Kesehatan
Tiga Autoimun yang Terjadi di Masa Pandemi Autoimun kulit paling sering terjadi di masa pandemi (Foto: Pexels/Armin Rimoldi)

BATUK dan sesak napas menjadi penyakit yang diwaspadai selama masa pandemi COVID-19. Padahal, selain kedua penyakit tersebut, ada jenis penyakit lain dan tidak kalah berbahaya yang banyak terjadi di masa pandemi. Penyakit tersebut adalah Autoimun Kulit.

Autoimun Kulit dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya, karena penyakit ini merupakan penyakit yang bersifat kronis jangka panjang dan dan bersifat kambuhan. Penyakit autoimun sendiri merupakan suatu penyakit akibat gangguan sistem imun. Pada pasien autoimun, sistem imun salah mengenali sel tubuhnya sendiri.

Baca Juga:

Kenali Kanker Kulit Ganas Melanoma

kulit
Autoimun Kulit dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. (Foto: Dr Batra's)

Normalnya, sistem imun membantu menyingkirkan infeksi virus dan bakteri. Namun pada penyakit autoimun, sel tubuh dianggap sebagai suatu benda asing yang akhirnya menyerang tubuhnya sendiri. Sayangnya, masih tidak diketahui alasannya. Penyakit autoimun bisa terjadi pada seluruh anggota tubuh. Everyday Health menyebutkan salah satu organ yang dapat mengalami gangguan autoimun adalah kulit yang kemudian disebut Autoimun Kulit.

dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis kulit dan kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia menyebutkan secara umum, gejala autoimun kulit yang biasa ditemukan adalah berupa bercak kemerahan atau bercak berwarna putih yang dapat terjadi pada permukaan kulit, rambut maupun kuku. "Kadang disertai dengan lepuhan dan keterlibatan mukosa seperti mukosa mulut, mata maupun kelamin. Perjalanan penyakit autoimun kulit inicenderung kronis jangka panjang dan bersifat kambuhan,” ujar Amelia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa faktor pemicu bisa berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). “Penyakit autoimun kulit pada dasarnya bukan penyakit yang menular. Secara internal, Autoimun Kulit bisa terjadi karena faktor genetik, misalnya ada anggota keluarga yang juga mengidap penyakit yang sama. Secara eksternal, Autoimun Kulit ini bisa terjadi akibat faktor lingkungan seperti infeksi, obat-obatan, merokok, obesitas,pajanan sinar UV yang berlebihan, dan lain-lain,” urainya.

Amelia menyebutkan ada tiga penyakit autoimun kulit yang kerap muncul selama masa pandemic. Berikut autoimun yang mungkin timbul di masa pandemi.

Baca Juga:

Sering Dijumpai, 5 Jenis Penyakit Kulit Ini Ternyata Menular

1. Psoriasis

psoriasis
Psoriasis, peradangan kulit yang kronik dan sering kambuh. (Foto: Ciputra Hospital)

Psoriasis adalah penyakit peradangan kulit yang kronik dan sering kambuh. Psoriasis dapat timbul pada semua usia, terutama pada golongan usia 15-30 tahun dan 50-60 tahun. “Prevalensi terjadi sekitar 0,1-3% dengan Ras Kaukasia paling banyak dilaporkan," jelas Amelia. Di Indonesia, dilaporkan sekitar 2,5% dari populasi, dan dapatterjadi pada laki-laki maupun perempuan.

2. Vitiligo

autoimun kulit vitiligo
Vitiligo, kelainan kulit berupa bercak putih seperti kapur, kadang disertai gatal. (Foto: Pexels/Armin Rimoldi)

Vitiligo merupakan suatu kelainan kulit berupa bercak putih seperti kapur, kadang disertai gatal. Vitiligo dapat terjadi pada semua usia. Namun sekitar 50% kasus terjadi sebelum usia 20 tahun dan prevalensi meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Baca Juga:

Merawat Kulit Berjerawat dan Berminyak

3. Urtikaria

urtikaria
Urtikaria, ondisi di mana terdapat lesi pada kulit yang meninggi dan gatal. (Foto: klikdokter)

Urtikaria merupakan kondisi di mana terdapat lesi pada kulit yang meninggi dan gatal. Umumnya, lesi tersebut berwarna merah, dan terasa gatal hingga perih. “Prevalensi urtikaria autoimun dilaporkan sekitar 0,05-3% dan ditemukan 2 kali lebih banyak pada perempuan dengan rentang usia 40-49 tahun,” tambah dr. Amelia.

Secara umum, penyakit autoimun kulit bersifat kronis jangka panjang dan kambuhan. Tingkat kekambuhan bisa diminimalisir dan bisa dicegah dengan control rutin dan pola hidup sehat. “Pasien tentu harus menerapkan gaya hidup sehat, misalnya makan makanan bergizi yang kaya akan vitamin D dan menghindari rokok," sarannya.

Amelia menambahkan menjaga kesehatan mental juga tak kalah penting bagi pasien, seperti tetap aktif dan berpikir positif, serta mampu memanajemen stress. "Dan yang terpenting, segera melakukan konsultasi ke dokter spesialis kulit jika mengalami gejala atau jika mengalami kekambuhan,” katanya.

Terkait pengobatan, baik Psoriasis, Vitiligo, maupun Urtikaria tentu memiliki cara pengobatan spesifiknya masing-masing. Namun secara umum, tatalaksana penyakit Autoimun Kulit yaitu berupa obat oles (topikal), obat minum (oral), obat suntik, maupun fototerapi atau fotokemoterapi. “Pertimbangan pemberian terapi ini tentu disesuaikandengan jenis penyakit, luas dan derajat keparahan penyakit, serta kondisi penyertanya atau komorbiditas," urainya. Selain obat-obatan, penatalaksanaan non-medikamentosa juga penting, yaknidengan menghindari garukan dan trauma, hingga manajemen stress yang baik juga berperan penting dalam membantu mengendalikan penyakit autoimun kulit ini,” imbuhnya. (avia)

Baca Juga:

Air Rebusan Kulit Nanas Punya Banyak Manfaat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tips Mudah Atasi Kaca Mobil Berembun saat Hujan
Hiburan & Gaya Hidup
Tips Mudah Atasi Kaca Mobil Berembun saat Hujan

Kaca mobil yang berembun di saat hujan disebabkan berbagai macam hal.

Bak Jarum Raksasa, Menara i360 Jadi yang Tertipis di Dunia
Travel
Kolam Renang ini Buat Orang Melintasi Dua Tower Apartemen
Fun
Kolam Renang ini Buat Orang Melintasi Dua Tower Apartemen

Kreativitas yang membangkitkan pengalaman kesenangan unik.

Les' Copaque Production Ungkap Alasan Upin dan Ipin Botak
ShowBiz
Les' Copaque Production Ungkap Alasan Upin dan Ipin Botak

Saat memproduksi musim perdana, perusahaan animasi itu harus menghemat pengeluaran

Aktor Park Bo Gum Menyelesaikan Wajib Militernya Lebih Cepat
ShowBiz
Aktor Park Bo Gum Menyelesaikan Wajib Militernya Lebih Cepat

Park Bo Gum telah menyelesaikan wajib militernya dua bulan lebih awal.

Kebiasaan Sehari-Hari yang Mempengaruhi Kulitmu
Fun
Kebiasaan Sehari-Hari yang Mempengaruhi Kulitmu

Kebiasaan yang membuat kulit merana.

Ini Alasan Film Sekarang Terlihat Jadi Lebih Gelap
Fun
Ini Alasan Film Sekarang Terlihat Jadi Lebih Gelap

Jangan atur ulang cahaya layar, ini alasan mengapa film-film sekarang lebih gelap.

Hal Penting yang Perlu Dibahas saat Orangtua Masuki Masa Lansia
Hiburan & Gaya Hidup
Hal Penting yang Perlu Dibahas saat Orangtua Masuki Masa Lansia

Sebut saja mengenai surat wasiat, keuangan, perawatan jangka panjang, dan masalah prosesi kematian.

Tidak Lapar dan Lesu Saat Puasa Menurut Pakar
Fun
Tidak Lapar dan Lesu Saat Puasa Menurut Pakar

Tips Turunkan Rasa Lapar Hingga Lesu Saat Puasa Menurut Pakar

Cara Gunakan Riasan Wajah untuk Orang dengan Psoriasis
Fun
Cara Gunakan Riasan Wajah untuk Orang dengan Psoriasis

Memiliki psoriasis di bagian tubuh mana pun dapat memengaruhi kepercayaan diri.