Tidak Pakai Celana Dalam, Penari Perut Rusia Terancam Dideportasi dari Mesir Ekaterina Andreeva (Foto: Instagram @joharabellydancer)

MerahPutih.com - Seorang penari perut berkebangsaan Rusia, Ekaterina Andreeva ditahan otoritas Mesir karena tariannya terlalu seksi. Lantaran itu perempuan yang menggunakan nama panggung Gawhara tersebut didakwa 'menghasut orang untuk berbuat tak senonoh' oleh pengadilan Kairo, Mesir.

"Aturan dalam pertunjukkan tari mewajibkan penari untuk memakai celana dalam warna apapun kecuali beige (warna kulit), Gawhara tidak memakai celana dalam, tentu saja itu provokatif," kata Jaksa Mesir Hatim Fadl, yang menangani kasus ini, seperti dilihat Merahputih.com dari Daily Mail, Jumat (9/2).

Selain itu, disebutkan Andreeva tidak mengantongi surat-surat yang lengkap untuk bekerja dan tinggal di Mesir. Oleh karena itu, perempuan berusia 31 tahun itu akan dideportasi.

Namun pengacara Andreeva, Mohammed Saleh membantah dakwaan Jaksa terhadap kliennya. Saleh juga menyangkal kliennya akan dideportasi.

Kamis (8/2) malam waktu setempat, Andreeva dikabarkan dilepaskan setelah membayar sejumlah uang jaminan sebesar 5 ribu pound Mesir atau Rp 3,8 juta. Persidangan di Mesir akan dilangsungkan dalam waktu dekat. Untuk sementara waktu Andreeva dilarang melakukan pertunjukan tari hingga kasusnya selesai disidangkan.

Video Viral

Andreeva mengelola studio tari di Moskow bersama suaminya. Ia kerap menerima undangan menari di berbagai negara.

Kasusnya bermula dari video yang viral saat Andreeva mendapat undangan menari perut di Giza, Mesir. Dalam video yang direkam salah satu penonton, Andreeva terlihat bersemangat menari dengan pakaian yang bagian punggungnya terbuka. Perempuan asal Perm Krai, Rusia itu menggoyangkan pinggul dan berputar untuk menghibur penonton. (*)


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH