Tiga Hari Rupiah Terus Bergerak Melemah, Ekonom: Hari Ini Mestinya Menguat Ilustrasi (Pixabay)

Merahputih.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini masih melanjutkan pelemahan yang terjadi tiga hari berturut-turut jelang akhir pekan lalu.

Rupiah Senin (4/3) pagi bergerak melemah 35 poin menjadi Rp14.155 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.120 per dolar AS. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan pada hari ini rupiah justru diprediksi menguat.

"Setelah sebelumnya selama tiga hari berturut-turut rupiah melemah, mestinya rupiah ada potensi penguatan," ujar Lana.

Perkembangan terakhir pembicaraan kesepakatan dagang antara AS dan China dikabarkan mendekati final, yang bisa mengakhiri ancaman pengenaan tarif 25 persen atas-barang-barang impor China ke AS senilai 200 miliar dolar AS.

Faktor eksternal mempengaruhi penguatan rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar rupiah (pixabay)

Presiden Trump juga telah meminta China untuk segera mencabut tarif atas produk-produk pertanian AS.

Setelah sejak April 2018 lalu, isu perang dagang antara AS-China membuat ketidakpastian global. Bahkan badan dunia seperti IMF dan Bank Dunia memproyeksi turun pertumbuhan ekonomi global.

Menurut Lana, sebagaimana dikutip Antara, pasar menyambut positif potensi kesepakatan ini. Menurunnya ketidakpastian berpotensi membuat dolar AS melemah.

"Rupiah diperkirakan menguat menuju kisaran antara Rp14.090 sampai dengan Rp.14.120 per dolar AS," ujar Lana.

Hingga pukul 9.42 WIB, nilai tukar rupiah masih bergerak melemah 28 poin menjadi Rp14.148 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.120 per dolar AS. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH