Tidak Kapok! Koalisi Freedom Flotilla Bawa Kapal Handala Coba Tembus Blokade Israel

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 14 Juli 2025
Tidak Kapok! Koalisi Freedom Flotilla Bawa Kapal Handala Coba Tembus Blokade Israel

Ilustrasi - Warga Gaza saat antre air bersih di kamp pengungsian. ANTARA/Anadolu/py.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Koalisi Freedom Flotilla kembali berlayar untuk mendobrak blokade Israel terhadap Jalur Gaza dengan kapal baru Handala.

Kapal ini berlayar dari Sirakusa, Italia.

Keberangkatan kapal ini, beberapa pekan setelah pasukan Israel secara ilegal menyita kapal Madleen dan menculik 12 warga sipil di perairan internasional.

"Kami kembali berupaya dengan solidaritas global menantang pengepungan Israel yang ilegal dan mematikan," menurut Freedom Flotilla di media sosial X, Ahad (13/7).

Baca juga:

Ringankan Penderitaan Warga Gaza, Hamas Janji Bebaskan 10 Sandra Warga Israel

Mereka menyatakan, pelayaran kali ini dilakukan demi anak-anak Gaza, dengan membawa banyak bantuan kemanusiaan dan pesan "solidaritas".

Meski aktivis yang menumpang kapal Handala masih belum diketahui, jumlahnya diperkirakan mencapai 18 orang, termasuk di antaranya dua anggota partai kiri ekstrem Prancis, La France Insoumise (LFI).

Kapal Madleen yang berbendera Inggris angkat sauh pada 6 Juni 2025 dari Sisilia, Italia, dengan misi mendobrak blokade laut Israel terhadap Gaza. Namun, kapal tersebut dicegat Israel pada 9 Juni dan 12 penumpangnya ditangkap.

Jumlah korban tewas agresi militer Israel ke Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 58.026 orang, demikian menurut kementerian kesehatan Gaza pada Ahad (13/7).

Dalam pernyataannya, kementerian tersebut menjabarkan bahwa 139 jenazah dievakuasi ke berbagai rumah sakit di Gaza dalam 24 jam terakhir.

Sementara, dengan korban luka-luka pada hari yang sama mencapai 425 orang, total jumlah korban cedera sepanjang agresi Zionis Israel hingga saat ini telah mencapai 138.520 orang.

"Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan maupun di tengah jalan karena regu penyelamat tak dapat mendatangi mereka," menurut kementerian kesehatan Gaza.

Kementerian juga mencatat 28 warga Palestina tewas dan 180 lebih lainnya terluka saat berupaya mendapatkan bantuan kemanusiaan dalam 24 jam terakhir. (*)

#Israel #Perang #Gaza
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Mohebbi mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Dunia
Kena Ancaman Bom, Penerbangan Israel ke Austria Terpaksa Mendarat Darurat
Insiden ini terjadi setelah bulan lalu seorang pilot mencoba membajak penerbangan Flydubai dalam perjalanan ke Tel Aviv .
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
 Kena Ancaman Bom, Penerbangan Israel ke Austria Terpaksa Mendarat Darurat
Indonesia
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
ShowBiz
Tuai Apresiasi di Venice Film Festival, Film Dokumenter 'NAZA' Tayang di Bioskop Indonesia 16 Oktober 2026
Film dokumenter 'NAZA' tentang tragedi kemanusiaan di Gaza dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Tuai Apresiasi di Venice Film Festival, Film Dokumenter 'NAZA' Tayang di Bioskop Indonesia 16 Oktober 2026
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Bagikan