Tidak Lolos Cek Rekam Jejak FBI, 12 Garda Nasional Batal Kawal Pelantikan Biden Pasukan Garda Nasional bersenjata lengkap berjaga di U.S. Capitol, di Washington, Amerika Serikat, Rabu (13/1/2021). REUTERS/Joshua Roberts/aww/cfo (REUTERS/JOSHUA ROBERTS)

MerahPutih.com - Sebanyak 12 anggota pasukan Garda Nasional telah dibebastugaskan untuk mengawal pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, Rabu, karena tidak lolos pemeriksaan rekam jejak Biro Investigasi Federal (FBI).

Departemen Pertahanan AS menjelaskan pemeriksaan rekam jejak yang dilakukan FBI berlangsung sejak akhir pekan lalu. Pemeriksaan yang dilakukan adalah mencari hubungan antara anggota Garda Nasional dengan kelompok ekstremis atau sayap kanan ekstrem, serta mendalami risiko keamanan lainnya.

Baca Juga:

FBI Deteksi Rencana Demo Bersenjata Saat Pelantikan Biden

"Kami bertindak cepat dan segera membebaskan mereka dari tugas menjaga Capitol serta acara-acara yang akan berlangsung di tempat tersebut," kata juru bicara Departemen Pertahanan AS Jonathan Hoffman, dikutip Antara, Rabu (20/1).

Kepala Biro Garda Nasional AS, Jenderal Angkatan Darat Daniel Hokanson menjelaskan satu orang dibebastugaskan karena terbukti memiliki pesan singkat yang mencurigakan.

Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan AS, Chris Miller pada Minggu (17/1) mengatakan FBI membantu militer memeriksa rekam jejak lebih dari 25.000 anggota Garda Nasional yang dikerahkan menjaga Gedung Kongres, Capitol. Pemeriksaan itu dilakukan demi memastikan keamanan acara pelantikan presiden hari ini.

Massa Trump
Kerusuhan yang terjadi di Capitol. (Foto: Al Jazeera)

Pemeriksaan itu telah berlangsung sejak minggu lalu. FBI terjun langsung demi mendalami kemungkinan adanya anggota Garda Nasional yang terlibat dalam kerusuhan 6 Januari di Capitol. Massa pendukung Presiden Donald Trump menerobos masuk ke Capitol, merusak berbagai fasilitas dan sarana gedung, dan melakukan penjarahan. Akibat insiden itu, lima orang, yang salah satunya anggota kepolisian, tewas.

Garda Nasional di negara bagian Virginia minggu lalu mengatakan Jacob Fracker, anggota pasukan keamanan non aktif, dituntut terlibat aksi kerusuhan di Capitol. Fracker merupakan seorang prajurit Infantri berpangkat kopral di Garda Nasional Virginia. (*)

Baca Juga

Rusuh Amerika dan Jegal Biden Sebelum Dilantik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Digelar di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan Sidang Tahunan 2020 dengan Tahun Lalu
Indonesia
Digelar di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan Sidang Tahunan 2020 dengan Tahun Lalu

Sidang Tahunan MPR 2020 tahun ini digelar secara berbeda karena masih dalam masa pandemi COVID-19.

Pembatalan Layanan Penerbangan Singapura ke Indonesia hingga Akhir Mei
Indonesia
Pembatalan Layanan Penerbangan Singapura ke Indonesia hingga Akhir Mei

Penghentian penerbangan sementara tersebut bakal berlangsung hingga 18 Mei 2020.

Ini Perusahaan Yang Bakal Bikin Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia
Indonesia
Ini Perusahaan Yang Bakal Bikin Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Salah satu isu utama adalah daur ulang baterai lithium ion bekas menjadi bahan baku dalam memproduksi baterai baru.

MUI ke Pemerintah: Kalau Relaksasi Tak Bisa Melindungi Umat dari Corona, Jangan Dilakukan
Indonesia
MUI ke Pemerintah: Kalau Relaksasi Tak Bisa Melindungi Umat dari Corona, Jangan Dilakukan

Wabah COVID-19 ini secara langsung telah mengancam diri dan jiwa manusia itu sendiri.

 DPRD Sepakati Penyesuaian APBD di Tengah Pandemi Corona
Indonesia
DPRD Sepakati Penyesuaian APBD di Tengah Pandemi Corona

“Untuk PBB rencananya apabila masyarakat membayar pajak pada bulan Mei, ada pengurangan 50%, kalau dibayar Juni dikurangi 30%, sedangkan Juli dipotong 20%,” terangnya.

Kim Jong Un: Berkat Nuklir Tidak Ada Lagi Perang
Dunia
Kim Jong Un: Berkat Nuklir Tidak Ada Lagi Perang

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan tidak akan ada perang lagi karena senjata nuklir negara itu menjamin keselamatan dan masa depan.

Kasus Positif COVID-19 Nasional Bertambah 1.607 Orang
Indonesia
Kasus Positif COVID-19 Nasional Bertambah 1.607 Orang

Pasien sembuh bertambah 8.86 orang. Update terkini kasus sembuh di Indonesia totalnya 29.105 orang.

Sembuh dari COVID-19, Wagub DKI: Alhamdulillah
Indonesia
Sembuh dari COVID-19, Wagub DKI: Alhamdulillah

"Alhamdulillahi rabbil alamin, saya telah dinyatakan negatif COVlD-19," ujar Riza

Belum Juga Periksa Rini Soemarno di Kasus Jiwasraya, AEPI: Ada Apa dengan Kejagung
Indonesia
Belum Juga Periksa Rini Soemarno di Kasus Jiwasraya, AEPI: Ada Apa dengan Kejagung

Kejagung sempat berjanji melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi