Tiga Organisasi Besar Mundur, POP Kemendikbud Dinilai Bermasalah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Achmad. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/aa.

Merahputih.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespon dengan cepat terkait persoalan mundurnya beberapa organisasi besar dari program organisasi penggerak (POP).

"Kalau kemudian organisasi penggerak itu mundur berarti ada persoalan yang cukup serius di situ," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/7).

Baca Juga

Aurel Hermansyah Tertarik Investasi dengan Uang Rp20 Ribu

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga meminta agar POP dan program serupa dalam perencanaannya dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan hal-hal yang negatif terhadap program tersebut.

Apalagi, sektor pendidikan mengalami dampak yang cukup besar akibat pandemi COVID-19. Dana yang dialokasikan pemerintah untuk sektor pendidikan itu cukup besar yakni Rp 595 Miliar.

"Oleh karena itu saya minta Kemendikbud agar membuat program-program dengan alokasi anggaran yang besar itu dengan efektif," ujarnya.

Sufmi Dasco Ahmad. (Antara)

Dasco meminta agar Kemendikbud membuka secara transparan terkait perencanaan dan pelaksanaan POP. Sehingga nantinya tidak ada hal negatif hingga polemik yang timbul terhadap program tersebut.

Diketahui, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengundurkan diri dari Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang digagas Nadiem Makarim. PGRI menjadi ormas ketiga yang mundur setelah Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi menyatakan keputusan ini diambil berdasarkan aspirasi dari anggota dan pengurus dari daerah, Pengurus Besar PGRI melalui Rapat Koordinasi bersama Pengurus PGRI Provinsi Seluruh Indonesia, Perangkat Kelengkapan Organisasi, Badan Penyelenggara Pendidikan dan Satuan Pendidikan PGRI yang dilaksanakan pada hari Kamis (23/7) kemarin.

Baca Juga

Gibran Harus Jawab Kritik Dinasti Politik dengan Kompetensi

"PGRI memutuskan untuk tidak bergabung dalam Program Organisasi Penggerak Kemendikbud," kata Unifah Rosyidi dalam surat resmi pengunduran diri, Jumat (24/7).

PGRI beralasan proses seleksi ormas untuk POP bermasalah, sementara penggunaan dana negara yang diberikan bukanlah dana yang sedikit. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sempat Terhenti, Proses Seleksi CPNS Kembali Dilanjutkan
Indonesia
Sempat Terhenti, Proses Seleksi CPNS Kembali Dilanjutkan

Pada 30 Oktober 2020, BKN akan mengumumkan pada publik para CPNS yang lolos semua tahapan seleksi.

 Update COVID-19 DKI: 27.696 Rapid Test 829 Positif Corona
Indonesia
Update COVID-19 DKI: 27.696 Rapid Test 829 Positif Corona

"Sampai dengan Selasa, 7 April 2020, total sebanyak 27.696 orang telah menjalani rapid test, 829 orang dinyatakan positif COVID-19 dan 26.867 orang dinyatakan negatif," kata Catur

Diperiksa Soal 'Red Notice' Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Diberondong 40 Pertanyaan
Indonesia
Berencana Rombak Kabinet, Jokowi Tersandera Intervensi Parpol
Indonesia
Berencana Rombak Kabinet, Jokowi Tersandera Intervensi Parpol

Pangi menyebut, apabila intervensi parpol dalam penyusunan kabinet dan reshuffle cukup tinggi, akan mereduksi kekuasaan presiden (hak prerogatif).

Pengunggah Kolase Maruf Amin-Kakek Sugiono Dijerat UU ITE
Indonesia
Pengunggah Kolase Maruf Amin-Kakek Sugiono Dijerat UU ITE

pelaku dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

RUU Minuman Beralkohol Dinilai Picu Kesewenangan
Indonesia
RUU Minuman Beralkohol Dinilai Picu Kesewenangan

Institute for Criminal Justice Reform ( ICJR) menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Minuman Beralkohol (Minol) tidak perlu dibahas DPR.

Brigjen Prasetijo Motoran ke Dekat Mabes Polri Ambil 'Amplop'
Indonesia
Brigjen Prasetijo Motoran ke Dekat Mabes Polri Ambil 'Amplop'

Brigjen Prasetijo menghampiri mobil dan menerima sebuah amplop dari Tommy

BMKG: Hujan Petir dan Angin Kencang di Jakarta Ahad Siang
Indonesia
BMKG: Hujan Petir dan Angin Kencang di Jakarta Ahad Siang

BMKG memperkirakan hujan intensitas ringan hingga sedang berdurasi singkat yang disertai petir dan angin kencang di sebagian besar Jakarta, Ahad siang.

Eks Pejabat AP II Tegaskan Proyek BHS Dikerjakan Melalui Proses Lelang
Indonesia
Eks Pejabat AP II Tegaskan Proyek BHS Dikerjakan Melalui Proses Lelang

"Waktu pertama kali bertemu belum, pada awal 2018 belum (mendapat proyek)," kata Andra

Kemendagri Minta Politisi Daerah Sosialisasikan UU Cipta Kerja
Indonesia
Kemendagri Minta Politisi Daerah Sosialisasikan UU Cipta Kerja

DPRD diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan dan mensosialisasikan secara masif tujuan dan niat baik adanya Undang-undang Cipta Kerja.