Tiga Pihak Ini Diuntungkan dari Isu Kudeta Partai Demokrat Moeldoko. ANTARA/HO

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai tigak ini yang diuntungkan dari isu kudeta partai Demokrat.

"Setidaknya, nama Moeldoko, AHY, dan Partai Demokrat semakin dikenal luas masyarakat," kata dia kepada wartawan, Kamis (11/2).

Baca Juga:

Dituding Ingin Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Kenapa Mas AHY Takut

Moeldoko, yang belum sepopuler AHY, bisa mendapat manfaat secara politik (political benefits). Minimal, nama Moeldoko semakin dikenal oleh publik.

Ia menyatakan, jika dicermati dari pemberitaan, sentimen isu tersebut bisa berdampak terhadap citra kelembagaan Demokrat sebagai partai politik dan juga pemerintah. Sebab isu ini dikaitkan dengan keterlibatan Moeldoko.

KSP Moeldoko. (Foto: Antara)
KSP Moeldoko. (Foto: Antara)

Tetapi untuk mengukur besar kecilnya presentase frekuensi dan sentimen positif-negatif secara kuantitatif tentu harus melalui penelitian.

"Seperti semacam media tracking atau penelusuran pemberitaan yang terkait isu tersebut," ujar Karyono.

Namun dalam pertarungan politik elektoral dengan sistem pemilihan langsung, seorang kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) tidak cukup hanya memiliki ketenaran.

Baca Juga:

Ini Tanda-Tanda Lunturnya Pengaruh SBY di Partai Demokrat

Untuk memenangkan kompetisi sekurang-kurangnya harus memiliki setidaknya enam modal. Yaitu popularitas (popularity), disukai (likeable), dapat diterima (acceptable), tingkat keterpilihan (electability), uang (money) dan dukungan partai.

"Karenanya, semua kandidat baik Moeldoko maupun AHY tidak cukup hanya bermodalkan popularitas tetapi harus memiliki enam modal seperti tersebut di atas," tuturnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
7 Kaki Tangan John Kei Masih Berkeliaran Bebas
Indonesia
7 Kaki Tangan John Kei Masih Berkeliaran Bebas

Sebenarnya ada 11 buron. Namun, lima orang sudah diamankan polisi sehingga total tinggal tujuh orang yang masih buron.

Was-was Baswaslu dan Komnas HAM, Paslon Pilih Kampanye Tatap Muka
Indonesia
Was-was Baswaslu dan Komnas HAM, Paslon Pilih Kampanye Tatap Muka

Para peserta pilkada lebih banyak melakukan kampanye tatap muka secara terbatas daripada kampanye secara daring.

Kasus COVID-19 di Indonesia Per 10 Agustus Capai 127 Ribu
Indonesia
Kasus COVID-19 di Indonesia Per 10 Agustus Capai 127 Ribu

Penularan virus corona masih tinggi di masyarakat, padahal pandemi COVID-19 sudah berjalan lebih dari lima bulan.

Selain Atur dan Edukasi Masyarakat, TNI-Polri Dikerahkan untuk Bantu Satpam Mal
Indonesia
Selain Atur dan Edukasi Masyarakat, TNI-Polri Dikerahkan untuk Bantu Satpam Mal

Hal ini penting karena dalam era normal baru, masyarakat diberikan kesempatan untuk beraktivitas kembali

Diduga Sebarkan Berita Bohong, Anji dan Hadi Pranoto Dipolisikan
Indonesia
Diduga Sebarkan Berita Bohong, Anji dan Hadi Pranoto Dipolisikan

Pihaknya menyayangkan konten Anji yang memuat kabar penemuan obat virus COVID-19

PSBB Ketat, Hukuman Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Makin Masif dan Tegas
Indonesia
PSBB Ketat, Hukuman Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Makin Masif dan Tegas

PSBM merupakan pengawasan Polri terhadap protokol kesehatan

KPK Hadirkan Edhy di Sidang Penyuap Ekspor Benur
Indonesia
KPK Hadirkan Edhy di Sidang Penyuap Ekspor Benur

Edhy yang saat ini ditahan di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih tidak hadir secara langsung di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta tapi memberikan kesaksian melalui fasiltas daring atau video conference.

Rapid Test Massal Tiga Pasar Tradisional di Solo, 14 Orang Reaktif
Indonesia
Rapid Test Massal Tiga Pasar Tradisional di Solo, 14 Orang Reaktif

Perinciannya lima orang dari Pasar Gede, enam orang dari Pasar Kadipolo, dan tiga orang dari Pasar Legi.

Petisi Copot Menkes Terawan Mencuat
Indonesia
Petisi Copot Menkes Terawan Mencuat

Petisi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Terawan Agus Putranto dari jabatan Menteri Kesehatan mencuat.

KPK Periksa PNS MA Jadi Saksi Penyuap Nurhadi
Indonesia
KPK Periksa PNS MA Jadi Saksi Penyuap Nurhadi

KPK telah menetapkan tersangka yaitu mantan Sekretaris MA Nurhadi, menantunya Rezky Herbiono dan Hiendra Soenjoto.