Tidur Bikin Mental Lebih Sehat Tidur memberi kesempatan tubuh untuk memperbaiki kerusakan fisik dan mental. (foto: pixabay/xiangying_xu)

SEBERAPA penting sih tidur? Jawabannya, penting banget. Seperti layaknya ponsel yang butuh dicas, tubuh juga perlu diisi ulang daya. Enggak cuma dengan makan, mengisi ddaya tubuh juga wajib diikuti dengan istirahat yang cukup.

Manusia amat butuh tidur. Pada saat tidur itulah tubuh punya kesempatan memperbaiki segala kerusakan, baik dalam hal fisik ataupun mental. Tanpa kesempatan memperbaiki yang memadai, tubuhmu terancam enggak bisa berfungsi normal.

Proses perbaikan saat tidur berlangsung dalam 5 tahap penting. Tahap yang pertama ialah saat kerja otak melambat sehingga tubuh jadi rileks. Pada tahap kedua, kamu biasanya sudah tidak bisa mendengar atau merespons suara di sekitar karena pikiran sudah beralih ke alam bawah sadar.

sleeping
Perbaikan fisik akan terjadi di tahap ketiga dan keempat siklus tidur. (foto: pixabay/smengelsurd)

Di tahap ketiga dan keempat, tubuhmu akan melakukan berbagai jenis perbaikan fisik. Sel darah putih akan bekerja keras untuk memperbaiki kerusakan sel di seluruh bagian tubuh. Kalau tidak berhasil masuk ke tahap ketiga dan keempat, kamu akan jadi lebih rentan diserang penyakit.

Setelah kira-kira 90 menit, kamu akan memasuki tahap kelima, yaitu REM (rapid eye movement). Tahap REM atau tidur pulas ini biasanya disertai mimpi, tapi bisa juga tidak. Di tahapan inilah segala masalah kejiwaan kamu akan 'diperbaiki' otak.

Setiap hari, otak kebanjiran beragam informasi dan emosi, apalagi saat dilanda tekanan dari pekerjaan atau keluarga misalnya. Kamu mungkin tak sadar sedang stres berat atau dilanda gangguan kecemasan, misalnya karena ribut dengan pasangan.

Saat kamu terlelap dan masuk tahap REM, amarah yang dipendam itu akan disalurkan lewat mimpi. Bila kamu tidak bermimpi apa pun, itu berarti otak memindahkan amarah yang tadinya ditahan menuju alam bawah sadar. Dengan begitu, kamu tak perlu lagi menahan-nahan lagi emosi negatif terhadap pasangan. Hasinya, kamu jadi bisa memfokuskan diri pada solusi atau penyelesaian masalah dengan pasangan, bukan pada emosi negatifnya.

kurang tidur
Kurang tidur membuat otak kewalahan. (foto: sleepsavvy)

Dalam semalam, kamu bisa mengalami beberapa kali tahap tidur REM yang berulang. Bila kamu tak sempat masuk REM atau hanya sekali, otak enggak akan sempat memproses emosi atau gangguan mental yang kamu hadapi.

Akibatnya, otak jadi kewalahan dengan segala beban pikiran dan emosimu. Dari hal itulah berbagai masalah bisa muncul, semisal sulit berkonsentrasi, sulit mengingat, tak bisa mengambil keputusan, hingga tak mampu mempelajari hal-hal baru.

Keadaan kurang tidur saja sudah membuat otakmu sudah kewalahan. Ditambah dengan tugas menghalau kecemasan, stres, atau bahkan depresi, sudah pasti otakmu akan teramat kerepotan. Oleh karena itu, pastikan kamu selalu cukup tidur. Bila saat ini kamu mengalami insomnia, segera konsultasikan dengan dokter. Pasalnya, itu bisa jadi gejala gangguan jiwa seperti bipolar, depresi, dan psikosis.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH