Tiga Anggota TNI Jalani Rekonstruksi Tabrak dan Buang Tubuh Sejoli Nagreg KSAD Jenderal Dudung Abdurachman mengunjungi makam Salsabila (14), korban tabrakan oleh oknum TNI AD di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (27/12/2021). (Foto:Antara)

MerahPutih.com - Kasus tertabraknya sejoli Handi dan Salsa di Nagreg, Bandung, Jawa Barat, lalu tubuhnya dibuang di Sungai Serayu Kabupaten Bandung, Rabu (8/12), terus berlanjut. Tiga anggota TNI tengah menjalani proses hukum oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI AD setelah dilimpahkan pengusutannya dari Kepolisian.

Puspom TNI AD menggelar rekonstruksi insiden tabrak lari dua sejoli yang melibatkan tiga anggota TNI di jalan Raya Bandung-Garut, kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/1). Tiga tersangka, yakni Kolonel Inf Priyanto, Kopral Satu DA, dan Kopral Dua Ahmad dihadirkan dalam rekonstruksi ini.

Baca Juga:

Panglima TNI Maksimalkan Tuntutan Hukuman Seumur Hidup Tiga Anggotanya

Bersama dengan seorang saksi kunci, ketiga tersangka pembuangan jenazah sejoli, Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu, Jateng, tersebut memperagakan detik-detik tabrakan maut.

Tangan mereka diborgol, mengenekan baju tahanan berwarna kuning dan hanya memakai sendal jepit. Raut wajah ketiganya pun tampak datar dan pucat seraya mengenakan masker.

Dua boneka manekin menjadi alat peraga korban, serta replika mobil hitam pelaku nopol B 300 Q dan replika sepeda motor korban D 2000 RS ditempatkan di lokasi kejadian.

Meski digelar dipinggir jalan raya, sejumlah warga ikut menyaksikan jalannya proses rekonstruksi. Sejumlah adegan dilakukan dalam rekonstruksi ini.

Pertama, adegan menabrak korban, tersangka turun dari kendaraan. Kedua, korban diangkat ke pinggir jalan dan adegan ketiga, korban perempuan ditarik dari kolong mobil dan dibawa ke pinggir jalan hingga dimasukkan ke dalam mobil melaluin pintu tengah oleh tersangka satu dan dua.

Baca Juga:

KSAD Minta Maaf Pastikan Hukum 3 Anggota TNI Buang Mayat Korban Tabrakan

Adegan keempat, korban laki-laki dimasukkan ke bagian belakang mobil ileh tersangka 1 dan 3, bersama saksi. Dan, adegan kelima, tersangka pergi membawa korban.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memaparkan, Senin (3/1) dilakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) Nagreg, kemudian jika memungkinkan akan dilanjutkan rekonstruksi di TKP kedua, yaitu di Jembatan Sungai Serayu, Jawa Tengah.

"Tetapi kalau ternyata rekonstruksi di Nagreg agak lama, maka untuk rekonstruksi di Jembatan Sungai Serayu akan dilakukan hari Selasa (4/1), tapi kita semua sudah merencanakan pemberkasan dari penyidik sudah selesai hari Kamis (6/1)," katanya.

Kemudian minggu depan, katanya, berkas akan dilimpahkan kepada Oditur Jenderal TNI yang sudah diinstruksikan untuk mempercepat proses pemberkasan agar dapat dilimpahkan ke Pengadilan Militer.

Andika mengatakan, motif para pelaku hingga kini masih dilakukan pendalaman, akan tetapi melihat dari tindakan yang telah dilakukan, maka dapat dikenakan berbagai pasal dengan ancaman hukuman seumur hidup.

"Apa pun motifnya kita masih dalami terus, tetapi dari tindakan tadi sudah begitu banyak pasal, khususnya Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, belum lagi pasal-pasal lain, belum lagi UU, begitu banyak. Intinya kami akan maksimalkan tuntutan hukuman seumur hidup," kata Panglima TNI. (Knu)

Baca Juga:

Satu Oknum Anggota TNI AU Ditahan karena Diduga Terlibat Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fraksi Gerindra DPRD DKI Usul Bentuk Pansus JIS
Indonesia
Fraksi Gerindra DPRD DKI Usul Bentuk Pansus JIS

"Ini juga saya usulkan, kita harus evaluasi lebih mendalam. Apabila diperlukan, Pansus JIS," urai Ichwanul Muslimin

DPR Sahkan RUU TPKS Jadi Undang-Undang
Indonesia
DPR Sahkan RUU TPKS Jadi Undang-Undang

DPR RI mengesahhkan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4).

Jokowi Ingatkan Masyarakat Gunakan BLT BBM dengan Bijak
Indonesia
Jokowi Ingatkan Masyarakat Gunakan BLT BBM dengan Bijak

Jokowi mengingatkan masyarakat penerima manfaat untuk menggunakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dengan bijak.

Kemenkumham Tidak Bisa Deteksi Kasus Orang Yang Miliki Dua Paspor
Indonesia
Kemenkumham Tidak Bisa Deteksi Kasus Orang Yang Miliki Dua Paspor

Pemerintah telah mengeluarkan 4.699 permohonan kehilangan kewarganegaan sejak tahun 2017 hingga 2022.

Setahun Diresmikan Jokowi, KRL Yogyakarta-Solo Tembus 2,2 Juta Pengguna
Indonesia
Setahun Diresmikan Jokowi, KRL Yogyakarta-Solo Tembus 2,2 Juta Pengguna

Tepat pada 1 Maret pada 2021, KRL Yogyakarta-Solo telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Cerita Pembalap dan Kru MotoGP Nikmati Keindahan Mandalika
Indonesia
Cerita Pembalap dan Kru MotoGP Nikmati Keindahan Mandalika

Marc Marquez menyempatkan diri menaiki salah satu bukit di Mandalika dan menulis "jatuh cinta dengan tempat ini #Indonesia" di postingannya.

Pemimpin ISIS Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi Tewas
Dunia
Pemimpin ISIS Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi Tewas

ISIS langsung menunjuk Abu al-Hussein al-Husseini al-Qurashi sebagai pemimpin baru mereka.

2 dari 3 Orang Indonesia Bakal Nonton Piala Dunia 2022 Qatar
Indonesia
2 dari 3 Orang Indonesia Bakal Nonton Piala Dunia 2022 Qatar

Dua dari tiga orang Indonesia atau sekitar 180 juta orang berencana untuk menonton dan mengikuti FIFA World Cup tahun ini atau Piala Dunia 2022 Qatar.

21 Nama Calon Dewan Komisioner OJK 2022-2027 yang Diserahkan ke Jokowi
Indonesia
21 Nama Calon Dewan Komisioner OJK 2022-2027 yang Diserahkan ke Jokowi

Panitia seleksi (pansel) telah menetapkan sebanyak 21 calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode 2022-2027.

[HOAKS atau FAKTA]: Tahan Napas 30 Detik Bisa Deteksi Kesehatan Paru-Paru
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tahan Napas 30 Detik Bisa Deteksi Kesehatan Paru-Paru

Beredar informasi berupa postingan video di Facebook mengenai tes menahan napas kurang dari 30 detik untuk menunjukkan bahwa kondisi paru-paru sehat.