Tiga Importir Terbesar di Perancis Beli Ikan dari Indonesia ikan beku (pixabay)

Merahputih.com - Importir ikan di Marseille tertarik untuk membeli produk laut dari Indonesia. Hal itu terungkap dalam pertemuan "Business to Business (B2B)" membahas berbagai hal seperti kualitas, kuantitas, jenis ikan, dan sertifikasi di KJRI Marseille, Senin (30/4). Dibahas juga hal lainnya terkait membangun kerja sama bisnis.

Konjen RI Marseille, Asianto Sinambela mengatakan di era pemerintahan Presiden saat ini terdapat beberapa kebijakan meningkatkan efektifitas industri perikanan di dalam negeri.

Kebijakan itu seperti kebijakan penenggelaman kapal asing serta kerugian disebabkan praktek IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing, yang diimplementasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP).

"Industri perikanan Indonesia, termasuk juga pelaku usaha di sektor industri ini, merupakan aktor penting dalam memajukan potensi maritim Indonesia," kata Sinambela dikutip Antara.

Dalam kesempatan itu, Sinambela menyampaikan potensi laut dan perikanan yang dimiliki Indonesia kepada tiga importir ikan yang hadir dalam acara Temu Bisnis ini. Tiga importir dari Marseille, Perancis, yakni Seablue, Seafoodia, dan Global Sea Products. Ketiganya menjajaki peluang kerjasama dengan PT Intimas Surya dari Indonesia.

Caption

Sementara, PT Intimas Surya dari Bali menawarkan berbagai jenis ikan, seperti tuna, tongkol, kakap, mackerel, dan skipjack kepada importir Marseille.

Perusahaan tersebut mengantongi sertifikat dari Uni Eropa, yakni EU Approval Number (HACCP/ Hazard Analysis Critical Control Point) yang menyatakan kedua perusahaan tersebut sesuai dengan standar produksi Uni Eropa.

"Sertifikasi tersebut merupakan platform utama dalam legalisasi internasional bagi semua pelaku usaha di sektor industri makanan," sambung Sinambela.

Selama pertemuan, ketiga importir menunjukkan ketertarikannya untuk dapat bekerjasama dengan importir ikan dari Indonesia. Misalnya, Global Sea Products Perancis berhasil menjalin kesepakatan dengan PT Intimas Surya tentang penetapan harga FOB (freight on board) ikan tongkol dari pelabuhan Tanjung Priok.

ilustrasi ikan beku (savemax.co.id)

Importir lainnya, seperti Seablue, yang telah menjalin kerjasama dengan perusahaan ini selama kurang lebih tujuh tahun, tertarik memperdalam kerja sama sebelumnya. Begitu juga dengan perusahaan Seafoodia menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki impor tuna dengan PT Intimas Surya.

Berdasarkan data dari lembaga France Agrimer, sebagian besar ekspor Indonesia ke Perancis tahun 2015 dan 2016 meningkat, antara lain Ikan tuna 2016 sebesar 1,052 ton atau senilai 5,2 juta euro, pada tahun 2015 baru 709 ton atau senilai 4,2 juta euro, sementara Gurita beku pada 2016 551 ton atau senilai 2,2 juta euro.

Sedangkan 2015 produk beku atau Frozen seberat 473 ton atau senilai 1,660,000 euro, sedangkan Udang tahun 2016 sebesar 649 ton atau senilai 6,1 juta euro (fresh, frozen) dan tahun 2015 baru 2 ton atau senilai 136 ribu euro.

Kegiatan Temu Bisnis ini merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka Seafood Expo Global diadakan pada 24-26 April lalu di Brussels. Dalam pertemuan tersebut, hadir pejabat ekonomi KJRI Marseille dan Kemlu, pengusaha produk ikan Indonesia, serta importir Marseille. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH