Tidak Mau Seperti India, Pemerintah Fokus Pada Pengurangan Mobilitas Warga Test massa COVID 19 oleh Mabes Polri. (Foto: Kanugrahana)

MerahPutih.com - Peningkatan kasus COVID-19 di India, membuat perhatian dunia. Pemerintah melakukan berbagai upaya agar kasus COVID-19 di Tanah Air bisa terus dikendalikan, sehingga tidak terjadi sepeti di negara Asia Selatan ini.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan, pihaknya terus melakukan edukasi pada masyarakat. Adanya larangan mudik satu upaya menjaga supaya mengurangi mobilitas.

Baca Juga:

Pemerintah Targetkan Vaksinasi COVID-19 kepada 60 Ribu Pekerja Seni

Langkah antisipasi lainnya adalah pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, khususnya di daerah-daerah tujuan mudik, daerah zona merah atau yang kasusnya meningkat. Kemudian, penguatan testing, tracing, treatment terutama di daerah-daerah tujuan mudik. Pemerintah, lanjut ia, terus meningkatkan capaian program vaksinasi. Teorinya bahwa 70 persen dari sasaran vaksinasi bisa memberikan perlindungan, atau menekan laju penularan virus. “Kita tahu bahwa vaksin kan memberikan perlindungan kepada individu untuk dia tidak menjadi sakit. Kalau pun sakit, tidak parah atau berakhir kematian. Itu perlindungan yang diberikan,” kata Nadia.

Vaksinasi. (Foto: Antara)
Vaksinasi. (Foto: Sekretariat Presiden)

Per Selasa (20/4), sudah ada sekitar 17 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan sampai saat ini dalam program vaksinasi COVID-19 dengan jumlah orang mencapai 11,1 juta untuk dosis pertama dan dosis kedua 6,1 juta. Jika vaksinasi semakin cepat dan banyak, atau 70 persen jumlah penduduk Indonesia sudah divaksin, maka kekebalan kelompok akan terjadi. Kondisi itu pasti akan menekan laju penularan COVID-19. "Fakta sekarang baru sekitar 11 juta orang yang divaksin atau 6 persen dari target. Kalau dibandingkan jumlah penduduk, angka itu masih kecil, artinya belum cukup untuk memberikan perlindungan kekebalan kelompok," ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

Vaksinasi di Bulan Puasa, Peserta Diminta Perhatikan Asupan Makanan Saat Sahur

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Daerah Diminta Bikin Perda Biar Polisi Terapkan Pidana Operasi Yustisi
Indonesia
Daerah Diminta Bikin Perda Biar Polisi Terapkan Pidana Operasi Yustisi

"Tetapi seumpama polisi mau melakukan hukuman pidana itu di luar pergub masih memungkinkan, misalnya pakai UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular," ujarnya Mahfud.

PSBB Palembang Mulai Berlaku 20 Mei, Efektif Setelah Lebaran
Indonesia
PSBB Palembang Mulai Berlaku 20 Mei, Efektif Setelah Lebaran

Jadi setelah 20 Mei ditand tangani secara otomotis PSBB Palembang sudah berjalan

Ratusan Anggota Polda DIY Terima Vaksin COVID-19
Indonesia
Ratusan Anggota Polda DIY Terima Vaksin COVID-19

Ratusan anggota Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengikuti vaksinasi COVID-19.

Impor Beras Dinilai Rawan Terjadi Pelanggaran dan Maladministrasi
Indonesia
Impor Beras Dinilai Rawan Terjadi Pelanggaran dan Maladministrasi

Ombudsman RI menduga adanya indikasi cacat administrasi atau maladministrasi dalam rencana pemerintah mengimpor 1 juta ton beras.

Kapolda Metro Enggak Mau Duit dari Pimpinan TNI AD
Indonesia
Kapolda Metro Enggak Mau Duit dari Pimpinan TNI AD

TNI sendiri telah membayarkan ganti rugi kepada masyarakat sebesar Rp 596 juta akibat dari penyerangan tersebut

KPK Sita Mobil Pengacara Terkait Suap Benur Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Sita Mobil Pengacara Terkait Suap Benur Edhy Prabowo

Sebelumnya, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset dengan total Rp89,9 miliar dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Bertemu Firli Cs, Kabareskrim Komjen Agus Bahas Ini
Indonesia
Bertemu Firli Cs, Kabareskrim Komjen Agus Bahas Ini

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mendatangi KPK untuk memperkuat kerja sama dalam penegakan hukum terutama terkait tindak pidana korupsi.

Pengembangan Vaksin Merah Putih Capai 50 Persen
Indonesia
Pengembangan Vaksin Merah Putih Capai 50 Persen

Eijkman menyatakan proses pengembangan vaksin Merah Putih untuk COVID-19 sudah 50 persen selesai.

Pasca Longsor Sumedang, 29 Warga Tewas dan 12 Orang Masih Hilang
Indonesia
Pasca Longsor Sumedang, 29 Warga Tewas dan 12 Orang Masih Hilang

"Dan 12 orang masih dinyatakan hilang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Minggu (17/1).