisi lain, demokrasi tak boleh terganggu harus dikawal sebaik-baiknya," jelas Moeldoko.

Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan bahwa Indonesia adalah rumah untuk rakyatnya. Karena itu, rakyat harus meyakini Pancasila, Bineka Tunggal Ika dan UUD 1945 sebagai dasar bernegara.

"Muhammadiyah bertanggung jawab sejak awal bahwa Pancasila milik kita bersama yang dalam rumusan Muktamar Muhammadiyah disebut Darul Ahdi Wassahadah. Konsensus segala bangsa harus hadir di dalamnya memberi makna kehadiran kita kemudian memberi kontribusi negara yang sesuai cita-cita bangsa sesuai alinea keempat pembukaan UUD 1945," kata Abdul.

Sementara itu Sekjen PBNU Faishal Zaini menambahkan, pihaknya dalam mengawal NKRI selalu mengedepankan pendidikan sejak dini. Pendidikan dari pondok pesantren diyakini menjadi sumber penopang bagi masyarakat nusantara dalam memahami ideologi bangsa.

Meski begitu, Faishal mengingatkan masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menghilangkan ketimpangan ekonomi. Menurut dia, masalah ini harus dicarikan solusinya oleh pemerintahan yang mendatang agar negara dalam tatanan yang damai.

Moeldoko. Foto: MP/Kanu
Moeldoko. Foto: MP/Kanu

"Bagi NU, politik itu untuk membangun negara yang adil dan sejahtera, ujungnya melahirkan kemaslahatan. Bahwa kebijakan seorang pemimpin itu harus terkait langsung dengan kemaslahatan. Siapa pun jadi pemimpin sepanjang lahirnya kemaslahatan di masyarakat, kami pasti dukung," kata Faishal.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menambahkan, baik TNI, Muhammadiyah dan NU, pasti menjaga Indonesia dari ancaman yang mengganggu Pancasila dan UUD 1945. Namun, dalam jangka pendek ini, pemerintah juga harus menyusun kabinet agar program-program negara sesuai dengan amanat konstitusi.

"Ketika saat ini bicara nama-nama menteri bahwa menjadi menteri bukan ambisi orang per orang. Dia harus menguasai sejarah, kemampuan kepemimpinan, mata hatinya untuk rakyat jelata," kata Hasto.

Baca Juga: Perbedaan Ideologi Ini Buat Pertikaian Politik Berlanjut di Pilpres 2024

Hasto memaparkan desain koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin berdasarkan empat bagian. Dia mendorong pemerintah untuk berpijak pada empat bagian ini agar pembentukan kabinet membawa semangat sejarah dan gotong royong.

"Penataan sistem presidensial, konsolidasi ideologi, berpijak pada sejarah dan kesepakatan terhadap agenda strategis," jelas Hasto. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pastikan Tak ada Tarawih dan Bukber, Gerbang Istiqlal Tutup Selama Ramadan
Indonesia
Pastikan Tak ada Tarawih dan Bukber, Gerbang Istiqlal Tutup Selama Ramadan

Hal itu diambil pihak pengurus Masjid Istiqlal Jakarta untuk memutus mata rantai penularan virus corona yang saat ini sangat mengkhawatirkan.

Pemprov DKI Tegaskan Tidak Ada Uang Tunai di Dalam Paket Sembako
Indonesia
Pemprov DKI Tegaskan Tidak Ada Uang Tunai di Dalam Paket Sembako

Edisson kembali memastikan bila Pemda DKI tidak memberikan bantuan berupa uang, melainkan hanya sembako saja.

Kasus COVID-19 di India Capai 4,3 Juta
Dunia
Kasus COVID-19 di India Capai 4,3 Juta

India melaporkan 89.706 kasus baru COVID-19 pada Rabu (9/9).

[HOAKS atau FAKTA]: Password Wifi Gratis di Jakarta #ANIESKEREN
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Password Wifi Gratis di Jakarta #ANIESKEREN

Akun Facebook Ujang KW mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan tulisan “Wifi Gratis di Jakarta Passwordnya #ANIESKEREN Cebong Ngetiknya Malu-Malu”.

Solo Diterjang Abu Vulkanik Gunung Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup Sementara
Indonesia
Solo Diterjang Abu Vulkanik Gunung Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup Sementara

Penutupan ini dilakukan karena dampak dari erupsi Gunung Merapi.

Ormas Hingga Majelis Taklim Diminta Rayakan Maulid Nabi Secara Daring
Indonesia
Ormas Hingga Majelis Taklim Diminta Rayakan Maulid Nabi Secara Daring

Dengan melaksanakan acara secara virtual, tokoh agama telah memberikan contoh penanggulangan Corona di masa pandemi

Warga Berkerumun, Laju Pertambahan Pasien COVID-19 Masih Melejit
Indonesia
Warga Berkerumun, Laju Pertambahan Pasien COVID-19 Masih Melejit

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,9%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 5,9%.

 Usai Bebas Bersyarat, Ratna Sarumpaet Komentari Prabowo Subianto
Indonesia
Usai Bebas Bersyarat, Ratna Sarumpaet Komentari Prabowo Subianto

Ratna mengaku bahwa dirinya telah 'salah' lantaran bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pada pilpres 2019 kemarin.

BNPT Bersama LPSK Fokus Pulihkan Trauma Korban Terorisme
Indonesia
BNPT Bersama LPSK Fokus Pulihkan Trauma Korban Terorisme

Boy Rafli mengajak kontribusi dan peran aktif masyarakat dalam melakukan pemulihan terhadap para penyintas yang berada di luar program yang sudah direncanakan BNPT dan LPSK.

 Staf Ahli Menkumham Yasonna Jabat Plt Dirjen PAS
Indonesia
Staf Ahli Menkumham Yasonna Jabat Plt Dirjen PAS

“Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi bapak Nugroho kini menjabat Pelaksana Tugas Dirjen PAS,” kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Rika Aprianti