Tidak Ada Prestasi Membanggakan dari Firli Cs Selama Pimpin KPK Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti. (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di era Firli Bahuri sama sekali tak memiliki prestasi membanggakan.

Menurut Ray, hampir 5 bulan pasca dilantiknya Firli, baru ada satu kasus yang ditangani KPK masuk ke pengadilan.

Baca Juga:

Wahyu Setiawan Didakwa Terima Gratifikasi Rp500 Juta dari Gubernur Papua Barat

"Yakni kasus suap mantan anggota KPU, Wahyu Setiawan. Setelah itu hampir sunyi senyap. Terakhir adalah kasus OTT yang tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Dalam rentang 5 bulan ini, tak ada satupun kasus yang muncul," kata Ray kepada merahputih.com di Jakarta, Kamis (28/5).

Ray Rangkuti kritik kinerja KPK dibawah pimpinan Firli Bahuri
Ray Rangkuti kritik kinerja KPK dibawh pimpinan Firli Bahuri (MP/Gomes Roberto)

Ia melanjutkan, sudah 5 bulan juga, salah satu tersangka kasus suap anggota KPU dinyatakan buron dan belum tertangkap, yakni politikus PDIP Harun Masiku. Jangankan tertangkap, bahkan KPK tak mampu mengendus di mana yang bersangkutan berada.

"Dan bahkan seolah HM, sebagai tersangka utama, bukan sesuatu yang penting untuk dikejar, dicari dan dihadapkan ke pengadilan. Terlihat KPK seperti adem ayem dalam mencari tersangka HM," imbuh Ray.

Ray juga menyebut, dalam lima bulan ini pula, berita yang memeriskan muncul dari institusi KPK. Salah satunya adalah kontroversi pengembalian penyidik KPK ke institusi polisi.

"Padahal 2 penyidik ini disebut memiliki kemampuan yang dapat diandalkan untuk menjadikan proses penyidikan di KPK lebih jeli dan kuat,"sebut Ray.

Yang teranyar adalah OTT salah satu rektor universitas negeri di Jakarta. Uniknya, mereka yang di OTT malah diragukan KPK sebagai pejabat negara.

Akhirnya, kasus mereka diserahkan ke polisi. Dan polisi tidak melakukan satupun penahanan kepada mereka yang terjaring OTT yang dimaksud.

Baca Juga:

Dewas KPK Terima 92 Laporan Pelanggaran Etik Pimpinan dan Pegawai

"Dalam situasi OTT yang korbannya tidak diproses di KPK, dewas KPK juga seperti berdiam diri," sesal Ray.

Ray meyakini, hanya butuh 5 bulan sejak UU KPK hasil revisi berlaku, komisioner KPK baru dilantik, dewas baru bekerja, selama 5 bulan itu pula yang didengar dari KPK adalah berita miris.

"Tentu saja ini membuat kepercayaan kita goyah bahwa kita sedang giat-giatnya memberantas korupsi. Menakjubkan," pungkas Direktur Lingkar Madani Indonesia ini.(Knu)

Baca Juga:

KPK dan Timnas Pencegahan Korupsi Dorong Peningkatan Capaian Aksi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH