Tiga Pemilik Apotek Dijerat UU Wabah Penyakit Menular Gegara Jual Obat Terapi COVID-19 Sangat Tinggi Kontroversi Ivermectin (Sumber: Reuters)

Merahputih.com - Polresta Bogor Kota menemukan tiga apotek yang menjual obat terapi COVID-19 dengan harga sangat tinggi, di atas harga eceran tertinggi (HET) dan menetapkan pemiliknya sebagai tersangka.

"Setelah sebelumnya melakukan penyelidikan selama dua hari, berdasarkan laporan dari masyarakat," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro dikutip Antara, Sabtu (17/7).

Baca Juga

Begini Uji Klinik Ivermectin Sebagai Obat COVID-19

Ketiga apotek tersebut adalah Apotek Medika Pahlawan dan Apotek Sentral Pangestu di Kota Bogor, serta Apotek Tanjakan Puspa di Kabupaten Bogor.

obat
Ilustrasi (Sumber: Pexels/Pixabay)

Ketiganya menjual obat untuk terapi COVID-19 seperti Ivermectin dan Favipirafir dengan harga dua kali lipat lebih dari HET.

Dari penyelidikan polisi, ketiga apotek tersebut menjual obat antivirus COVID-19 secara daring, serta dijual di luar wilayah Bogor.

Baca Juga

Awas! Tak Ada Ampun dari Luhut untuk Penggoreng Harga Oksigen dan Ivermectin

Pemilik dari ketiga apotek tersebut dijerat dengan pasal 14 UU No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Melalui temuan tersebut, dia mengingatkan masyarakat yang mengetahui adanya penjualan obat di atas HET, apalagi melalui online, termasuk apotik menjual obat tanpa resep dokter, agar dilaporkan ke Polisi. "Ini menjadi pantauan dari Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor," tutup dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKS Minta Anies Tetap Berkomitmen Tolak Reklamasi
Indonesia
PKS Minta Anies Tetap Berkomitmen Tolak Reklamasi

PKS juga mendesak Anies untuk berani menolak pihak lain yang mau membuat reklamasi baru di wilayah Teluk Jakarta.

KPK Buka Kemungkinan Tuntut Pidana Mati Edhy Prabowo dan Juliari Batubara
Indonesia
KPK Buka Kemungkinan Tuntut Pidana Mati Edhy Prabowo dan Juliari Batubara

Bahkan penerapan ketentuan UU lain seperti TPPU

3 Juni, KPU Banjarmasin Tetapkan Wali Kota Terpilih
Indonesia
3 Juni, KPU Banjarmasin Tetapkan Wali Kota Terpilih

Usai Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Banjarmasin, pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Pilkada Banjarmasin Ibnu Sina-Arifin unggul atas paslon lainnya.

COVID Melonjak, Menag Perintahkan Anak Buah Dekati Tokoh Agama Kurangi Kegiatan
Indonesia
COVID Melonjak, Menag Perintahkan Anak Buah Dekati Tokoh Agama Kurangi Kegiatan

Ketentuan penyelenggaraan ibadah di rumah ibadah, serta pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan pada masa pandemi masih berlaku,

PKS Kritik Dibukanya Tempat Wisata saat Mudik Dilarang
Indonesia
PKS Kritik Dibukanya Tempat Wisata saat Mudik Dilarang

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher mengkritik kebijakan pemerintah yang membuka destinasi wisata.

Pemkot Solo Bikin Event Nasional Kontes Ikan Cupang Piala Wali Kota
Indonesia
Pemkot Solo Bikin Event Nasional Kontes Ikan Cupang Piala Wali Kota

"Event mendapatkan dukungan langsung dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Ini merupakan event kontes ikan cupang pertama yang disupport langsung (Gibran)," katanya.

Perintahkan Tambah 2 Juta Paket Obat, Jokowi: Kan Enggak Mahal
Indonesia
Perintahkan Tambah 2 Juta Paket Obat, Jokowi: Kan Enggak Mahal

Jokowi meminta Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk tidak ragu

Kerja Lebih 10 Tahun, Pegawai Honor Diusulkan Langsung Diangkat PPPK
Indonesia
Kerja Lebih 10 Tahun, Pegawai Honor Diusulkan Langsung Diangkat PPPK

Pemerintah akan kembali membuka jalur formasi umum dan formasi khusus pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021.

Mendagri Wanti-wanti Libur Panjang Jangan Sampai Terjadi Lonjakan Corona
Indonesia
Mendagri Wanti-wanti Libur Panjang Jangan Sampai Terjadi Lonjakan Corona

Masyarakat diprediksi bakal mengunjungi tempat-tempat wisata saat libur panjang di akhir Oktober.

Pentolan KAMI Diduga Ajak Merusuh dan Siapkan Logistik
Indonesia
Pentolan KAMI Diduga Ajak Merusuh dan Siapkan Logistik

Mabes Polri membongkar modus beberapa oknum Koalisi Aksi Selamatkan Indonesia (KAMI) jelang kasus kericuhan demo UU Cipta Kerja.