Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Jokowi Sebelum Pilih Menterinya Joko Widodo (tengah) dan K.H. Ma'ruf Amin (kanan) di Gedung KPU RI, Jakarta, Minggu (antaranews)

Merahputih.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan paslon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai capres-cawapres terpilih periode 2019-2024. Sebelum pelantikan, Jokowi akan menyusun nama-nama untuk kabinet kerja periode keduanya ini.

Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan Presiden Joko Widodo harus memperhatikan tiga hal dalam memilih calon menteri.

“Yang pertama memiliki kapabilitas ya, sesuai dengan penempatan seseorang tersebut,” ujar Emrus ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (3/7).

BACA JUGA: Bos Gerindra Sebut Banyak Siluman Adu Domba Jokowi-Prabowo-Mega

Kapabilitas tersebut dimaksudkan agar menteri Jokowi memiliki kemampuan yang cocok di bidangnya dan tidak keblinger dalam menentukan program untuk memajukan masyarakat. “Yang kedua integritas, yang ketiga punya kredibilitas itu persyaratan untuk semua menteri,” tambahnya.

Di samping hal itu juga, Jokowi juga harus memperhatikan calon menterinya yang akan menduduki kursi menteri bidang sosial dan politik dengan memilih orang yang memiliki akseptablitas di ruang publik.

Presiden Jokowi berfoto bersama para mantan Presiden, Wakil Presiden dan juga Kabinet Kerja Jokowi-JK (Antaranews)

“Jadi penerimaan akseptabilitas itu di ruang publik itu juga sangat diperlukan, sehingga nanti tidak ada lagi ada isu-isu yang tidak produktif lagi kan yang menurut saya selama ini menghabiskan energi Pak Jokowi ketika ada isu miring,” jelasnya

Jokowi tidak perlu merombak seluruh kabinet kerjanya. Pasalnya, ada beberapa nama menteri yang masih harus dipertahankan lantaran dianggap memiliki kinerja yang bagus selama lima tahun mendampingi Jokowi. “Saya kira yang harus dipertahankan kita lihat secara langsung Susi, Ibu Susi bagus ya, dengan programnya dia yang ‘tenggelamkan’ bagus itu," terang dia.

BACA JUGA: Pengamat Nilai Wacana Jokowi Gaet Oposisi Tidak Tepat

Lalu Sri Mulyani bisa mempertahankan ekonomi Indonesia di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global.

Selain kedua orang tersebut, Jokowi juga bisa mempertahankan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto lantaran mampu membuat konsep perindustrian yang bersaing secara global. “Bisa mengemukakan konsep-konsep industry 4.0 dan kerjasama luar negeri,” tutup Emrus. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH