Tiga Kementerian Ini Diminta Waspada, Ada Apa? Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin memimpin Sidang Paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10/2019). (Bayu Prasetyo)

MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, ada pos kementerian yang menjadi sorotan saat Presiden Joko Widodo mengucapkan bakal merombak kabinet. Menurut Ray, salah satu pos tersebut adalah Kementerian di bidang ekokomi.

"Ada ketidakpuasan cukup dalam dari Presiden pada kinerja ekonomi kita selama tiga bulan terakhir dan kemampuan mereka menjawab tantangan resesi dunia," kata Ray kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/6).

Baca Juga

Ini Sejumlah Menteri yang "Tak Bisa Tidur" Gegara Gertakan Jokowi

Ia menjelaskan, pos kedua, kementerian yang layak diganti adalah berhubungan langsung dengan penanganan COVID-19. Pos yang masuk dalam sektor ini adalah Menteri Kesehatan dan Menteri Sosial. Sementara pos ketiga adalah kementerian yang berhubungan dengan penegakan hukum.

"Tiga pos ini kemungkinan akan jadi bidikan untuk di-reshuffle oleh presiden. Kita cermati dalam dua atau tiga bulan ke depan. Selalu ada arah angin berbalik," ujar Ray.

Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.
Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

Dia melihat adanya peringatan Presiden Jokowi untuk melakukan reshuffle bukanlah sesuatu yang tergesa-gesa. Di periode pertama, Jokowi juga melakukan reshuffle setelah satu tahun masa bakti preiode pertamanya.

Dengan melihat pengalaman tersebut, ada kemungkinan reshuffle akan dilakukan setelah satu tahun masa periode kedua. Oktober 2020 adalah masa satu tahun periode kedua Jokowi. Jadi, besar kemungkinan perombakan akan dilaksanakan sekitar Desember atau awal Januari.

"Faktor reshuffle-nya bukan saja karena kelambanan kinerja kabinet merespons wabah COVID-19, tapi memang soal kinerja mereka umumnya sejak hari pertama dilantik sebagai menteri," jelas Ray.

Dia juga mengkritik Presiden Jokowi. Menurutnya, lambannya kinerja kabinet tidak bisa melulu dilihat sebagai kegagalan para menteri.

Kelambanan juga karena presiden yang selalu menekankan agar tidak membuat gaduh supaya dalam menghadapi COVID-19 tidak memperlihatkan sikap panik. Bahkan, dikesankan sebagai sesuatu yang biasa dan akan dapat dilalui dengan cara biasa yang dimodifikasi.

Baca Juga

Jokowi Marah Ancam Reshuffle Dianggap Refleksi Kecewa ke Diri Sendiri

"Sejak awal Presiden Jokowi menyatakan bahwa COVID-19 telah masuk ke Indonesia, kesan menghadapinya dengan cara biasalah. Itu yang umumnya tertanam dibenak banyak orang, termasuk para menterinya," tutur Ray.

"Agar dalam menghadapi COVID-19 ini tak memperlihatkan sikap panik. Bahkan dikesankan sebagai sesuatu yang biasa dan akan dapat kita lalui dengan cara biasa yang dimodifikasi," jelasnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH