Tiga Tokoh Perempuan Indonesia Ini Mendorong Perubahan IFFWSZ memberikan penghargaan kepada Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (ketiga kiri), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Direktur Utama LPP RRI Rosarita Niken W.

MerahPutih Nasional - Bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh tanggal 8 Maret 2016 dan Hari Anti Diskriminasi Internasional pada 1 Maret 2016, Dewan Kreatif Rakyat (DKR) kembali menghadirkan International Film Festival For Women, Social Issues, and Zero Discri-mination (IFFWSZ) di Jakarta. IFFWSZ juga memberikan penghargaan International Women of Change kepada para wanita yang dianggap memberikan kontribusi yang besar untuk perubahan.  

Menteri Sosial Indonesia Dra. Khofifah Indar Parawansa, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. dan Direktur Utama LPP RRI Dra. Rosarita Niken Widiastuti, MSi menerima penghargaan dari IFFWSZ karena dianggap memenuhi kriteria tersebut.

Selain memberikan penghargaan kepada para Tokoh Perempuan tersebut, di acara ini diumumkan Film Terbaik dari IFFWSZ. Film Forgiveness karya Rima Irani dari Lebanon terpilih sebagai yang terbaik untuk tahun ini. Sedangkan predikat Film Terbaik untuk International Movie Awards jatuh kepada The Butterfly, The Harp, and The Timepiece. 

"Dengan adanya festival berskala internasional seperti ini saya harap nama Indonesia makin diharumkan dan juga sineas-sineas dunia dapat terinspirasi untuk membuat film-film yang dapat menginspirasi semua generasi. Karena dengan menonton film yang tepat, saya yakin manusia dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Damien Dematra selaku founder dan director dari International Film Festivals ini melalui siaran pers, Selasa (8/3).

Di acara ini juga diluncurkan Album Musik Video "Karena Aku Perempuan" karya Duta Perempuan, Natasha Dematra.   

Festival berskala internasional ini mengadakan Malam Penganugerahannya pada hari Senin, 7 Maret 2016 di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI). Festival ini telah memilih 75 film pemenang dari 425 film yang berasal dari lima benua. Tujuan festival ini sendiri dikarenakan masih minimnya kepedulian masyarakat internasional dan nasional akan isu-isu kesetaraan gender, isu sosial dan anti diskriminasi. 

BACA JUGA

  1. Dukung UKM, Pemerintah Turunkan Bunga KUR Jadi 9 Persen
  2. Sanggar Primitif, UKM Unggulan di Depok
  3. Planetarium Bagikan Kacamata Khusus Gerhana Matahari
  4. Bertepatan dengan Gerhana Matahari Umat Hindu Tak Ada Ritual Khusus
  5. Waktu yang Pas ke Planetarium Jakarta saat Gerhana Matahari


Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH