Tiga Hal Penyebab Matinya Jutaan Ikan di Teluk Jakarta Jutaan ikan mati di perairan Teluk Jakarta, Jakarta Utara, Selasa (1/12). (Foto: MP/Fachruddin Chalik)

MerahPutih Megapolitan - Kepala Departemen Kajian dan Pengembangan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta, Peter mengatakan penyebab matinya jutaan ikan di wilayah Ancol bisa tiga hal yakni fenomena alam (upwelling), limbah domestik, dan limbah industri spesifik (pertanian).

Fenomena alam terjadi karena bergeraknya air dalam menuju bibir pantai menggantikan air permukaan yang bergeser ke tengah laut. Air dalam kaya akan zat hara mengalami beda suhu karena diatas permukaan langsung terkena sinar matahari sehingga terjadi ledakan populasi ganggang.

"Sementara musim hujan sudah mulai sejak 4 minggu lalu, namun di pesisir sempat terhenti selama beberapa hari tanpa hujan sehingga terik matahari mengakselerasi pertumbuhan ganggang," ucap Peter melalui pesan singkat, Jumat (4/12).

Ledakan populasi ganggang juga dipicu oleh datangnya limbah domestik melalui aliran sungai. Limbah domestik merupakan makanan bagi ganggang yang hidup di hilir sungai.

"Terjadi peningkatan limbah domestik di sungai hingga muara karena terbawa air hujan, sehingga ada akumulasi sampah organik dan anorganik yang menjadi nutrisi ideal bagi ganggang berkembang," katanya.

Terakhir adalah karena limbah industri spesifik. Peter menjelaskan datangnya limbah ini berasal dari wilayah hulu sungai. "Limbah industri spesifik yang menghasilkan limbah mengandung nitrat dan fosfat sangat tinggi adalah Industri Pertanian dan berasal dari pupuk. Sepertinya tidak berasal dari Jakarta tapi dari wilayah hulu (Kabupaten Bogor)," ungkapnya.

Namun, Peter tidak bisa menyebutkan dari ketiga sebab tersebut mana yang menjadi penyebab utama matinya jutaan ikan di Ancol. Pasalnya belum ada pengamatan khusus mengenai penyebab matinya ikan.

"Harus berdasarkan pengamatan. Sayangnya belum ada pihak yang memantau lingkungan. Misal adanya penurunan suhu air permukaan secara tiba-tiba, jelas upwelling penyebabnya," tutup Peter.(yni)

BACA JUGA:

  1. Perusahaan Nakal Buang Limbah Saat Musim Hujan
  2. Warga Kampung Pulo Ragu Normalisasi Sungai Ciliwung Tepat Waktu
  3. Masyarakat Bantaran Sungai Ciliwung Hambat Kegiatan Mat Peci
  4. Program Normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Pulo Rampung Akhir Desember
  5. Menteri Basuki Sesumbar Normalisasi Sungai Ciliwung Atasi Banjir


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH