Tiga Calon Pengganti Ventura Giampiero Ventura. Foto: Twitter

MerahPutih.com - Timnas Italia mengulangi masa suram 60 tahun lalu. Gli Azzurri tidak lolos ke Piala Dunia 2018 setelah kalah aggregat 0-1 dari Swedia pada play-off zona Eropa.

Kegagalan ini membuat publik Italia kecewa dan marah. Kekecewaan itu ditujukan kepada pelatih Giampiero Ventura. Pelatih 69 tahun itu menjadi sosok yang paling bertanggung atas catatan buruk Italia.

Sejak menggantikan posisi Antonio Conte usai helatan Piala Eropa 2016 lalu, terpilihnya Ventura memang mengejutkan. Mengingat tidak banyak prestasi menawan selama karier kepelatihan Ventura.

Selain itu, banyak keputusan yang mengundang kritik terkait taktik yang tidak berjalan baik seperti yang diharapkan.

Salah satunya, keputusan Ventura sempat dikritik oleh pemain sendiri Daniele De Rossi yang mempertanyakan tidak diturunkannya Lorenzo Insigne pada leg kedua kontra Swedia. Dalam kondisi tertinggal Italia membutuhkan pemain yang bernaluri lebih menyerang, Insigne yang sedang tampil bagus bersama Lazio pun tak digubrisnya.

Selain itu, penampilan Gianluigi Buffon dkk dinilai kurang menyakinkan dalam beberapa pertandingan di kualifikasi Piala Dunia 2018 ini.

Kini, publik negeri Pizza tidak menginginkan timnas Italia dilatih lagi oleh Ventura pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia di Rusia tahun depan.

Berikut beberapa calon kuat pengganti Ventura di kursi pelatih Azzurri:

Roberto Mancini

Reputasi Mancini mulai diperhitungkan setelah sukses bersama Inter Milan selama empat tahun, di mana dia menyabet tiga Scudetto dan dua Coppa Italia. Selanjutnya, Mancini melanjutkan karier di ranah Inggris bersama Manchester City pada tahun 2009. Selama tiga tahun pelatih berusia 53 tahun itu menjuarai Premier League dan Piala FA.

Setelah itu, Mancini tak sampai semusim di Galatasaray sebelum kembali ke Inter pada 2014. Saat ini Mancini melatih klub Rusia Zenit St. Petersburg.

Namun Mancini tak menutup kemungkinan jika peluangnya membesut timnas Italia terbuka baginya."Apakah saya melihat diri saya melatih Italia di masa depan? Setiap pelatih [asal Italia] memiliki mimpi seperti itu, dan bagi saya itu akan menjadi sebuah kehormatan dan sumber kebanggaan. Saya akan siap untuk itu."

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti dianggap sebagai sosok tepat sebagai nahkoda Italia berkat prestasi menterengnya di level klub. AC Milan dan Real Madrid berhasil dibawanya meraih trofi Liga Champions. Bahkan klub besar seperti Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Bayern München pernah merasakan tangan dingin pelatih berusia 58 tahun tersebut usai menjadi kampiun di kompetisi lokal.

Pelatih kawakan Fabio Capello pun mendukung penuh koleganya itu untuk segera menangani timnas Itallia.“Tugas saya sudah selesai di tim nasional. Ancelotti lebih tepat. Ia memiliki segudang pengalaman, dan hanya ini (melatih timnas Italia) yang bisa membuat karier manajerialnya semakin lengkap,” ujar Capello seperti dikutip dari Goal.

Antonio Conte

Nama terakhir cukup mengejutkan. Pasalnya Conte sebelumnya pernah menangani timnas Italia pada gelaran Piala Eropa 2016 lalu. Saat itu, Conte hanya mampu membawa timnas Italia hingga perempat final. Namun, gaya permainan yang diusung kala itu sangat menghibur dan tidak monoton.

Nama Conte melejit ketika meraih sukses besar bersama Juventus dengan meraih scudetto tiga kali beruntun musim 2011/2012, 2012/2013 dan 2013/2014. kemudian memutuskan hijrah ke Chelsea pada musim 2016-2017 dan langsung mempersembahkan trofi Premier League bagi The Blues.

Salah satu legenda Italia Alessandro Del Piero berharap Conte mau kembali pulang kampung dan mengambil jabatan sebagai pelatih utama Italia.

"Dia hebat ketika di Juventus dan tim nasional. Kami ingin dia kembali ke Italia. Tentu saja, karena dia pelatih hebat. Dia akan memperbaiki tim mana pun dan itu yang dia lakukan pada Chelsea musim lalu dan apa yang dia lakukan dengan Juventus," kata Del Piero.

Sumber: Bolaskor.com



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH