Tiga Napi Masih Dirawat di RSUD Tangerang, Satu Kritis Jenazah korban kebakaran Lapas. (MP/ Rizky Fitrianto)

Merahputih.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang masih merawat tiga dari 10 pasien korban kebakaran Lapas Tangerang. Tujuh narapidana yang mendapat perawatan telah dinyatakan meninggal.

Kepala Bagian Humas RSUD Tangerang, dokter Hilwani menyampaikan dari ketiga pasien yang tersisa, dua orang dalam kondisi membaik. Mereka berinisial Y dan JS.

"Yang dua (kondisinya) stabil, mudah-mudahan bisa kembali ke lapas. Makan minum mandiri, komunikasi lancar, tidak ada ketergantungan ke perawat," ungkap Hilwani di RSUD Tangerang, Selasa (14/9).

Baca Juga:

1 Napi Teroris Jadi Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang

Sementara satu pasien lainnya berinisial N masih kritis. Menurut Hilwani, kondisi pasien relatif stabil dan potensi memburuk karena mengalami luka bakar di kepala dan wajahnya.

"Satu pasien lainnya masih kritis. Tuan N luka bakar 13 persen di kepala dan wajah, serta mengalami trauma inhalasi," tuturnya.

Hilwani menjelaskan, pasien N saat ini masih dirawat intensif dan mendapatkan bantuan pernafasan ventilator. "N tidak mandiri, dipasangi ventilator dan harus terus dibantu dengan oksigen," jelasnya.

Sebelumnya pada Senin (13/9) malam, dua pasien berinisial M dan I dinyatakan meninggal. Hilwani menyebut keduanya mengalami trauma jalan napas.

Pasien M mengalami trauma Inhalasi dengan luas luka bakar 20 persen dan dengan penyakit penyerta. Sementara pasien I mengalami trauma inhalasi dan luka bakar 98 persen.

Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/Rizky)
Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/Rizky)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menerangkan pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap 7 orang, termasuk dengan Kalapas Kelas 1 Tangerang, Victor Teguh Prihartono yang telah hadir pada Selasa (14/9) pagi tadi.

"Yang bersangkutan (Kalapas) sudah datang, tapi dijadwalkan hari ini ada 7 orang. Yang baru datang dua orang, Kalapas dan Kepala Tata Usaha dari Lapas Kelas 1 Tangerang," kata Yusri.

Sementara, polisi masih menunggu Kabid Administrasi, Kepala KPLP, Kasubbag Kum, Kasie Keamanan dan Kasie Perawatan.

Ketujuh orang tersebut nantinya diperiksa terkait dengan adanya dugaan dalam Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 359 KUHP terkait dengan Kelalaian.

Baca Juga:

41 Napi Tewas di Lapas, Kebijakan Menangani Kejahatan Ringan Harus Diubah

Lebih lanjut, terkait dengan pemeriksaan 25 orang saksi dari warga binaan Lapas, pihak PLN dan pemadam kebakaran di dua lokasi. Yakni Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (13/9) kemarin, Yusri menegaskan pihaknya masih mendalami keterangan tersebut.

Termasuk dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi ahli. "Kami masih kumpulkan semuanya, nanti kalau sudah lengkap kami akan gelar perkara untuk menentukan apakah ada tersangka dalam kasus ini," pungkas Yusri. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Mentahkan Pernyataan Komisioner Komnas HAM Soal Penggagas Ide TWK
Indonesia
KPK Mentahkan Pernyataan Komisioner Komnas HAM Soal Penggagas Ide TWK

Pada saat itu sudah dipertanyakan apakah cukup dengan penandatangan pakta integritas kesetiaan terhadap NKRI

Yahya Waloni dan Muhammad Kece Dinilai Layak Dijerat Pidana Hasutan Kebencian Beragama
Indonesia
Yahya Waloni dan Muhammad Kece Dinilai Layak Dijerat Pidana Hasutan Kebencian Beragama

Setara Institute menilai dua tersangka kasus penodaan agama, Muhammad Kace dan Yahya Waloni lebih tepat dijerat dengan pasal hasutan dan kebencian berdasarkan agama.

Vaksin Akhiri Wabah Maut Hitam di Priangan Jabar
Indonesia
Vaksin Akhiri Wabah Maut Hitam di Priangan Jabar

Jauh sebelum pandemi COVID-19, sejumlah daerah di Indonesia pernah dilanda wabah sampar, penyakit yang dikenal juga dengan sebutan pes. Penyakit ini dipicu bakteri Yersinia pestis dari hewan pengerat seperti tikus.

DPR Usul Standar Positive Rate Jadi Acuan Evaluasi Penanganan COVID-19
Indonesia
DPR Usul Standar Positive Rate Jadi Acuan Evaluasi Penanganan COVID-19

"Per 19 Juli, positive rate masih sangat tinggi yakni 26,88 persen. Jauh di atas ambang nilai WHO sebesar 5 persen," kata Mufida

Dewa United FC Setuju LIB Tunda Liga 2 sampai Awal September
Olahraga
Dewa United FC Setuju LIB Tunda Liga 2 sampai Awal September

LIB berencana kembali menggulirkan kompetisi Liga 1 Agustus 2021, selanjutnya Liga 2 diperkirakan digelar September 2021.

Anies dan Kepala Daerah Se-Indonesia Dinilai Tak Wajib Patuhi Kemenaker Soal UMP
Indonesia
Anies dan Kepala Daerah Se-Indonesia Dinilai Tak Wajib Patuhi Kemenaker Soal UMP

Anies maupun kepala daerah lain berhak menetapkan UMP 2021 karena bertanggung jawab kepada rakyat yang memilihnya.

[HOAKS atau FAKTA]: UAS Diringkus Polisi Terlibat Investasi Bodong
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: UAS Diringkus Polisi Terlibat Investasi Bodong

video dengan klaim Polri melakukan penjemputan paksa terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) dikarenakan investasi bodong

Soal Pengganti Panglima Hadi Tjahjanto, Istana Ungkap Sinyal dari Jokowi
Indonesia
Soal Pengganti Panglima Hadi Tjahjanto, Istana Ungkap Sinyal dari Jokowi

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki usia pensiun pada akhir November 2021.

Polisi Ungkap Motif Pelaku Sebar Video Syur Mirip Artis
Indonesia
Polisi Ungkap Motif Pelaku Sebar Video Syur Mirip Artis

Polisi pun membeberkan motif PP dan MN menyebarkannya secara masif.

Pengetatan Mudik Berakhir, Level Operasional Bandara Dinaikkan
Indonesia
Pengetatan Mudik Berakhir, Level Operasional Bandara Dinaikkan

Bandara dapat menetapkan level operasional masing-masing, apakah Normal, Slowdown atau Minimum, untuk menciptakan resilient operation, agility operation, dan lean operation.