Tidak Akan Ada Lagi Kebijakan Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan? Menteri Susi Pudjiastuti. (MP/Yohanes Abimanyu)

MerahPutih.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa kebijakan penengelaman kapal pencuri ikan sudah cukup dilakukan dan saatnya kembali memikirkan untuk meningkatkan ekspor ikan tangkap.

Untuk itu, ke depan, menurut Wapres JK kepada wartawan di Kantornya Jakarta, Selasa (9/1), kapal-kapal yang ditangkap dapat dilelang atau dipergunakan kembali mengingat saat ini dibutuhkan kapal-kapal penangkap ikan.

"Cukup, tinggal supaya begini kita butuh kapal, jangan di lain pihak membeli kapal, di lain pihak banyak kapal yang nongkrong, kita kondisi begitu di sampaikan kepada Menteri Kelautan, kita butuh kapal, ekspor kita turun, ekspor ikan tangkap, di lain pihak banyak kapal nganggur. Jadi diselesaikan, ya janganlah beli kapal pakai ongkos APBN padahal banyak kapal nganggur, nganggur di Bitung, nganggur di Bali, nganggur di Tual, macam-macam," paparnya, seperti dilansir Antara.

Apakah berarti kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti itu akan tidak ada lagi? Tidak ada lagi penenggelaman kapal yang banyak ditakuti para pencuri ikan asing?

Di Twitter isu penghentian penghancuran kapal itu ramai diperbincangkan. Tidak terkecuali sang pemilik kebijakan, Menteri Susi. Dukungan salah satunya datang dari tokoh agama A Mustofa Bisri atau Gus Mus. "Menurutku, ibu @susipudjiastuti hanya menjaga dan membela kepentingan Indonesia dan nelayan/rakyat Indonesia. Semoga Allah menjaga dan membela beliau," kata Gus Mus melalui cuitan di @gusmugusmu.

Pernyataan Gus Mus itu menyikapi permintaan Menko Maritim Luhut Panjaitan, yang juga seperti Wapres JK, meminta penghentian kebijakan penenggelaman kapal. Menteri Susi juga membalas dukungan Gus Mus dengan mencuit, "Terimakasih Gus Mus. Salam hormat."

Netizen lain juga banyak mendukung Menteri Susi, "Bu @susipudjiastuti maju terus, gosah didengerin. Tenggelamkan lebih banyak lagi kapal-kapal maling," kata akun @azzbhn.

Ada juga netizen yang mempertanyakan apa hubungan antara menghentikan penenggelaman kapal dengan meningkatkan ekspor ikan? Sebagian netizen menyebut bahwa Menteri Susi harus melanjutkan kebijakan penenggelaman kapal para pencuri.

TNI AL menenggelamkan kapal pencuri ikan. (Foto: Puspen TNI)

Melanjutkan, Wapres JK mengatakan bahwa tidak ada pasal di dalam UU kapal yang ditangkap harus dibakar. Kapal yang ditahan menurut Wapres JK bisa juga dilelang sehingga negara mendapatkan pemasukan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan tidak ada lagi penenggelaman kapal pada 2018 karena pemerintah ingin fokus pada upaya peningkatan produksi perikanan.

"Perikanan sudah diberitahu tidak ada penenggelaman kapal lagi. Ini perintah, cukuplah itu, sekarang kita fokus bagaimana meningkatkan produksi supaya ekspor kita meningkat," katanya seusai rapat koordinasi dengan empat menteri di bawah koordinasi Kemenko Kemaritiman di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (8/1).

Luhut mengatakan penenggelaman kapal sudah cukup dilakukan sehingga saat ini pemerintah seharusnya fokus meningkatkan produksi agar ekspor juga bisa meningkat. (*)



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH