Tiga Dugaan Pelanggaran Etik Berat Irjen Firli si Ketua KPK Baru Dugaan Pelanggaran Etik Berat Irjen Firli, Ketua KPK Baru

MerahPutih.com - Komisi III DPR RI menetapkan Irjen Firli Bahuri menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Pemilihan perwira tinggi Polri ini dilaksanakan setelah para anggota DPR melalukan pertemuan antara ketua kelompok fraksi di Komisi III pada Jumat (13/9) dini hari.

Sebelum terpilih sebagai ketua, lembaga antirasuah sempat menyatakan Irjen Firli yang merupakan mantan Deputi Penindakan KPK telah melakukan pelanggaran etik berat. Tercatat ada tiga dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan jenderal polisi bintang dua itu.

Baca Juga:

Adu Kaya Capim KPK, Wakil Polri Paling Tajir

Penasihat KPK Tsani Annafari membeberkan kronologi pemeriksaan dugaan pelanggaran Firli bermula dari adanya laporan masyarakat pada 18 September 2018. Berdasarkan hasil pemeriksaan Direktorat Pemeriksaan Internal (PI), KPK menyebut terdapat dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan Irjen Firli selama bertugas di KPK.

Main Tenis Bareng TGB

Irjen Firli
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih Firli Bahuri saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.

Atas pengaduan tersebut, kata Tsani, Direktorat PI KPK menggelar pemeriksaan sejak 21 September hingga 31 Desember 2018. Direktorat PI KPK menemukan adanya sejumlah pertemuan antara Firli Bahuri dengan pihak-pihak berperkara di KPK.

"Dua kali pertemuan dengan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi," kata Tsani, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, lusa lalu.

Baca Juga:

Tsani Sebut Orang Miliki Catatan Pelanggaran Etik Pimpin KPK, Sindir Firli?

Pada 2 Mei 2018, KPK melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT NNT tahun 2009-2016. TGB merupakan salah satu pihak yang diperiksa KPK sebagai saksi penyelidikan tersebut.

Tsani menyebut Firli hadir dalam acara Harlah GP Ansor ke-84 dan launching penanaman jagung 100 ribu hektare di Bonder, Lombok Tengah, NTB, 12 Mei 2018. Menurut dia, Firli berangkat ke lokasi menggunakan uang pribadi dan tidak membawa surat tugas.

Dalam pertemuan ini pula, Firli terlihat bicara dengan TGB dan keduanya duduk pada barisan depan sambil berbincang akrab. "Kemudian Firli memberikan pidato sebagai penutup acara, di mana panitia menyebutkan sebagai Deputi Penindakan KPK," ungkap Tsani.

Irjen Firli
Tuan Guru Bajang (TGB) menemui warga usai salat Jumat di Masjid Tegalsari, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/7).(MP/Ismail)

Pertemuan selanjutnya dilakukan keesokan harinya pada 13 Mei 2018, dalam acara farewell and welcome game tennis Danrem 162/WB di Lapangan Tenis Wira Bhakti. Dalam pertemuan, kata Tsani, Firli duduk berdampingan dan berbicara dengan TGB. Acara bermain tenis tersebut, kata Tsani, adalah sebagai perpisahan dengan Korem setempat.

"Kegiatan ini berbeda dengan serah terima jabatan yang dilakukan sebelumnya pada bulan April 2018 di mana pimpinan diminta izin saat itu," jelas Tsani.

Baca Juga

Irjen Firli Bahuri Jadi Ketua KPK, Polri: Transparan dan Demokratis

Dari hasil pemeriksaan Direktorat Pl, Firli menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak direncanakan. Dalam foto yang dikantongi Direktorat PI, tampak keakraban antara TGB dengan Firli yang ditunjukkan dengan Firli menggendong anak dari TGB. Dalam video juga tidak terlihat upaya Firli untuk menghindar dari situasi pertemuan yang terjadi.

Ajak Tersangka ke Ruangan Sebelum Diperiksa

Irjen Firli KPK
Gedung KPK. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Dugaan pelanggaran etik selanjutnya yakni pertemuan dengan Pejabat BPK Bahrullah Akbar. Tsani memaparkan, Bahrullah merupakan saksi tersangka suap dana perimbangan daerah Yaya Purnomo. Bahrullah pada 8 Agustus 2018 dipanggil penyidik untuk diperiksa. Namun lantaran tidak dapat hadir, maka pemeriksaan dijadwalkan ulang.

Tsani menyatakan, saat penjadwalan pemeriksaan selanjutnya, Firli ditelepon seseorang berinisial NW yang menginformasikan Bahrullah akan ke KPK. Firli didampingi Kabag Pengamanan, menjemput langsung Bahrullah di lobi kantor KPK.

Bahkan, kata Tsani, keduanya kemudian menuju ruangan Firli menggunakan lift khusus. "Setelah itu memanggil penyidik yang terkait kasus yang diduga melibatkan Bahrullah Akbar," ujar Penasihat KPK yang telah memutuskan mundur dari jabatannya itu.

Baca Juga

Penasihat KPK Tsani Annafari Sudah Ajukan Surat Pengunduran Diri dari KPK

Dalam rekaman video CCTV KPK, mereka berbincang selama hampir 30 menit sebelum Bahrullah baru diantarkan penyidik ke lantai dua Kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Temui Pimpinan Parpol di Hotel

Irjen Firli KPK
Capim KPK Firli Bahuri (Foto: antaranews)

Dugaan pelanggaran etik terakhir yang dilakukan Firli, kata Tsani, yaitu pertemuan dengan seorang pimpinan parpol. Pertemuan tersebut dilakukan di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018 malam.

Berdasarkan sejumlah temuan tersebut, pada 23 Januari 2019, Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) Herry Muryanto menyampaikan laporan ke pimpinan KPK. Pimpinan lalu meminta pertimbangan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK pada 7 Mei 2019.

Rapat DPP KPK terkait dugaan pelanggaran etik Firli pun diselenggarakan pada 17 Mei 2019. Saat itu, kata Tsani, Deputi Bidang PIPM KPK memaparkan laporan hasil pemeriksaan pada DPP.

Namun, pada 11 Juni 2019, Polri mengirimkan surat penarikan Firli ke Mabes Polri. Dalam surat tersebut dijelaskan Firli dibutuhkan dan akan mendapat penugasan baru di lingkungan Polri. Akibatnya, KPK belum sempat menjatuhkan sanksi kepada Firli karena sudah terlebih dahulu ditarik institusi Polri. (Pon)

Baca Juga:

Lewat Surel, Saut Situmorang Mundur dari Pimpinan KPK

Kredit : ponco


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH