Tiga Negara Eksploitasi Planet Mars Bulan Juli ini Tiga negara melakukan 3 misi berbeda. (Foto: Unsplash/Christian Lischka)

JUMLAH populasi planet Mars naik menjadi tiga kali lipat. Tiga misi Mars baru dari tiga negara akan diluncurkan bulan depan, diyambah dengan dua penjelajah baru berkunjung ke planet ini.

Meskipun jaraknya jutaan kilometer dari Bumi, Mars selama bertahun-tahun telah menjadi daya tarik bagi manusia. Sayangnya Mars hanya dieksplorasi secara marginal, masih merupakan misteri.

Baca juga:

Komet C/2020 Melintas Bumi Mengejutkan Dunia Astronomi

mars
Tahun ini planet Mars memiliki titik paling dekat dengan Bumi. (Foto: Pixabay/PIRO4D)

Proyek NASA, bernama Curiosity Rover, melansir laman CTV News, menyebutkan Mars sebagai rumah sejak tahun 2012. Selama beberapa bulan terakhir, para ilmuwan telah memerintahkan Curiosity tidak dari kantor mereka di NASA.

Kendaraan itu berada sendirian di planet itu sejak Opportunity Rover dikirim ke Mars dengan penjelajah Spirit pada tahun 2003. Penjelajah itu berhenti merespons pada tahun 2018 setelah badai debu besar yang menyapu lokasinya di Mars. Misi Opportunity secara resmi dianggap selesai pada tahun 2019. Keputusan itu diambil setelah NASA selama berbulan-bulan berusaha mencari komunikasi dan menghidupkan kembali rover.

Pada tanggal 30 Juli, NASA mengirimkan Curiosity teman baru. Penjelajah Mars kelima mereka yang dinamai Perseverance.

Misi utama Perseverance adalah untuk mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu di Mars. Dengan mempelajari geologi dan mengambil sampel batuan dan tanah untuk selanjutnya dianalisis di Bumi. Eksplorasi sebelumnya, termasuk pekerjaan yang dilakukan oleh Opportunity, telah menunjukkan bukti bahwa pernah ada air di permukaan Mars.

Baca juga:

Cahaya Merah Misterius Terdeteksi di Pusat Bima Sakti

mars
Tiga negara mengeksplorasi demi tujuan manusia datang ke Mars. (Foto: Pixabay/WikiImages)

Karena air adalah salah satu komponen utama kehidupan seperti yang kita kenal. Bukti lebih lanjut bahwa Mars tidak selalu menjadi tanah kering berbatu, ini membuka pemahaman tentang bagaimana kehidupan yang ada di luar planet kita.

NASA telah mengirim roket dan pesawat pendarat ke Mars selama beberapa dekade. Namun musim panas ini, monopoli Mars oleh Amerika Serikat ditantang oleh Tiongkok dan Uni Emirat Arab. Menurut badan antariksa Tiongkok, mereka akan mendaratkan rover di Mars musim panas ini yang disebut Tianwen-1.

Meskipun tidak banyak perincian misi itu, rover dijadwalkan akan diluncurkan sekitar bulan Juli. Hebatnya, ini merupakan misi eksplorasi Mars pertama di Tiongkok. Sementara Uni Emirat Arab tidak mendaratkan rover di Mars, mereka meluncurkan misi untuk mengorbit Mars dan mengamati dari luar angkasa.

Hitungan mundur di situs badan antariksa UEA menunjukkan bahwa misi tersebut diluncurkan minggu depan, pada tanggal 15 Juli. The Hope Probe akan mengelilingi planet ini selama dua tahun. Misi ini bertujuan untuk memahami dinamika iklim Mars, struktur atmosfer Mars, dan mengapa hidrogen dan oksigen keluar dari atas atmosfer menuju ruang angkasa. Misi UEA ini akan menjadi yang pertama dari tiga misi yang diluncurkan musim panas ini.

Lalu mengapa begitu banyak misi ke Mars yang diluncurkan dalam bulan yang sama? Karena ada kesempatan yang unik saat ini. Inilah momen Bumi dan Mars saling berdekatan. Sesuatu yang hanya terjadi dalam dua tahun sekali.

Meskipun ketiga misi ini dioperasikan oleh negara-negara dan tujuan yang berbeda, mereka semua berfungsi sebagai batu loncatan penting menuju pencarian utama: membuka jalan bagi manusia ke Mars pada akhir abad ini. (lgi)

Baca juga:

Menakjubkan, Foto Kilat 'Red Sprite' di Prancis

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH