Tidak Kuat Dibui, Sekjen PA 212 Minta Penangguhan Penahanan Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar. Foto: Facebook/@Bernard Abdul Jabbar

MerahPutih.com - Tersangka kasus penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng, Bernard Abdul Jabbar melayangkan surat penangguhan penahanan ke penyidik Polda Metro Jaya. Pasalnya, Sekjen PA 212 tersebut telah meringkuk di tahanan bersama tersangka lainnya.

Pengacara Bernard, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya melayangkan penangguhan penahanan hari ini. Istri Bernard dalam hal ini menjadi penjamin penangguhan penahanan.

Baca Juga

Sekjen PA 212 Resmi Tersangka Penganiyaaan Buzzer Jokowi

"Tadi siang sudah kita masukkan (surat penangguhan penahanan) sesuai prosedur kepada Kapolda Metro Jaya hingga tingkat penyidik," kata Aziz kepada wartawan, Rabu (10/10).

Alasan kesehatan Bernard menjadi alasan penangguhan penahanan dilayangkan. Aziz menyebut jika Bernard menderita stroke dan diabetes.

Bernard Abdul Jabbar. Foto: Facebook/@Bernard Abdul Jabbar
Bernard Abdul Jabbar. Foto: Facebook/@Bernard Abdul Jabbar

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut jika hal itu merupakan hak tersangka. Pihaknya menyilahkan jika Bernard hendak melayangkan penangguhan penahanan.

"Namanya penangguhan itu hak dari pada tersangka, keluarga tersangka ya itu silakan saja mengajukan penangguhan penahanan," kata Argo.

Baca Juga

Merasa Disudutkan, Pengurus Masjid Al-Falah Bantah Berhubungan dengan PA 212

Nantinya, penyidik yang memunyai kewenangan untuk mengabulkan permohonan penangguhan tersebut. Penyidik akan memberi penilaian apakah permohonon Bernard dikabulkan atau tidak.

"Nanti kewenangan mengabukkan atau tidak di penyidik yang sebagai kompeten memberima penilaian," sambungnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Tiga dari belasan orang tersangka itu adalah seorang perempuan.

Baca Juga

Sekjen PA 212 Jadi Tersangka, Pengacara: Justru Dia Selamatkan Ninoy

Ketiga perempuan itu dijerat dengan pasal UU ITE karena terbukti merekam dan menyebarkan video saat Ninoy saat diinterogasi orang tak dikenal.

Kemudian untuk tersangka AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH