Tiga Anggota TNI Terduga Pembunuh Handi dan Salsabila Segera Diadili Dansat Idik Puspomad Brigjen TNI Kemas A Yani (kanan) menyerahkan berkas perkara kasus kecelakaan Nagreg kepada Kepala Oditur Militer Tinggi II Jakarta Brigjen TNI Edy Imran, di Kantor Oditur Militer

Merahputih.com - Kasus pembunuhan Handi Saputra Hidayatullah (18) dan Salsabila (14) oleh tiga personel TNI AD memasuki babak baru. Pusat Polisi Militer TNI AD menyerahkan berkas perkara dan ketiga tersangka ke Oditurat Militer Tinggi II Jakarta (Otmilti).

Ketiga tersangka yang diserahkan yaitu Kolonel Priyanto, Kopda Ahmad Sholeh, Kopda Dwi Atmoko. Priyanto merupakan otak dari pembunuhan tersebut.

Baca Juga:

Satu Oknum Anggota TNI AU Ditahan karena Diduga Terlibat Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia

"Tahap proses penyidikan telah selesai, di tingkat penyidikan," kata Dansat Idik Puspomad Brigjen TNI Kemas A Yani kepada wartawan di Orditurat Militer Tinggi II Jakarta, Kamis (6/1).

Otmilti II Jakarta selanjutnya bakal memproses kasus tersebut. "Sampai penanganan selesai di tingkat pengadilan dan mendapatkan keputusan," ujar Kemas.

Kaotmilti II Jakarta Brigjen Edi Imran mengatakan, setelah menerima berkas, pihaknya akan bekerja ekstra agar kasus ini segera selesai.

"Kami harap pekan ini akan selesai dan akan disampaikan teknisnya dan kami akan beritahukan lagi setelah selesai," imbuhnya.

Baca Juga:

KSAD Minta Maaf Pastikan Hukum 3 Anggota TNI Buang Mayat Korban Tabrakan

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan proses peradilan terhadap tiga prajurit TNI AD itu tidak ada yang ditutup-tutupi oleh TNI.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyebut Kolonel Priyanto saat ini sedang ditahan di rumah tahanan militer di Jakarta. Sementara itu, dua prajurit TNI lainnya ditahan di Bogor dan Cijantung.

Andika mengatakan ketiga prajurit tersebut akan dituntut hukuman seumur hidup.

"Walaupun sebetulnya pasal 340 (KUHP) ini memungkinkan hukuman mati tapi kita ingin sampai dengan seumur hidup saja," imbuhnya.

Kasus ini berawal ketika sebuah mobil yang ditumpangi tiga pria menabrak Handi dan Salsa di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12) sore.

Baca Juga:

Panglima TNI Maksimalkan Tuntutan Hukuman Seumur Hidup Tiga Anggotanya

Mereka mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam itu. Pemobil langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengaja membuang tubuh sejoli tersebut. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Cari Unsur Pidana Dugaan Pelanggaran Prokes di Caspar Bar
Indonesia
Polisi Cari Unsur Pidana Dugaan Pelanggaran Prokes di Caspar Bar

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penelusuran dugaan pidana terhadap orang yang berhubungan dengan kegiatan di Caspar Bar.

Kerusuhan di Penjara Ekuador, 43 Napi Tewas
Dunia
Kerusuhan di Penjara Ekuador, 43 Napi Tewas

Anggota geng yang bermusuhan di sebuah penjara di kota Santo Domingo, Ekuador, terlibat tawuran, Senin (9/4).

[Hoaks atau Fakta]: BLK Cilacap Buka Lowongan Kerja di Pabrik Abu Dhabi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: BLK Cilacap Buka Lowongan Kerja di Pabrik Abu Dhabi

BLK Cilacap mengonfirmasi melaui akun media sosial resmi Twitter, jika informasi tersebut merupakan berita palsu.

Syukur Polisi Daerah Bisa Amankan PON XX Papua
Indonesia
Syukur Polisi Daerah Bisa Amankan PON XX Papua

Paling berat yaitu menjaga keamanan selama pelaksanaan PON yang mana ada beberapa ancaman dari kelompok yang ingin membuat situasi PON tidak kondusif dan juga memberikan tekanan hingga kita semakin waspada dan hati-hati dalam melaksanakan pengamanan PON XX 2021.

Indef Sebut Komcad Efisienkan Anggaran Pertahanan
Indonesia
Indef Sebut Komcad Efisienkan Anggaran Pertahanan

Komcad menjadi salah satu alternatif untuk menghemat anggaran pertahanan

Warga di Tiga Wilayah Jakarta Ini Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Indonesia
Warga di Tiga Wilayah Jakarta Ini Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Sementara itu, pada malam hari, hujan diperkirakan mengguyur seluruh wilayah DKI Jakarta

Selama PPKM Level 4, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan 300 Penumpang
Indonesia
Selama PPKM Level 4, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan 300 Penumpang

Kalau awal PPKM Juli 2021 sempat jatuh dengan hanya 100 penumpang per hari

SETARA Kecam Penganiayaan terhadap Ade Armando
Indonesia
SETARA Kecam Penganiayaan terhadap Ade Armando

Ketua SETARA Institute Hendardi mendesak kepolisian segera menindak para pelaku.

Ketua DPR Harap Program Jenderal Andika Terlaksana dalam Setahun
Indonesia
Ketua DPR Harap Program Jenderal Andika Terlaksana dalam Setahun

DPR akan segera mengirim surat persetujuan Panglima TNI yang baru kepada Presiden Jokowi

Kasus Positif COVID-19 Bertambah di Atas 10 Ribu
Indonesia
Kasus Positif COVID-19 Bertambah di Atas 10 Ribu

Kasus positif COVID-19 di tanah air kembali bertambah. Tercatat pada 31 Agustus 2021 bertambah 10.534 kasus.