Tiang Monorel Rasuna Said Mau Dibongkar, Dewan PSI Pertanyakan APBD dan Prosedur

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Tiang Monorel Rasuna Said Mau Dibongkar, Dewan PSI Pertanyakan APBD dan Prosedur

Pemprov DKI Jakarta akan bongkar tiang monorel mangkrak di Rasuna Said. Foto: MerahPutih/Didik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau, menyoroti rencana penggunaan anggaran Rp 100 miliar dari APBD DKI untuk pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Bun menyayangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dinilai belum pernah membahas rencana tersebut bersama legislatif, meskipun pembongkaran akan menggunakan dana APBD.

“Jadi, sebaiknya dibahas terlebih dahulu sebelum hal itu dilaksanakan. Apalagi, Pemprov DKI ternyata melibatkan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) di sana,” ujar Bun, Minggu (11/1).

Ia mengaku memahami keinginan Pemprov DKI untuk menata kembali kawasan tersebut agar lebih tertata dan estetis. Namun, menurutnya, rencana pembongkaran tidak seharusnya dilakukan secara terburu-buru apabila perencanaannya belum matang.

“Kita memahami bahwasanya ada kemauan dari Pemprov DKI untuk menata kembali kawasan tersebut supaya lebih estetik. Namun, saya pikir tidak perlu terburu-buru kalau rencananya belum siap dan harus dimatangkan lagi,” sambungnya.

Baca juga:

Dinas Bina Marga Targetkan Perluasan Jalan Rasuna Said Pasca Bongkar Tiang Monorel

Selain soal anggaran, Bun juga mengingatkan Pemprov DKI mengenai status kepemilikan tiang monorel yang hingga kini diketahui merupakan aset milik PT Adhi Karya. Ia mempertanyakan sejauh mana komunikasi yang telah dilakukan Pemprov DKI dengan pihak terkait.

“Bukan hanya mengenai APBD saja, tapi ini juga menyangkut masalah kepemilikan. Sebagaimana akhirnya diketahui oleh publik, tiang-tiang tersebut merupakan aset milik Adhi Karya. Bagaimana komunikasi Pemprov DKI dengan pihak terkait sampai dengan saat ini?” ujarnya.

Baca juga:

Pemprov DKI Jakarta Beberkan Skema Pembongkaran Tiang Monorel di Kuningan

Bun menegaskan bahwa apa pun alasan Pemprov DKI untuk melakukan pembongkaran—baik untuk penataan kota maupun peningkatan estetika—langkah tersebut harus dilakukan secara prosedural dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Tidak menjadi soal apakah Pemprov DKI ingin menata kembali wilayah tersebut, menambah estetikanya, atau apa, tetapi cara-caranya harus prosedural,” katanya.

Menurut Bun, kejelasan mengenai kepemilikan aset harus menjadi prioritas sebelum pembongkaran dilakukan, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Jangan sampai niat baik Pemprov DKI untuk menambah estetika kota malah berujung menjadi permasalahan hukum di masa depan yang akan merepotkan semua pihak,” tutupnya. (Asp)

#DPRD DKI Jakarta #Monorel #Tiang Monorel #PSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Bagikan