Tiba di Tanah Air, 360 Jamaah Haji Kloter 1 Debarkasi Solo Sujud Syukur di Landasan Pesawat Jamaah haji Kloter 1 Debarkasi Solo melakukan sujud syukur setelah tiba di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/8). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Sebanyak 360 jamaah haji Kloter 1 Debarkasi Solo tiba di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/8) pukul 10.45 WIB. Kedatangan pesawat ini molor satu jam dari seharusnya tiba di bandara pukul 09.45 WIB.

Kasubag Penerangan Humas dan Protokol PPIH Debarkasi Solo, Agus Widakdo, mengungkapkn secara garis besar perjalanan dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi menuju ke Adi Soemarmo, berjalan lancar. Usai pesawat mendarat dengan mulus, petugas kesehatan haji dan Debarkasi Donohudan langsung naik ke atas pesawat untuk mengecek kondisi jamaah.

Baca Juga: 169 Jamaah Haji Indonesia Meninggal Dunia di Tanah Suci

"Sebagai ungkapan syukur setelah pulang ke Tanah Air dengan selamat, sejumlah jamaah haji dari Kabupaten Sukoharjo ini langsung sujud syukur di landasan pesawat," ujar Agus kepada Merahputih.com, Minggu (18/8).

Ia menjelaskan Kloter 1 ini berangkat ke Tanah Suci pada tanggal 6 Juli lalu. Debarkasi Solo tahun ini memberangkatkan sebanyak 34.756 orang dari wilayah Jateng-DIY yang terbagi dalam 97 kloter.

"Catatan PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Debarkasi Solo sampai hari ini (Minggu) jamaah haji yang meninggal dunia sebanyak 22 orang. Dibandingkan tahun lalu jamaah haji yang meninggal dunia 35 orang," kata dia.

Jamaah haji Kloter 1 Debarkasi Solo melakukan sujud syukur setelah tiba di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/8). (MP/Ismail)

Seorang jamaah haji Joko Purnomo (55) mengaku bersyukur bisa pulang dengan selamat dan bisa berkumpul besama keluarga usai beribadah di Tanah Suci.

"Alhamdulillah saya bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat atas doa saudara-saudara dan keluarga. Saya langsung sujud syukur dan menangis," kata Purnomo.

Baca Juga: Muassasah Asia Tenggara Setujui Permohonan Indonesia soal Penomoran Tenda Haji

Ia menambahkan berangkat haji bersama istri dengan cara menabung selama 10 tahun. Uang tabungan didapat dari gaji setiap bulan yang diterima sebagai guru Sekokah Luar Biasa (SLB) Negeri di Sukoharjo. (Ism)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH