Yuk Simak, Ini Sejarah 3 Daerah Calon Ibu Kota Baru Indonesia Bukit Soeharto, salah satu daerah calon ibu kota baru indonesia

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat serius untuk memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke luar pulau Jawa. Kepala Negara sudah mengunjungi tiga kota calon ibu kota baru.

Calon Ibu Kota Baru Indonesia
Presiden Joko Widodo mengunjungi kawasan Bukit Soeharto di Kalimantan Timur (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Ketiga daerah tersebut berada di Kalimantan yakni Kabupaten Gunung Mas, Palangka Raya, dan Bukit Soeharto. Meskipun sudah mengunjungi ketiga wilayah itu, Jokowi belum memutuskan lokasi calon ibu kota baru.

Berikut sejarah singkat tiga calon ibu kota baru:

1. Kabupaten Gunung Mas

Kabupaten Gunung Mas
Kabupaten Gunung Mas

Presiden Jokowi menilai Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah paling siap menjadi ibu kota baru Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2002.

Ketika masih tergabung dalam Republik Indonesia Serikat (1946-1950) termasuk dalam Kawasan Dayak Besar. Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam seperti emas, perak, tembaga, timah hitam, besi, mika, batu bara, dan lainnya.

Nama Gunung Mas karena di bawah gunung tersebut terdapat banyak kandungan emas yang menempel di batu. Gunung Mas merupakan tempat penambangan emas milik Belanda ratusan tahun silam, saat Kerajaan Belanda masih menjadi penjajah di negeri ini.

Terkait wacana pemindahan ibu kota, Presiden Jokowi menyebut Kabupaten Gunung Mas paling siap. Khususnya soal luas lahan, bebas banjir, dan gempa bumi. Pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur dari nol.

"Urusan banjir mungkin di sini tidak, ya kan. Urusan gempa di sini tidak," kata Jokowi saat meninjau salah satu lokasi alternatif pengganti ibu kota RI, di Kab. Gunung Mas, Kalteng, Rabu (8/5).

kesiapan infrastruktur harus dimulai dari nol lagi, ya kan. Itu juga salah satu pertimbangan. Masalah sosial politiknya, masalah sosiologi masyarakatnya, semuanya," jelasnya.

Tetapi, benarkah Gunung Mas bebas dari banjir? Pada awal Mei 2019, Pemkab Gunung Mas menetapkan status darurat bencana banjir.

Dilaporkan Antara, Bupati Gunung Mas, Arton S. Dohong, mengatakan daerah yang terkena imbas banjir adalah Kecamatan Sepang, Mihing Raya, Kurun, Tewah, Kahayan Hulu Utara, dan Damang Batu.

Meskipun demikian, Presiden Jokowi bisa saja memutuskan Kabupaten Gunung Mas menjadi ibu kota baru Indonesia karena sudah melihat berbagai aspek penting.

“Saya ini ke lapangan hanya satu (tujuan), mencari feeling-nya. Biar dapat feeling-nya. Kalau sudah dapat feeling-nya nanti kalkulasi dan hitung-hitungan dalam memutuskan akan lebih mudah," tegasnya.

2. Palangka Raya

Tugu Soekarno
Tugu Soekarno Palangkaraya

Palangka Raya merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini dibangun pada tahun 1957 (UU Darurat No. 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah)

Seiring wacana pemindahan ibu kota, Palangka Raya sudah sempat dibahas pada era Presiden Soekarno. Saat itu, Bung Karno menilai Palangka Raya merupakan tempat suci dan agung yang cocok menjadi ibu kota negara yang baru.

Dalam buku berjudul ‘Soekarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya’ karya Wijanarka disebutkan, dua kali Bung Karno mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk melihat langsung potensi kota itu menjadi pusat pemerintahan.

Sebagai calon ibu kota baru, Palangka Raya memiliki keunggulan dari segi fasilitas mulai dari transportasi, pendidikan, pariwisata, media dan lain-lain.

3. Bukit Soeharto

 Bukit Soeharto

Bukit Soeharto

Presiden Joko Widodo mengunjungi Kawasan Bukit Soeharto, yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (7/5) siang.

"Intinya kita akan ingin melihat visi ke depan kita seperti apa dan yang paling penting Indonesia sebagai negara besar kita ingin memiliki juga pusat pemerintahan yang terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, (dan) jasa," kata Jokowi.

Bukit Soeharto merupakan sebuah taman hutan raya dengan luas ± 61.850 hektare.

Menurut Jokowi, timnya sudah 1,5 tahun melakukan studi di Bukit Soeharto.

“Di sini semuanya saya melihat sangat mendukung. Kebetulan ini berada di tengah-tengah jalan tol Samarinda-Balikpapan,” ujarnya.

Dilihat dari sisi geografis, Bukit Soeharto sudah siap menjadi calon ibu kota baru karena didukung infrastruktur seperti bandara yang berada di Balikpapan dan Samarinda dan pelabuhan.

“Artinya itu akan banyak menghemat biaya,” sambung Presiden.

Namun, tampaknya Bukit Soeharto tidak akan menjadi ibu kota baru. Kenapa? Karena Bukit Soeharto adalah hutan lindung yang tak boleh diganggu.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pemerintah tidak mau mengorbankan hutan lindung. (*)

Baca Juga : Pare-Pare dan Mamuju Masuk Nominasi Lokasi Ibu Kota Baru



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH