Tiga Terduga Teroris Ditangkap di Serang, Ditemukan Beragam Senjata dan Buku Imam Samudra Suasana di sekitar lokasi penangkapan terduga teroris di kawasan Jalan Kunti, Sidotopo, Surabaya, Kamis (23/04/2020). (ANTARA Jatim/IST/FA)

MerahPutih.com - Densus 88 menangkap tiga terduga teroris di Kota Serang, Banten, Senin (27/4).

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, tiga terduga teroris yang ditangkap berinisial AS, AMA, dan CM.

Baca Juga:

Pemprov DKI Klaim Telah Beri Layanan Kesehatan Jiwa Terhadap 1.730 Orang

Barang bukti yang diamankan salah satunya buku berjudul Imam Samudra.

Selain itu, Densus 88 juga mengamankan senapan dan senjata tajam dari rumah ketiga teroris tersebut. Asep menyebut, pihaknya masih mendalami kelompok jaringan tiga teroris yang diamankan.

“1 laptop, 2 flash disk, 1 hard disk, 2 golok, 3 pisau, samurai (katana), senapan angin, dan busur beserta anak panah,” rinci Asep dalam keteranganya, Selasa (28/4).

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adisaputra (kanan). ANTARA/Anita Permata Dewi/pri. (ANTARA/Anita Permata Dewi)
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adisaputra (kanan). ANTARA/Anita Permata Dewi/pri. (ANTARA/Anita Permata Dewi)

Asep menuturkan, penangkapan tersebut merupakan rangkaian operasi Densus 88 di Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyisiran.

“Sampai hari ini masih mendalami seluruh terduga teroris yang ditangkap. Terkait jaringan yang mana masih dianalisis,” jelas dia

Beberapa hari sebelumnya, Densus 88 juga mengamankan terduga teroris berinisial J di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (23/4).

Polri sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa terduga teroris berinisial J merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur.

Baca Juga:

Akademisi UGM Perkirakan Mudik Bisa Perpanjang Akhir Masa Pandemi Corona

Polisi belum memberikan keterangan mengenai jaringan empat terduga teroris lainnya.

Asep menuturkan, tim masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Terkait dengan jaringan teroris yang mana, ini juga masih terus dilakukan upaya-upaya analisis terkait dengan karakter, kegiatan atau pola pergerakan para terduga teroris tersebut,” tuturnya.

Diketahui, Imam Samudra merupakan terpidana mati kasus terorisme. Imam Samudra terlibat dalam aksi terorisme bom Bali I tahun 2002. Ia dieksekusi mati pada 2008 bersama Amrozi dan Muklas. (Knu)

Baca Juga:

213 Ribu Orang Lebih di Indonesia Masuk Katagori ODP

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Orang Reaktif COVID-19 Saat Tes Antigen di Stasiun
Indonesia
Ratusan Orang Reaktif COVID-19 Saat Tes Antigen di Stasiun

Kementerian Perhubungan memberlakukan Test Rapid Antigen sebagai syarat melakukan perjalanan kereta api (KA) untuk periode 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Vaksin Sinovac Datang, Komisi IX DPR Mengaku Resah
Indonesia
Vaksin Sinovac Datang, Komisi IX DPR Mengaku Resah

Pemerintah mengumumkan sudah mendatangkan 1,2 juta vaksin COVID-19 dari Sinovac, Tiongkok.

Resmi Diizinkan di Indonesia, Vaksin AstraZeneca Miliki Efek Samping Nyeri Otot hingga Mual
Indonesia
Resmi Diizinkan di Indonesia, Vaksin AstraZeneca Miliki Efek Samping Nyeri Otot hingga Mual

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat alias emergency use of authorization (UEA) untuk vaksin COVID-19 asal Inggris AstraZeneca.

Presiden Jokowi Ungkap Polemik Prosedur Penyaluran Bansos COVID-19
Indonesia
Presiden Jokowi Ungkap Polemik Prosedur Penyaluran Bansos COVID-19

Kepala Negara menegaskan bahwa mekanisme sinkronisasi data penerima bansos ini harus transparan agar seluruh pihak dapat ikut mengawasi.

KPK Periksa Penyidik dari Kepolisian yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai
Indonesia
Resmi Jadi Tersangka, Jaksa Pinangki Langsung Digiring ke Penjara
Indonesia
Resmi Jadi Tersangka, Jaksa Pinangki Langsung Digiring ke Penjara

Pinangki diduga menerima hadiah atau janji berkaitan dengan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra.

Disebut Lindungi Bakrie Group, BPK Laporkan Benny Tjokro
Indonesia
Disebut Lindungi Bakrie Group, BPK Laporkan Benny Tjokro

Benny Tjokro didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp16,8 triliun.

Alasan Polisi Tembak Mati Terduga Teroris Sukoharjo
Indonesia
Alasan Polisi Tembak Mati Terduga Teroris Sukoharjo

Pria berusia 22 tahun itu sempat dirawat 24 jam di RS Bhayangkara dan RSUP dr Kariadi Semarang

Nabung 3 Tahun, Buruh Tani di Magetan Beli Motor Pakai Uang Receh
Indonesia
Nabung 3 Tahun, Buruh Tani di Magetan Beli Motor Pakai Uang Receh

"Ya uang receh Rp 1.000 ini saya tabung dan saya kumpulkan di ember biar nanti bisa buat beli sepeda motor," tuturnya saat dikonfirmasi, Kamis (25/3).

Beredar Kabar Megawati Teken Rekomendasi untuk Gibran, Rudy: Saya Belum Dipanggil DPP
Indonesia
Beredar Kabar Megawati Teken Rekomendasi untuk Gibran, Rudy: Saya Belum Dipanggil DPP

Senter beredar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut telah meneken surat rekomendasi untuk Gibran Rakabuming Raka sebagai cawali di Pilwakot Solo.