The Jansen Hidupkan Kembali 'Banal Semakin Binal' Lewat Antologi Visual

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
The Jansen Hidupkan Kembali 'Banal Semakin Binal' Lewat Antologi Visual

The Jansen lepas beberapa video musik. (foto: dok/the jansen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah sorotan atas Durja Bersahaja yang baru saja mengokohkan posisi The Jansen sebagai salah satu band punk rock paling solid di Indonesia, duo asal Bogor itu justru mengambil langkah tak terduga.

Alih-alih terus melaju dengan materi terbaru, mereka menengok kembali karya yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka: Banal Semakin Binal.

Album yang sempat membuka babak baru punk rock lokal tersebut kembali dihidupkan sebagai penegasan bahwa musik punk dapat melampaui batas ruang, waktu, serta relevan dengan dinamika kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

The Jansen Mulai Era Baru Lewat Album 'Durja Bersahaja'

Bersama KithLabo, The Jansen merencanakan perilisan lima video musik dari album Banal Semakin Binal secara bertahap. Rangkaian itu dimulai dari:

  • Planetarium – 14 November 2025
  • Kau Pemeran Utama di Sebuah Opera – 28 November 2025
  • Ku Bukan Mesin Lotremu – 12 Desember 2025
  • Berkelana dalam Ruang dan Mimpi – 9 Januari 2026
  • Langit Tak Seharusnya Biru – 23 Januari 2026

Seluruh video akan dirilis melalui kanal YouTube resmi The Jansen.

“Ini bukan mundur ke belakang,” ujar Cintarama Bani Satria atau Tata, sang vokalis sekaligus gitaris. “Lebih tepatnya ini perayaan satu dekade perjalanan kami, sekaligus cara buat ngasih napas baru ke lagu-lagu lama yang dulu berhenti sebagai audio. Buat gue, setiap lagu punya perjalanan sendiri. Mungkin dulu waktunya belum datang, dan sekarang baru ketemu jalannya.”

Baca juga:

Perbedaan Piringan Hitam 'Binal Semakin Banal' The Jansen di Indonesia dan Singapura

The Jansen Lepas Album 'Banal Semakin Binal' dalam Format Piringan Hitam

Proyek ini dirancang sebagai antologi visual yang menggambarkan estetika The Jansen secara menyeluruh — bukan hanya sebagai band, tetapi sebagai entitas dengan cara pandang terhadap seni yang khas.

Kelima video lirik tersebut menjadi kombinasi antara eksperimen bunyi, nuansa kilas balik, dan interpretasi ulang yang sengaja dibuat jauh dari pola video lirik konvensional. Untuk mewujudkan konsep tersebut, The Jansen bekerja sama dengan tiga sutradara:

1. Robby Wahyudi Onggo (Robonggo)

Menangani video Planetarium dan Kau Pemeran Utama di Sebuah Opera. Robby menghadirkan sentuhan visual lo-fi bernuansa vintage yang hangat dan intim.

2. Yustinus Kristianto (Iyus)

Menggarap Ku Bukan Mesin Lotremu dan Berkelana dalam Ruang dan Mimpi. Keduanya dipresentasikan dengan gaya nostalgia era awal 2000-an, lengkap dengan estetika grafis serba retro dan kultur internet zaman itu.

3. Badrus Zeman

Vokalis Lorjhu’ sekaligus pengajar film di IKJ ini mengarahkan Langit Tak Seharusnya Biru dengan menggunakan kamera 8 mm. Pendekatan tersebut menghasilkan nuansa klasik seluloid yang penuh karakter dan membawa penonton kembali ke atmosfer kejayaan film analog. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
MAMA Awards 2026 Hadirkan Kolaborasi Penampilan Bintang, Digelar 2 Malam di Jepang
MAMA AWARDS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 dan 21 November di Kyocera Dome Osaka, Jepang.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 MAMA Awards 2026 Hadirkan Kolaborasi Penampilan Bintang, Digelar 2 Malam di Jepang
ShowBiz
Cinta yang Tak Bisa Kembali Jadi Cerita Utama EP '5 hours apart, 2017' GANGGA
GANGGA merilis EP 5 hours apart, 2017, berisi tiga lagu tentang cinta, kehilangan, penyesalan, dan kerinduan. 'Moonlight' menjadi focus track.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Cinta yang Tak Bisa Kembali Jadi Cerita Utama EP '5 hours apart, 2017' GANGGA
ShowBiz
Batavia Collective Rilis Spiritual Jazz, Sinful Bass, Gabungkan Jazz dan Musik Klub
Batavia Collective menghadirkan Spiritual Jazz, Sinful Bass, proyek audiovisual yang memadukan improvisasi jazz, broken beat, house, drum & bass, dan energi musik klub.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Batavia Collective Rilis Spiritual Jazz, Sinful Bass, Gabungkan Jazz dan Musik Klub
ShowBiz
Ruth Garcia Tuangkan Konflik Akal dan Perasaan lewat Lagu 'Salahkah', Simak Liriknya
Ruth Garcia merilis 'Salahkah', lagu personal tentang pergulatan batin, bertahan pada cinta yang dikhianati, dan luka yang kembali muncul setelah memaafkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Ruth Garcia Tuangkan Konflik Akal dan Perasaan lewat Lagu 'Salahkah', Simak Liriknya
ShowBiz
Lagu 'Ratu Sejagad' Vonny Sumlang Kembali Viral di Media Sosial, Simak Lirik dan Maknanya
Lagu 'Ratu Sejagad' ciptaan Dani Mamesah dan dipopulerkan Vonny Sumlang kembali viral di media sosial. Lagu ini pertama kali dirilis pada 1987.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Lagu 'Ratu Sejagad' Vonny Sumlang Kembali Viral di Media Sosial, Simak Lirik dan Maknanya
ShowBiz
My Chemical Romance Rilis Lagu 'Someone Out There Loves You' Jelang Tampil di Jakarta
My Chemical Romance merilis 'Someone Out There Loves You', lagu dari rekaman penampilan di Hoboken pada 2007, menjelang penampilan mereka di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
My Chemical Romance Rilis Lagu 'Someone Out There Loves You' Jelang Tampil di Jakarta
ShowBiz
Lagu 'Boston' Viral di TikTok, Stella Lefty Bawa Kisah yang Relatable soal Komitmen
Penyanyi country Stella Lefty mencuri perhatian global setelah single 'Boston' viral di TikTok. Lagu ini mengangkat kisah ketakutan dan komitmen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Lagu 'Boston' Viral di TikTok, Stella Lefty Bawa Kisah yang Relatable soal Komitmen
ShowBiz
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta Tetap Digelar, Sampaikan Pesan Perdamaian
Andrea Bocelli tetap menggelar konser di Borobudur dan Jakarta. Promotor pun menyampaikan pesan perdamaian.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta Tetap Digelar, Sampaikan Pesan Perdamaian
ShowBiz
Ketika Penyesalan Datang Terlambat, Eltasya Ceritakan Kisahnya Lewat 'Merayu Waktu'
Eltasya merilis single 'Merayu Waktu', lagu tentang penyesalan, harapan memperbaiki hubungan, dan perjuangan menerima perpisahan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ketika Penyesalan Datang Terlambat, Eltasya Ceritakan Kisahnya Lewat 'Merayu Waktu'
ShowBiz
Ditulis 18 Tahun Lalu, Lagu 'Dibuat Kamu' HAIRUL Mengangkat Kisah Cinta yang Tak Selalu Berbalas
HAIRUL merilis 'Dibuat Kamu', lagu pop yang ditulis sejak 2008 dan mengangkat kisah cinta tak berbalas, kerinduan, serta sosok yang sulit dilupakan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ditulis 18 Tahun Lalu, Lagu 'Dibuat Kamu' HAIRUL Mengangkat Kisah Cinta yang Tak Selalu Berbalas
Bagikan