Tiga Oknum Relawan KAMI Jadi Tersangka Penganiayaan Polisi Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

MerahPutih.com - Tiga oknum relawan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjadi tersangka kasus penganiayaan polisi saat adanya aksi massa di DPRD Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago menuturkan, tiga orang yang ditetapkan itu hasil dari pemeriksaan enam orang petinggi KAMI yang berstatus sebagai saksi. "Hasil penyidikan bahwa muncul tiga orang lagi (tersangka) yang kemudian kemarin sudah dilakukan penangkapan dan dilakukan penahanan juga," ucapnya di Polda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/10)

Baca Juga

Polri Benarkan Tangkap Petinggi KAMI

Erdi menjelaskan, tiga orang tersangka itu berinisial IR (37), MYR (23), dan URJ (24). Satu orang dari mereka, kata dia, merupakan mahasiswa dan dua orang lainnya merupakan pegawai swasta.

Menurut Erdi, ketiga orang itu diduga terlibat terhadap pengeroyokan anggota polisi hingga menyebabkan luka di bagian kepala dan perlu dilakukan penanganan medis.

Sebelumnya polisi juga telah menetapkan tujuh orang tersangka atas kasus penganiayaan anggota polisi itu. Dengan demikian, menurutnya hingga saat ini ada sebanyak 10 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Total ada 10 tersangka, enam orang ditahan, empat orang tidak dilakukan penahanan namun wajib lapor," ujar Edi dilansir Antara.

Baca Juga

Polisi Klaim Kantongi Bukti Pidana Pentolan KAMI

Bagi tersangka baru maupun tersangka sebelumnya, Erdi mengatakan, polisi menjerat dengan Pasal 170 dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Tak Larang Warga Gelar Lomba 17 Agustus, Tapi...
Indonesia
Pemprov DKI Tak Larang Warga Gelar Lomba 17 Agustus, Tapi...

17 Agustusan kalau bisa dilakukan dengan cara online

Pajak Bikin Negara Bertahan dari Pandemi
Indonesia
Pajak Bikin Negara Bertahan dari Pandemi

Pajak yang dikumpulkan dipastikan digunakan untuk merealisasikan berbagai aspek yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Komnas HAM Serahkan Bukti Penembakan 6 Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Serahkan Bukti Penembakan 6 Laskar FPI

Dalam berita acara penyerahan, barang bukti akan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan rekomendasi, khususnya penegakan hukum.

Halau Pemudik, Pemkab Sleman Pasang Penyekat di Jalur Tikus Perbatasan
Indonesia
Halau Pemudik, Pemkab Sleman Pasang Penyekat di Jalur Tikus Perbatasan

Posko monitoring penumpang ada di Terminal Prambanan, Terminal Condongcatur, Terminal Gamping dan Terminal Pakem.

Pimpinan DPR Prihatin Gedung Kongres AS Diduduki Pendukung Donald Trump
Indonesia
Pimpinan DPR Prihatin Gedung Kongres AS Diduduki Pendukung Donald Trump

Kemenangan demokrasi secara etis dibangun dengan kesopanan, kehormatan, integritas, dan hukum

Anies Pastikan Jakarta Aman saat Jumat Agung
Indonesia
Anies Pastikan Jakarta Aman saat Jumat Agung

Umat kristiani akan memperingati Jumat Agung atau kematian Isa Almasih pada Jumat (2/4) besok.

Pecah Rekor Lagi, Kasus Harian COVID-19 di Indonesia Tembus 4.465
Indonesia
Pecah Rekor Lagi, Kasus Harian COVID-19 di Indonesia Tembus 4.465

Berdasarkan data hingga Rabu (23/9) pukul 12.00 WIB, pemerintah menyatakan ada 4.465 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Satgas Operasi Nemangkawi Tembak Mati 5 Anggota KKB
Indonesia
Satgas Operasi Nemangkawi Tembak Mati 5 Anggota KKB

Satgas Operasi Nemangkawi menembak mati lima anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menyerbu markas KKB Lumawi, Kampung Makki, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (27/4).

Hongaria Nyatakan Vaksin Sinopharm dan Sputnik V Lebih Baik dari Vaksin Barat Manapun
Indonesia
Hongaria Nyatakan Vaksin Sinopharm dan Sputnik V Lebih Baik dari Vaksin Barat Manapun

Pemerintah Hongaria menyebut, lebih banyak orang yang jatuh sakit setelah vaksinasi dengan vaksin Pfizer-BioNtech

Polres Jakarta Pusat Perketat Keamanan Gereja Katedral
Indonesia
Polres Jakarta Pusat Perketat Keamanan Gereja Katedral

"Pola kegiatan yang dilakukan guna mengantisipasi upaya serupa  dengan peningkafan kegiatan preemtif dan preventif," kata Hengki kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/3).