Tiga Kekuatan Budaya di Jawa Barat Gedung Sate, Bandung (Foto/Flickr)

PROVINSI Jawa Barat (Jabar) memiliki tiga kekuatan budaya, yaitu Betawian, Sunda Priangan, dan Cirebonan. Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun berkomitmen untuk terus melestarikan tiga keunikan seni budaya khas tiga zona budaya itu agar tak luntur dimakan zaman.

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, budaya dapat menunjukkan identitas siapa kita. Emil, sapaan akrab gubernur, menuturkan bahwa Jawa Barat harus memiliki ciri khas, tidak boleh mirip bahkan harus berbeda dengan daerah atau bangsa lain.

“Kami ingin berbeda karena budaya adalah siapa kita. Cara kita bertutur, cara kita berlisan, cara kita berpakaian, cara kita menghormati alam, manusia, dan Tuhan adalah identitas kita,” ujar Emil dalam sambutannya di acara Riksa Budaya Jawa Barat yang kali ini digelar di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (11/12).

“Itulah kenapa kita membuat program Riksa Budaya,” tambahnya.

Baca juga:

Pesona GKI Indramayu, Gereja Tertua di Indramayu

Aki Lengser (Instagram/@sony_fentarto)
Aki Lengser (Instagram/@sony_fentarto)

Sebelumnya Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berkeliling mengajak semua elemen masyarakat menggelar berbagai kreativitas seni dan budaya khas daerahnya masing-masing, seperti di Ciamis, Subang, dan Sukabumi.

Indramayu menjadi daerah terakhir di tahun ini untuk menampilkan berbagai pesona kesenian dan budaya khas Panturaan. “Kita bersemangat agar tiga budaya ini tidak boleh hilang dan harus lestari, karena budaya adalah identitas siapa kita,” tutur Emil.

“Kita tidak ingin mereduksi pembangunan Jawa Barat hanya urusan membangun jalan, jembatan, dan lain-lain. Tapi juga membangun batin, agamanya, budayanya kita perkuat,” lanjutnya.

Emil menambahkan, bahwa komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat akan diperkuat dengan pemanfaatan halaman belakang Gedung Sate mulai tahun depan. Lokasi itu nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan dan pertunjukkan seni budaya dari 27 kabupaten/kota yang ada di Jabar.

“Tahun depan karena halaman belakang Gedung Sate sedang direnovasi kita akan jadikan tempat untuk pagelaran budaya dari 27 daerah. Nanti tiap dua minggu kita undang untuk menggelar kebudayaan di pusat Jawa Barat yaitu Gedung Sate,” paparnya.

Baca juga:

Siap Nikmati Seluruh Wisata Cirebon? Ini Jalur Khusus Destinasinya

Naskah Sunda. (Foto: ist)
Naskah Sunda. (Foto: ist)

Plt. Bupati Indramayu Taufik Hidayat yang hadir pada kesempatan ini, menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan Riksa Budaya yang digagas oleh Pemda Provinsi Jawa Barat. Riksa Budaya, kata Taufik, menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya.

“Tentunya dengan kegiatan hari ini (Riksa Budaya) akan menumbuhkan kelestarian budaya dan seni di Kabupaten Indramayu dan tentunya di Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengungkapkan, Riksa Budaya bisa menjadi kekuatan untuk pengembangan industri pariwisata di tiga zona kebudayaan yang ada Jawa Barat tersebut agar menjadi sebuah destinasi wisata. Bahkan, kata Dedi, ke depan ada keinginan dari gubernur untuk menggelar Riksa Budaya di setiap kecamatan.

“Riksa Budaya ini merupakan kekuatan untuk pariwisata, sehingga kalau kita lakukan ke depan di setiap kabupaten/kota. Bahkan Pak Gubernur (Ridwan Kamil) ingin ada di setiap kecamatan, ini akan mengangkat destinasi pariwisata,” jelas Dedi.

Laporan dari Mauritz kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Baca juga:

Inilah Rahasia Masyarakat Sunda Agar Sakit Perut Reda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usaha Usmar Ismail Menangkap Kekikukan Kehidupan Bekas Pejuang Setelah Kemerdekaan
Indonesiaku
Usaha Usmar Ismail Menangkap Kekikukan Kehidupan Bekas Pejuang Setelah Kemerdekaan

Usmar Ismail melihat masa setelah revolusi fisik bukan era bagi kaum pejuang revolusi karena era baru membutuhkan manusia baru

Chef Juna dan Chef Renatta Resmi Bergabung dengan Daily Family
Kuliner
Chef Juna dan Chef Renatta Resmi Bergabung dengan Daily Family

Dailybox mengumumkan bergabungnya Chef Juna Rorimpandey dan Renatta Moeloek dengan Daily Family

Ketupat dan Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran, ini Maknanya
Kuliner
Ketupat dan Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran, ini Maknanya

Ketupat biasanya disajikan dengan opor ayam, gulai daging, atau gulai telur.

Apa Saja Perbedaan Gundala Versi Klasik Versus Film Joko Anwar?
Indonesiaku
Soto Ayam Jadi Salah Satu Sup Terbaik Dunia
Kuliner
Soto Ayam Jadi Salah Satu Sup Terbaik Dunia

Soto ayam dideskripsikan sebagai salah satu hidangan puncak kuliner Indonesia.

Melestarikan Warisan Budaya Lewat Metaverse
Tradisi
Melestarikan Warisan Budaya Lewat Metaverse

Mengenal warisan budaya Indonesia lewat metaverse.

Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?
Tradisi
Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?

Dia adalah pahlawan nasional dari kampung Haria, Saparua, yang sekarang masuk wilayah Maluku Tengah.

5 Makanan Ringan Lezat dari Budaya Asia Tenggara
Kuliner
5 Makanan Ringan Lezat dari Budaya Asia Tenggara

Makanan ringan yang dapat mengeyangkan.

Yogyakarta Gelar Pameran Virtual Manuskrip Kuno
Travel
Yogyakarta Gelar Pameran Virtual Manuskrip Kuno

Kegiatan pameran virtual ini merupakan bagian dari Festival Sastra Yogyakarta 2021.