Tidak Pandai Panjat Pinang, Anies Akui Jago Tarik Tambang Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengakui bahwa dirinya tak cukup pandai mengikuti perlombaan Panjat Pinang.

Hal itu ditegaskan Anies usai mengikuti perlombaan di Lapangan Masjid Baitunnur RW 04, Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Ikut Lomba Tarik Tambang, Anies Menang Lawan Karang Taruna dan Wartawan

"Ya abis panjat pinang kelihatannya gak bisa," tawa Anies kepada Wartawan, Sabtu (17/8).

Anies menuturkan bahwa dirinya lebih mempuni ikut dalam lomba tarik tambang. Terlihat pada perlombaan tarik tambang tahun ini dirinya menang melawan Karang Taruna dan awak media.

Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih
Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

Perlombaan tarik tambang hari ini Anies menang dengan skor 2-0 melawan Karang Taruna. Anies sendirin satu tim bersam panitia. Kemudian melawan awak media Anies kembali menang dengan raih skor 2-0.

Baca Juga: Bebaskan PBB, Penghargaan Anies Baswedan buat Pejuang Kemerdekaan

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku bahwa tidak merasakan kelelahan saat ikut serta dalam lomba yang diutamakan kerjasama kelompok itu.

"Alhamdulilah menang. Meskipun berat ketahanan. Tapi alhamdulillah menang," tutur dia.

Anies juga mengklaim bahwa ia rutin untuk berolahraga gowe sepeda. Mungkin tidak merasa lelah karena bugar sering bersepeda.

Baca Juga: Anies Tegaskan Lahan Reklamasi Milik Bangsa Indonesia Bukan Swasta

Orang nomor satu di Jakarta itu mengaku dirinya berangkat untuk mengikuti lomba tarik tambanh dengan menggunakan sepeda.

"Lumayan, sepeda. Saya kesini naik sepeda," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Pekerja Tuntut Hiburan Malam di Bandung Kembali Beroperasi
Indonesia
Ratusan Pekerja Tuntut Hiburan Malam di Bandung Kembali Beroperasi

Banyak pekerja yang terdampak mata pencahariannya akibat ditutupnya sektor hiburan malam.

Update COVID-19 DKI Jakarta, Rabu (7/10): 107.229 Positif, 95.876 Orang Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Jakarta, Rabu (7/10): 107.229 Positif, 95.876 Orang Sembuh

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 51 kasus

Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia
Indonesia
Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia

Pada generasi belasan tahun terakhir, sudah mulai berubah pola. Perekrutan dilakukan media sosial seperti facebook, instagram, telegram dan WhatsApp.

RUU Otsus Papua Akomodir Badan Khusus di Bawah Koordinasi Presiden
Indonesia
RUU Otsus Papua Akomodir Badan Khusus di Bawah Koordinasi Presiden

pemerintah awalnya berencana mengubah tiga pasal dalam UU Otsus Papua, yaitu Pasal 1 tentang Ketentuan Umum, Pasal 34 tentang dana otsus, dan Pasal 76 tentang pemekaran daerah.

Bareskrim Bongkar Penyelundupan Narkoba dari Malaysia, Dikendalikan Tahanan
Indonesia
Bareskrim Bongkar Penyelundupan Narkoba dari Malaysia, Dikendalikan Tahanan

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar penyelundupan narkotika jaringan Malaysia-Indonesia.

[Hoaks atau Fakta]: Penggunaan Masker Sebabkan Kematian
Berita
[Hoaks atau Fakta]: Penggunaan Masker Sebabkan Kematian

Penggunaan masker merupakan bagian dari etika batuk atau bersin yang benar.

 Sebelum Jatuh, Pesawat Sriwijaya Air Terbang Mulus dari Pangkal Pinang
Indonesia
Sebelum Jatuh, Pesawat Sriwijaya Air Terbang Mulus dari Pangkal Pinang

Jika keterlambatan keberangkatan Sriwijaya Air SJ182 selama 30 menit, sebelum terbang ke Pontianak, bukan karena kendala mesin.

Disuntik Vaksin Nusantara, Politisi Bikin Bingung Rakyat
Indonesia
Disuntik Vaksin Nusantara, Politisi Bikin Bingung Rakyat

Jangan sampai tindakan DPR menjadi sampel Vaksin Nusantara menjadi bentuk intervensi kepada BPOM yang sejauh ini masih menilai vaksin Nusantara belum layak dipakai.

197 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun, Nyaris 2 Juta Orang Menderita dan Mengungsi
Indonesia
Politisi Demokrat Sebut Peretasan Akun Medsos Pengurus BEM UI Bersifat Sistematik
Indonesia
Politisi Demokrat Sebut Peretasan Akun Medsos Pengurus BEM UI Bersifat Sistematik

“Tiap kali ada kontroversi publik yang dipicu kritik warga pada otoritas politik, peretasan selalu dialami oleh pengkritik. Dulu mahasiswa UGM, wartawan TEMPO juga, dan sekarang BEM UI. Kesimpulannya, bisa jadi kejadian ini bersifat sistematik,” tegas Rachland