Tiba di Gedung DPR, Jenderal Andika Siap Apa Adanya KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Puspom TNI AD, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (20/4). Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Jenderal Andika Perkasa datang ke Gedung DPR/MPR untum menjalani uji kelayakan dan kepatuhan atau fit and proper test calon Panglima TNI. Jenderal Andika mengaku didoakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar lancar dan sukses. Marsekal Hadi tak bisa datang lantaran sedang ada kegiatan dinas.

"Pak Hadi dinas luar dan sudah mengucapkan 'selamat, ya semoga sukses, itu kata beliau'," kata Jenderal Andika kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Sabtu (6/11).

Baca Juga:

Komisi I Ikuti Keputusan Jokowi Terkait Panglima TNI

Andika mengatakan akan menjalani fit and proper test dengan apa adanya. Dia mengaku tidak ada wejangan khusus dari mertuanya Hendropriyono.

"Ya kita apa adanya ya, (wejangan) nggak ada," ujarnya seraya masuk ke ruangan Komisi 1.

Sebelumnya dokumen verifikasi administrasi Andika dinyatakan lengkap. Berkas administrasi calon panglima TNI diterima pada Jumat (5/11).

Andika
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Roma, Italia, Jumat (29/10). (Foto: Biro Pers Setpres)

Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid merinci dokumen yang sudah diverifikasi antara lain, Data Riwayat Hidup, NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dan Surat Keterangan Bersih Diri/Sehat (SKBD).

Meutya Hafid mengatakan fit and proper test dihadiri lengkap sembilan fraksi. Fit and proper test akan dilakukan terbuka, lalu dilanjutkan pendalaman secara tertutup. "RDPU dengan calon Panglima TNI dilakukan Sabtu, 6 November pukul 10.00. Sifat terbuka untuk visi misi, kecuali untuk hal hal strategis. Kehadiran fisik," kata Meutya.

Baca Juga:

Tersebar sampai AS, Harta Calon Panglima TNI Didominasi Rumah Hibah tanpa Akta

Meutya menjelaskan setelah mendengar visi dan misi dari Andika akan dilanjutkan dengan rapat internal komisi 1. Setelah itu langsung diberikan persetujuan pada hari yang sama pukul 13.00.

"Selanjutnya diserahkan kembali kepada Pimpinan DPR direncanakan dapat diparipurnakan Senin tanggal 8 November," pungkasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menag Minta Mitigasi Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Agama
Indonesia
Menag Minta Mitigasi Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Agama

Kementerian Agama mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota diminta investigasi menyeluruh serta mitigasi pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan.

Anggota Brimob Keserempet Peluru, Kontak Tembak KKB-Satgas Nemangkawi Tak Terelakkan
Indonesia
Anggota Brimob Keserempet Peluru, Kontak Tembak KKB-Satgas Nemangkawi Tak Terelakkan

Bharatu Bachtiar dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura

Teriakan Anies-AHY Duet Maut 2024 Menggema di Pelantikan Pengurus Demokrat DKI
Indonesia
Teriakan Anies-AHY Duet Maut 2024 Menggema di Pelantikan Pengurus Demokrat DKI

"Anies-AHY berjuang bersama di tahun 2024," sorak kader Demokrat lainnya.

Rifda Peraih Emas Kembar Senam dan Para Pendekar Silat Indonesia Tiba di Tanah Air
Indonesia
Rifda Peraih Emas Kembar Senam dan Para Pendekar Silat Indonesia Tiba di Tanah Air

Kedatangan Pahlawan Olahraga Indonesia yang berlaga di SEA Games 2021 mendapat sambutan meriah di Terminal 3, Bandara Soetta.

Orang Dekat Azis Syamsuddin Disebut Minta Fee 8 Persen untuk Urus DAK Lamteng
Indonesia
Orang Dekat Azis Syamsuddin Disebut Minta Fee 8 Persen untuk Urus DAK Lamteng

Mantan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah (Lamteng), Ahmad Taufik, mengaku diminta menyiapkan komitmen fee sebesar 8 persen oleh Aliza Gunado, orang dekat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

239 Orang Politisi Senayan Belum Serahkan LHKPN
Indonesia
239 Orang Politisi Senayan Belum Serahkan LHKPN

Firli mengaku miris melihat angka itu. Pasalnya, anggota DPR wajib melaporkan kekayaannya selama menjabat sesuai dengan aturan yang berlaku.

Anies: Penyelundup Tabung Oksigen dan Penimbun Obat-obatan Pengkhianat Bangsa
Indonesia
Anies: Penyelundup Tabung Oksigen dan Penimbun Obat-obatan Pengkhianat Bangsa

Pribadi-pribadi yang memilih menyelamatkan sesama dari bencana kesehatan dapat disematkan sebagai seorang pahlawan.

Mahfud MD Sebut Status Tersangka Nurhayati Tidak Dilanjutkan
Indonesia
Mahfud MD Sebut Status Tersangka Nurhayati Tidak Dilanjutkan

Mahfud MD setelah jajarannya berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan terkait kasus Nurhayati.

Pengamat: Listyo Sigit Prabowo Dapat Dikatakan Sebagai Kepala 'Cleaning Service'
Indonesia
Pengamat: Listyo Sigit Prabowo Dapat Dikatakan Sebagai Kepala 'Cleaning Service'

Ini sangat berani melakukan tindakan tajam ke atas dan tajam ke bawah

Pemerintah Diminta Transparan Jelaskan Tarif PCR
Indonesia
Pemerintah Diminta Transparan Jelaskan Tarif PCR

Menurut Wana, berdasarkan catatan, sedikitnya terdapat empat kali perubahan tarif pemeriksaan PCR sejak pandemi melanda Indonesia awal 2020 lalu.