Relasi
Memahami 3 Jenis Biologi Cinta Mengenal tiga jenis cinta. (Foto: pexels/Jaspereology)

MENCINTAI seseorang dan jatuh cinta bisa membuat kita mengalami banyak perasaan kontras yang seringkali terlalu rumit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Di situlah 'biologi cinta' bisa berguna untuk membantu kita memahami mengapa kita merasakan apa yang kita rasakan.

Antropolog dan peneliti Amerika di bidang hubungan romantis, Helen Fisher, menemukan teori menarik berdasarkan keyakinan bahwa tidak semua cinta dialami secara setara dan bahwa cinta romantis dapat dipecah menjadi tiga jenis yang berbeda. Berikut karakteristik berbeda dari tiga jenis cinta dilansir dari Brightside.

Baca juga:

Tujuh Tanda Egois dalam Hubungan

Kegilaan

Katie
Kegilaan menorah pada kontak fisik yang lebih intim. (Foto: Pexels/Katie Salerno)

Para ilmuwan seperti Fisher, punya kemampuan untuk melihat ke dalam proses neurobiologis dan kognitif yang mendasari ketertarikan dan cinta. Mereka mulai mengidentifikasi perasaan berbeda yang terjadi pada berbagai tahap hubungan romantis, di mana nafsu atau kegilaan adalah yang pertama.

Mirip dengan nafsu, kegilaan, berasal dari apa yang disebut otak reptil dan murni karena dasarnya. Ini adalah perasaan yang sebagian besar dari kita dapat dengan mudah berhubungan, dorongan keintiman dengan seseorang yang hampir tidak kita kenal. Ini langsung dan berdasarkan elemen fisik dan perilaku ketertarikan. Pada tahap tergila-gila, hipotalamus otak memainkan peran penting. Ia merangsang produksi hormon seks estrogen dan testosteron.

Karena itulah fase ini biasanya ditandai dengan rasa baru dan euforia. Serbuan hormon juga bisa membuat kita merasa bersemangat dan obsesif secara tidak rasional. Perasaan pada tahap ini dapat berubah terus-menerus dan terkadang memudar secepat mereka datang. Namun, kegilaan juga bisa menjadi batu loncatan menuju keintiman yang matang dan bertahan lama.

Gairah

gairah
Gairah dalam hubungan percintaan. (Foto: Pexels/Min An)

Gairah atau hubungan emosional antara dua orang berasal dari otak mamalia. Otak kita dipenuhi dengan dopamin dan norepinefrin, membuat orang merasa seperti 'kepincut' satu sama lain. Mereka menatap mata satu sama lain, ingin menghabiskan setiap momen bersama, begadang bersama-sama sampai pagi hanya untuk mengobrol.

Bahan kimia ini membuat kita energik dan euforia, yang terkadang menyebabkan insomnia dan penurunan nafsu makan. Gairah melibatkan tingkat kimia emosional yang tinggi, itulah sebabnya ia memiliki kekuatan untuk menghalangi penalaran logis seseorang.

Baca juga:

4 Zodiak yang Juara dalam Menyembunyikan Perasaan

Dibutakan oleh gairah, artinya kita terbawa dan memproyeksikan masa depan imajiner dari hubungan itu, yang tidak selalu menjadi kenyataan. Menurut sains, ujian yang menentukan masa depan hubungan dan kecocokan pasangan biasanya terjadi setelah menghabiskan 6-12 bulan bersama. Gairah terkadang bisa memudar karena kurangnya kebaruan, tetapi beberapa pasangan berhasil menjaga percikan ini tetap hidup selama beberapa dekade.

Saat cinta menjadi lebih dewasa, berbagai bagian otak diaktifkan. Beberapa pasangan mengaku jatuh cinta bahkan setelah bertahun-tahun bersama. Dalam salah satu studinya, Fisher menemukan bahwa beberapa pasangan paruh baya menunjukkan aktivitas otak yang hampir sama dengan pasangan muda.

Komitmen

komitmen
Komitmen untuk pasangan jangka panjang. (Foto: Pexels/Jasmine Cartier)

Komitmen, atau keterikatan, adalah ketika gairah berlanjut cukup lama sehingga menjadi cinta tanpa syarat. Keterikatan adalah salah satu faktor terpenting dalam hubungan jangka panjang. Jika kegilaan dan gairah mendominasi urusan romantis, keterikatan memainkan peran penting dalam ikatan yang lebi dalam: kekeluargaan dan persahabatan.

Ada dua hormon utama yang dilepaskan pada tahap ini adalah oksitosin dan vasopresin. Jika ada kecocokan jangka panjang antara mereka, pasangan itu terus berbagi pengalaman hidup baru bersama tanpa batas waktu dan komitmen muncul.

Hubungan biasanya terasa sempurna sampai sesuatu yang negatif terjadi: kehilangan pekerjaan, masalah kesehatan, kebiasaan yang mengganggu, dan lain-lain. Pada saat itulah komitmen mengharuskan orang untuk menerima dan mencintai kekurangan pasangan sebanyak mencintai sifat positif mereka.

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa untuk pasangan yang mencapai tingkat komitmen itu, perasaan diri mereka benar-benar menyatu dengan perasaan orang lain. (avia)

Baca juga:

Diskusikan dengan Pasangan Sebelum Menikah, Penyelamat Pernikahan

Ibu adalah Superwoman, Tak Tergantikan
Fun
Dia Mendua, Benarkah?
Fun
Ibu adalah Superwoman, Tak Tergantikan
Fun
Dia Mendua, Benarkah?
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lyodra hingga Kaleb J, Intip Pemenang TikTok Awards Indonesia 2021
ShowBiz
Lyodra hingga Kaleb J, Intip Pemenang TikTok Awards Indonesia 2021

TikTok Awards Indonesia 2021 diramaikan oleh para musisi dan kreator.

Berhenti Merokok demi Hubungan yang Lebih Baik
Fun
Berhenti Merokok demi Hubungan yang Lebih Baik

Bukan ide yang buruk untuk berhenti merokok.

Tak ada ‘Generation’ Musim Kedua di HBO Max
Fun
Tak ada ‘Generation’ Musim Kedua di HBO Max

'Generation' hanya memiliki satu musim.

Intip Rekam Jejak Nia Ramadhani di Dunia Hiburan
ShowBiz
Intip Rekam Jejak Nia Ramadhani di Dunia Hiburan

Meniti awal kariernya sebagai pencari cilik pada 1995.

Keuntungan yang Bisa Didapat dari Melakukan Kencan Online
Fun
Keuntungan yang Bisa Didapat dari Melakukan Kencan Online

Lima keuntungan jika manfaatkan kencan daring.

Lapis Serawak, Kue Paling Rumit di Dunia
Fun
Lapis Serawak, Kue Paling Rumit di Dunia

Keterampilan dan waktu yang dibutuhkan dalam membuatnya, membuat lapis Serawak salah satu kue paling rumit di dunia.

Sony Pamerkan PlayStation VR 2
Fun
Sony Pamerkan PlayStation VR 2

Desain yang sudah final tersebut akan mengikuti si konsol next-gen

[HOAKS atau FAKTA]: Air Dingin Efektif Turunkan Berat Badan
Fun
[HOAKS atau FAKTA]: Air Dingin Efektif Turunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan tidak cukup dengan minum air dingin saja.

AI Memungkinkan Pengguna Mengontrol Robot dengan Pikiran
Fun
Manga 'Berserk' akan Dilanjutkan Tanpa Kentaro Miura
Fun
Manga 'Berserk' akan Dilanjutkan Tanpa Kentaro Miura

Kerabat Kentaro Miura akan melanjutkan 'Berserk'.