The Twilight Saga; Mahluk Abadi Bernama Manusia (1) Twilight Saga menyajikan tema film vampire yang penuh drama. (Foto: youtube)

DALAM berbagai film digambarkan bahwa manusia adalah mahluk yang cerdas, mampu membuat apapun dari benaknya, mewujudkan mimpi-mimpinya bahkan mengontrol sekelilingnya. Di saat yang sama manusia adalah mahluk yang tahu pasti arti kematian dan sayangnya tidak mampu mengontrolnya.

Hal-hal seperti itu kemudian digarap dalam berbagai tema dan konsep film yang sebagian laris di tonton oleh masyarakat. Yang paling kerap diangkat adalah konsep vampire, mahluk abadi sepanjang masa. Sebuat saja Interview with the Vampire, Queen of the Damned atau Twilight Saga.

Vampire digambarkan memiliki kehidupan sebagai manusia sebelumnya yang kemudian dijangkiti oleh virus atau apapun sumbernya yang mengubahnya menjadi mahluk abadi bernama vampire. Vampire tetap akan berada pada usia ketika ia menerima infeksi pertamanya dan akan seperti terus selama beratus-ratus tahun.

Twilight Saga adalah produksi film yang dengan baik mengangkat vampire dalam bentuk drama dan konflik-konflik secara kolektif dan individu. Tarik ulur hubungan Bella Swan dan Edward Cullen, yang keduanya terikat oleh asmara namun di sisi lain dibutuhkan pengorbanan yang berat untuk dapat mewujudkan harapan cinta mereka.

Bella tak membutuhkan dirinya menjadi mahluk abadi yang hidup selama berabad-abad. Edward pun tak mau menjadikan Bella sebagai pendampingnya untuk beberapa abad ke depan. Namun yang kemudian mereka pertimbangkan adalah kebersamaan mereka dalam tali cinta. Jadi sebenarnya yang hendak dijadikan sebuah keabadian adalah cinta keduanya agar dapat hidup berabad-abad ke depan. (psr)



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH