Tiga Destinasi Eksotis di Kyoto, Perpaduan Nuansa Tradisional dan Modern Jepang Fushimi Inari di malam hari terkesan miaterius. (Foto: instagram@thefoodietraveller84)

KETIKA kamu melancong ke Jepang, Kyoto merupakan salah satu kota destinasi menarik yang bisa dikunjungi. Menjelajahi Kyoto disarankan setidaknya dua hari untuk menikmati beberapa kawasan utama.

Kamu pertama-tama mesti mengetahui objek-objek wisata utama, kemudian pilah lagi mana yang ingin didatangi, kemudian kelompokan berdasarkan kedekatan, utara, barat, selatan, timur, dan sebagainya.

Nah, jika kamu punya waktu dua hari atau lebih, tiga objek wisata utama ini sangat direkomendasikan. Ketiganya mewakili nuansa tradisional Jepang sekaligus suasana modern. Dikutip Arah Destinasi, semua dapat mewakili alam, sekaligus budaya, tradisi, dan kepercayaan masyarakat Jepang.


Arashiyama

  Arashiyama.(Foto: instagram.com/hasnulzainaltamin)
Arashiyama memberikan atraksi wisata alam.(Foto: instagram@hasnulzainaltamin)

Banyak tempat di Arashiyama yang bisa dikunjungi meski daerah ini tak terlalu terkenal. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan indah, aliran sungai besar, suasana pedesaan, sekaligus kental dengan nuansa pariwisata.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan map atau peta wisata Arashiyama. Berpegang pada peta itu, perjalanan ke berbagai objek wisata akan lebih efektif. Biasanya yang menjadi objek kunjung utama adalah Bamboo Groove, Kuil Tenryuuji, Kuil Jojakukoji, Togetsukyo Bridge, Sagano Scenic Railway, Iwatayama Monket Park, dan lain-lain.

Berjalan kaki di kawasan ini dijamin tidak akan membosankan. Nikmati aliran Sungai Katsura yang luas dan indah dengan cara duduk-duduk santai di tepi sungai. Berfoto di jembatan Togetsukyo yang ikonik.

Di sepanjang kawasan Arashiyama juga bertebaran toko-toko suvenir, tempat makan, jajanan kaki lima, dan lainnya. Jika waktunya pas ada kegiatan susur sungai, naik richkaw, menikmati keindahan Bamboo Grove di malam hari saat berlangsung festival (biasanya di Bulan Desember) dan masih banyak lagi.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ingin Menikmati Indahnya Dunia? Berikut Ini 5 Pulau Terbaik untuk Berlayar

Gion

Wanita berpakaian tradisional Jepang di Gion. (Foto: instagram.com/oyazi92)
Masih banyak dijumpai perempuan berpakaian tradisional Jepang di Gion. (Foto: instagram@oyazi92)

Gion dan Fushimi Inari berada dalam satu jalur. Dalam satu hari, dua tempat ini bisa dinikmati. Gion bisa dikatakan sebagai kawasan kota tua di Kyoto yang masih sangat hidup. Rumah-rumah kayu tradisional, wanita-wanita Jepang dan turis yang lalu lalang menggunakan kimono dapat dengan mudah dijumpai.

Di kawasan Gion inilah tradisi Geisha dan beragam pertunjukan khas Jepang bisa disaksikan. Ada juga kawasan Higshiyama yang menampilkan deretan toko-toko suvenir dan kuliner Jepang.

Di kawasan Gion juga bisa dijumpai kuil-kuil yang kian cantik dilihat di malam hari. Di Gion, dipastikan langgam kehidupannya sangat mendukung kegiatan pariwisata. Wisatawan bisa merasakan kehidupan yang menyenangkan, melihat budaya, kerajinan, dan juga suasana tradisional yang masih sangat terasa.


Fushimi Inari

Fushimi Inari. (Foto: instagram.com/gavcherish7591)
Fushimi Inari kuil yang dibangun di tahun 711. (Foto: instagram@gavcherish7591)

Objek wisata yang satu ini pasti sudah terkenal di kalangan para pelancong. Perjalanan kamu bisa dimulai dari Fushimi Inari, baru kemudian turun ke Gion.

Fushimi Inari merupakan kuil yang menurut catatan dibangun tahun 711. Kuil itu dikenal dengan deretan ratusan torii atau gerbang kuil berwarna merah berisi doa dari berbagai perusahaan di Jepang.

Fushimi Inari merupakan kuil yang mengedepankan dewi padi. Jika datang ke Fushimi Inari, maka akan melihat patung-patung rubah yang dipercaya sebagai pembawa pesan. Saat matahari tenggelam, pemandangan di Fushimi Inari bukan hanya indah, tetapi juga memacarkan kesan misterius. (*)

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH